Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Suami Masa Depan Scarlett.


__ADS_3

"Ya itu benar. Tapi enggak sekarang," jawab Gio.


"Baiklah," ucap Hatori.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan seorang anak perempuan datang sembari berteriak, "Kakek!"


Gio yang mendengar suara yang tidak asing membola matanya. Ia tersenyum manis sambil membungkukkan badannya sembari menyambut gadis itu. Namun gadis itu tidak sengaja melihat Hatori sedang serius mengecek data-data di laptop.


Gadis itu menggelengkan kepalanya sambil berbelok ke arah Hatori. Sedangkan Gio hanya menepuk jidatnya ketika mendapatkan harapan palsu dari gadis itu.


"Hey... kamu kenapa? Kenapa kamu tidak menjadi mendekati kakek," tanya Gio.


"Sebentar. Aku akan mengunjungi suamiku di masa depan nanti," jawab gadis itu.


"Maksud kamu apa Scarlett?" tanya Gio yang mengerutkan keningnya.


"Maksud aku adalah Paman Hatori adalah suamiku di masa depanku kelak," jawab Scarlett sembari tersenyum manis.


Gio menepuk jidatnya dan menggelengkan kepalanya. Ia sangat terkejut apa yang dibicarakan oleh Scarlett. Anak sekecil itu bisa membicarakan siapa suami masa depannya. Dari mana Scarlett mengetahuinya tentang hal-hal dewasa.


"Papa disini?" tanya Alexa yang baru saja datang bersama Sean dan Edward.


"Ya.. papa masih mencari beberapa bukti bersama Hatori dengan dibantu oleh Asmoro dari Manchester. Papa juga menyuruh Asmoro untuk mencari barang bukti di Taurus Corps. Papa harap semuanya bisa clear selama seminggu ke depan," jawab Gio. "Lalu kamu kesini mau ngapain?"


"Aku mau meminta selai coklat. Katanya Papa Agatha perusahaan sedang membuat selai coklat. Makanya itu aku disuruh ke sini untuk mengambilnya buat ketiga kurcaci itu," jawab Alexa.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu. Sekarang kamu lihat lah putrimu itu. Kecil-kecil sudah merayu Hatori," jelas Gio.


"Semuanya berawal dari Scarlett sendiri Pa. Pertama kali lihat Hatori, dia memang sudah menyukainya. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi," ucap Alexa yang bingung dengan keadaan putrinya itu.


"Ketimbang kamu bingung. Lebih baik kamu bantu Papa untuk menyelesaikan suatu masalah besar ini," pinta Gio sambil melambaikan tangannya agar Alexa duduk di sampingnya.


Alexa akhirnya duduk di samping Gio. Kemudian Alexa menaruh tasnya dan melihat anak-anaknya sedang bermain. Ia menatap sang Papa sambil bertanya, "Memangnya ada masalah apa?"


"Masa kamu nggak tahu sih masalahnya pak Kevin itu?" tanya Gio.


"Aku sudah mendapatkan semuanya. Aku sudah selesai menghitung atas kerugian yang didapatkan oleh perusahaan ini. Aku sudah meminta pihak kepolisian untuk menyita semua yang dimiliki oleh pak Kevin. Memang kejam tapi aku harus melakukannya," jawab Alexa yang sudah bergerak duluan.


"Kamu benar. Lebih baik kamu sabar terlebih dahulu. Aku ingin kamu mendapatkan semuanya," jelas Gio.


"Dia sangat berbahaya sekali. Kamu tahu kan, pak Kevin itu ternyata menyerang papa angkatmu. Sampai sekarang papa angkatmu nggak bisa turun dari jabatan ceo-nya. Soalnya aku sudah berjanji kepada dia. Kalau dia sudah berhasil mendapatkan istri dari orang sini. Aku akan melepaskannya dan membiarkan papamu pulang lagi ke negaranya itu. Atau juga semaunya dia mau menjabat CEO itu hingga selamanya. Aku tidak akan memintanya untuk keluar dari sini," jelas Gio.


"Kalau aku nggak masalah sih soal itu. Mau Papa Asmoro ataupun lainnya. Aku sendiri berharap perusahaan ini berjalan dengan lancar. Kalau papa mengerti apa yang dilakukan oleh pak Kevin. Papa pasti kecewa dengan kelakuannya itu. Dia bukan orang yang baik untuk dijadikan seorang pemimpin. Untung saja saat itu Hatori sudah mengetahuinya. Tapi masalahnya ada yang tidak suka dengan Hatori. Yang tidak suka itu adalah dari kubu Patty," jelas Alexa.


"Itulah masalahnya. Masalah ini Kalau diteruskan akan melebar. Satu persatu musuhnya Agatha keluar. Kamu mau tahu kenapa mereka keluar? Karena mereka tidak memiliki uang sepeserpun. Diam-diam Mereka ingin merampok uang perusahaan ini melalui pak Kevin. Papa sudah baca situasinya untuk saat ini. Jadi kita harus berhati-hati. Soal Agatha ataupun lainnya semuanya sudah aman," sambung Gio sambil tersenyum.


"Lalu bagaimana dengan Stella?" tanya Alexa.


"Semua yang berada di tangan Asmoro akan aman terkendali. Contohnya saja sekarang ini. Patty tidak akan pernah mau menyerahkan Stella kepada mereka. Apalagi Stella sekarang sudah masuk ke dalam dunia bawah tanah. Dia sekarang menjadi lady mafianya Asmoro. Jadi mau tidak mau Stella harus melawan mereka semuanya satu persatu. Kamu bisa mendukungnya melalui doa dan harapan. Kamu nggak boleh membuat Stella lemah," pinta Gio.


Alexa paham apa yang diminta oleh Gio. Sudah seharusnya dirinya membantu Stella untuk menghadapi banyak masalah. Karena dia sudah menganggap keluarga Kanagawa adalah keluarganya. Begitu juga dengan Agatha. Agatha sudah menganggap Gio sebagai adik kandungnya.

__ADS_1


Siang ini di Kota Jakarta sangatlah panas. Alexa membiarkan anak-anaknya bermain di S&T Company. Mereka tidak nakal dan terlalu kreatif. Bahkan mereka sangat suka sekali berkreasi dengan hati nuraninya sendiri.


Alexa lega dan bisa mengerjakan tugas-tugasnya. Sesekali Alexa melihat anak-anaknya itu. Semakin hari anak-anaknya semakin bertumbuh besar.


Bagaimana dengan Agatha? Agatha masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia harus menganalisis tentang keuangan dari awal berdirinya perusahaan ini. Agatha mendapatkan perintah dari Gio langsung. Karena Gio sendiri sudah curiga dengan gelagat pak Kevin semenjak menjabat sebagai manajer HRD.


"Sudah siang. Apa kamu nggak makan?" tanya Anita yang baru saja datang dengan membawa makanan favorit Agatha.


Agatha mengangkat kepalanya lalu melihat Anita. Ada senyum hangat yang menghias di bibirnya itu. Ia berdiri dan mendekati Anita.


'Kamu ke sini sama siapa?" Tanya Agatha sambil memegang tubuh Anita dan memapahnya duduk di sofa.


'Aku ke sini bersama Hamtaro. Dia adalah anak yang sangat baik sekali. Aku ingin mengangkatnya sebagai anakku lagi," jawab Anita sambil menaruh tempat itu di atas meja.


"Syukurlah kalau begitu. Sepertinya aku harus membeli mobil. Mobil itu akan kuperuntukkan untukmu saja. Aku nggak mau kamu naik turun alat transportasi massal itu," ucap Agatha.


"Ngapain juga kamu membeli mobil? Aku jarang keluar ke mana-mana. Aku sekarang mencoba berkreasi untuk membuat kue. Siapa tahu nanti kamu mengijinkan aku membuka toko kue di Jepang," sahut Anita yang duduk di sofa panjang.


"Kalau keinginanmu itu nanti aku akan membangunnya untukmu. Kalau bisa kamu jualan kue tradisional di sana. Siapa tahu nanti orang-orang sangat menyukai kue tersebut," saran Agatha.


"Ini aku sedang mencoba makanan tradisional. Kalau kue-kuenya belum. Bahan-bahannya sudah habis kemarin yang aku buat roti sus," jelas Anita.


"Suruh para pengawal untuk membeli bahan-bahannya. Kamu catat saja dan berikan kepada salah satu pengawalmu itu. Kalau soal Hamtaro, kalau kamu suka Kenapa nggak? Dia sangat cocok kok menjadi temannya Hatori. Cepat atau lambat Adelia segera menikah. Hatori sangat kesepian sekali Jika adik-adiknya sudah keluar dari apartemen itu," ungkap Agatha yang sedih mengingat putrinya sudah dewasa.


"Kapan kita bisa mengadopsinya?" tanya Agatha.

__ADS_1


__ADS_2