Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Konfirmasi.


__ADS_3

"Kamu menikahi kakeknya si kembar diam-diam ya?" tanya Natalie balik sambil tersenyum manis.


"Memangnya Kakak nggak tahu ya?" tanya Stella yang mulai tidak enak hati kepada Natalie.


Sebelum berbicara Natalie merasakan kalau Stella tidak enak hati. Ia tidak bermaksud untuk menyinggung perasaannya. Ia hanya ingin memastikan apa benar Stella menikahi papa angkatnya itu.


"Aku tahu kamu nggak enak hati. Kamu diam-diam menikahi papa angkatku tanpa sepengetahuanku. Tapi semuanya itu tidak menjadi masalah buat aku. Jika dua orang tuaku mendengarnya, mereka sangat senang dan mendoakan kalian bahagia selamanya," jelas Natalie.


"Aku nggak bermaksud untuk menyembunyikan pernikahan ini. Semuanya terserah pada Kak Asmoro. Aku juga tidak ingin membuat semuanya menjadi runyam. Aku masih takut dengan masa laluku," ucap Stella.


"Aku tahu itu. Tapi jangan biarkanlah masa lalumu itu menghantui hingga detik ini. Aku sangat setuju Jika kamu merawatnya hingga akhir hayatnya. Kamu tahu, di rumah utama kedua orang tua angkatnya papa Asmoro marah-marah. Mereka ingin menghajar papa Asmoro karena tidak memberitahukan kabar bahagia itu," ujar Natalie yang membuat mereka tertawa.


"Oh maksudnya Tuan James. Sudah lama saya tidak bertemu dengannya," ucap Adelia yang tersenyum manis.


"Beliau baik-baik saja. Semenjak perusahaannya dilepoas ke Paman Martin, beliau sekrang menjalani hari-harinya berkebun bersama dengan Mama Linda. Mereka sangat kompak ketika sedang menanam pohon dan bunga," jelas Natalie.


"Kapan-kapan kita kesana untuk menengok mereka. Aku sudah lama tidak menampakkan diriku semenjak kedatangan mama papa," ucap Adelia.


"Mereka sudah bersatu?" tanya Natalie yang membuat suasana menjadi cair.


"Iya... mereka sudah bersatu semenjak sebulan yang lalu," jelas Stella.


"Selamat ya... aku yakin keluarga kalian akan bersatu dan tidak akan terpecahkan lagi," ucap Natalie dengan tulus.


"Ya... kamu benar. Aku juga sangat berterima kasih atas doa kalian," ujar Adelia. "Aku sangka hanya memiliki seorang ibu di dunia ini.Tapi nyatanya tidak sama sekali. Aku memiliki papa dan kedua kakak yang sangat kocak sekali," jela Adelia.


"Apakah kamu tidak merasakan kalau mereka ada?" tanya Natalie. "Terutama pada Stella,.

__ADS_1


"Jujur kalau aku memang sendiri sering merasakan kehadiran keluargaku walau di dalam hatimu. Aku merasa mereka itu ada dan tinggal bersamaku. Aku berharap mereka akan hadir bersamaku suatu saat ini," jelas Stella yang merasa terharu sambil tersenyum dan menghapus airnatanya.


"Kamu berhak bahagia.Aku tahu mereka sampai saat ini menghantui kamu. Tapi kamu enggak perlu takut untuk melakukannya dan melawannya," jawab Natalie yang memberikan kekuatan kepada mereka.


"Sebenarnya aku takut sama merela. Aku hanya takut saja mereka tidak dapat menikmati hidup yang sangat indah tanpa harus memiliki rasa iri dan dengki di dalam hatinya. Aku ingin sekali mereka sadar dan tidak menyerangku balik. Jika kau menyerangnya balik, akan ada pertumpahan darah. Aku bisa menadi kejam dan membunuh dengan cepat," jelas Stella yang membuat Adelia bergidik ngeri.


"Berikan mereka pelajaran hidup yang membuatnya takut dan mengingatnya hingga sepanjang waktu. Kalau itu sudah terjadi maka mereka tidak akan melakukannya lagi. Mereka akan mundur dengan pelan," celetuk Natalie.


"Anggapan kamu salah. Mereka akan tetap saja menyerang biar bagaimana pun keadaaanya. Aku sendiri masih saja tidak mengerti sama mereka berdua.Seandainya musuh sudah kalah telak mereka akan melepaaskannya. Ini lain dari pada yang lainnya," sahut Leon yang baru saja datang dengan membawa banyak makanan.


"Memang benar apa yang dikatakan oleh paman Leon. Mereka ingin kamu mati dan tidak akan membiarkan hidup bahagia.Jika kamu sampai hidup bahagia, kamu yang akan menderita," Natalie yang menceritakan semuanya tentang Patty.


"Aku baru tahu ada orang seperti itu. Bisa-bisanya orang seperti itu masih hidup daan bisa mencium oksigen di bumi ini. Rasanya itu tidak mungkin," kesal Adelia.


"Banyak sekarang. Makanya kalau berkenalan engan orang lain harus dilihat dulu. Apakah layak untuk dijadikan teman. Apa lagi sekarang temannya itu suka menikam dengan pisau secara diam-diam," jelas Natalie.


Natalie menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Ia menceritakan kisah hidupnya yang pernah ditipu oleh sahabat karibnya sendiri. Ia hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Ia tidak paham kenapa kejadian itu menimpa dirinya.


Natalie adalah orang yang sangat pandai bergaul. Banyak sekali teman-temannya itu sangat bahagia jika dekat dengannya. Apalagi ia sangat ramah sekali kepada mereka.


Sore itu memang dihabiskan untuk mengoobrol. Beberapa saat kemudian datang Asmoro, Ian, Jacob dan Imron mendekati para gadis yang tertawa dengan bahagia. Mereka akan pergi ke perusahaan pada jam anak kaantor pulang.


"Aku pergi dulu ya. Kalian jangan pernah keluar malam-malam begini. banyak sekali orang jahat yang berkeliaran di jalanan," jelas Asmoro yang berpesan kepada mereka agar tidak keluar dari mansion.


Mereka berteriak serempak dan meninggalkan memeluk para pasangannya masing-masing, kecuali Imron. Hati Imron sangat miris sekali karena melihat teman-temannya tidak jomblo lagi. Beberapaa saat kemudian, Dilla datang dengan berteriak memanggil Imron. Imron pun menoleh dan menatapnya dengan penuh haru dan senyum.


"Dilla," sahut Imron yang merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Dilaa lamngsung memeluk Imron dan mendekapnya dengan erat. Ia seakan tidak ingin melepaskannya seperti yang lalu. Ia langsung berbisik sambik berkata, "Ternyata kamu ikut sang ketua kesini?"


"Memang aku ikut dengannya. Aku ingin sekali belajar hacker dari Kak Ian. Sampai saat ini Kak Ian enggak memberitahukannya. Alasannya sih sibuk," jelas Dilla.


Mereka hanya terkekeh meliaht kedua insan yang sangat merindu. Tujuan Asmoro membawanya kesini adalah untuk mengawasi jika si kembar tidak akan kabur dari mansion ini. Asmoro memang tidak memanggil Firda ataupun Sinta.Karena mereka beerdua sedang menjalani tugas kedokteran dari Raka maupun Ibra. Suatu hari nanti mereka akan berguna bagi orang-orang sekitarnya. Bahkan mereka ingin menolong sesamanya.


"Dilla," panggil Asmoro.


"Iya tuan," sahut Dilla.


"Tunggu disini. Jangan mereka biarkan keluar. Mereka harus stay disini. Kamu tahukan kalau diuar sana banyak sekali orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuat mereka celaka. Aku juga akan melepaskan kedua anjingku. Aku sudah mengaktifkan semuanya sistem keamanan di rumah ini," jelas Asmoro.


"Baik Tuan," balas Dilla dengan serius.


"Oh... ya... Leon dan William akan berada disini. Mereka tidak akan kemana-mana.Mereka akan menjadi koki kalian untuk memasakan menu untuk kalian," sambung Asmoro.


"Siap," balas mereka dengan serempak.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan para wanita. Mereka akan melakukan sidak dan mengecek semua berkas-berkas yang ada. Asmoro ingin tahu semua apa yang telah terjadi selama ini.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya Asmoro yang sengaja mengajaknya ke gudang senjata.


"Siap," jawab mereka serempak.


"Pilihlah semuanya. Aku tahu di perusahaanku banyak sekali mata-mata dari pihak lawan," celetuk Asmoro yang menyuruh mereka memilih senjata yang epic untuk berjaga-jaga.


"Apakah itu benar?" tanya Jacob.

__ADS_1


__ADS_2