Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kedatangan Tiga Kurcaci.


__ADS_3

Memang mereka memilih untuk diam sementara. Karena mereka membiarkan hidup terlebih dahulu. Jika sudah waktunya kemungkinan besar mereka akan diburu oleh Agatha dan juga Asmoro.


Dua pria paruh baya ini sangat pintar sekali. Jika membalikkan keadaan. Ditambah lagi dengan jebakan yang akan dilakukannya. Oleh karena itu mereka melihat Tutik dan Patty dari jauh.


Lalu bagaimana dengan Stella dan Anita? mereka berdua sudah membuat strategi jitu. Mereka sudah memiliki hati yang keras sekeras batu. Bahkan mereka tidak akan goyah sekalipun, jika Tutik dan Stella akan menghajarnya.


"Sebentar lagi akan ada pembagian sembako?" tanya Tutik.


"Sembako dari mana? Memangnya ada?" tanya Patty.


"Apakah kamu tahu siapa keluarga Snowden?" tanya Tutik balik.


"Keluarga Snowden bukannya keluarga konglomerat? mereka memiliki aset banyak dimana-mana," jawab Patty.


"Apakah kamu ingin merusak rumah tangganya?" tanya Tutik.


"Oh... maaf ma. Aku tidak berani merusak keluarga Snowden," jawab Patty yang mulai ketakutan.


"Kamu bisa mendapatkan keuntungan jika kamu bisa merusak rumah tangga mereka. Kamu buang istrinya Marin Snowden. Kamu nikahi dia. Kamu akan menjadi nyonya muda di keluarga Snowden," jelas Tutik.


"Oh... Mama benar juga. Aku punya rencana ma," ujar Patty yang tiba-tiba saja memiliki rencana.


"Rencana apa?" tanya Tutik.


"Rencana dimana aku membuat video klarifikasi tentang ayah bayi ini," jawab Patty.


"Lalu kamu mau ngapain?" tanya Tutik yang tidak paham.

__ADS_1


"Mama harus paham dengan rencana ini. Aku akan live dan menunjukkan hasil alat tes kehamilan. Lalu aku bilang Martin Snowden adalah papa kandungnya calon bayiku," jawab Patty yang membuat Tutik setuju.


Apakah mereka tidak tahu kalau Martin sudah mengetahui kedoknya? Apakah bisa Patty membuat Alibi? Inilah yang menjadi pertanyaan buat Patty sendiri.


Di apartemen Asmoro, ketiga kurcaci milik Alexa sudah datang. Mereka sudah menurunkan ketiga kurcaci itu. Lalu mereka terkejut dengan sosok pria yang bisa dikatakan usianya sudah senja. Mereka melihat seksama wajah pria itu.


Lalu bagaimana dengan sang pemilik wajah? Yamato sang pemilik wajah tersebut hangat kepada mereka. Pria itu jongkok sambil merentangkan kedua tangannya itu menyambut mereka.


"Hey.. kemarilah kalian. Apakah kamu sudah lupa dengan kakek?" tanya Yamato.


"Kakek," seru Sean yang berlari diikuti oleh Edward dan Scarlett.


Mereka langsung menubruk Yamato lalu memeluknya. Mereka juga berkata kalau dirinya sangat merindukan kakek Yamato.


Mata Adelia dan Ian membulat sempurna. Bagaimana bisa ketiga kurcaci milik Alexa mengenalnya? Mereka seakan tidak percaya apa yang dilihatnya itu.


"Kok mereka sangat akrab sih sama kakek Yamato?" tanya Ian.


"Lebih baik aku tanyakan sama Kak Asmoro," ucap Ian.


"Sepertinya kalian tidak harus mencari informasi dari Asmoro," seru Yamato.


"Emangnya kenapa kek? Apakah kakak mengenal mereka semuanya?" tanya Adelia yang sangat penasaran sekali.


"Ya aku sangat mengenalnya. Mereka adalah putra-putri dari Alexa ya kan?" tanya Yamato yang masih memeluk ketiga anak itu.


"Itu benar," jawab Adelia.

__ADS_1


"Kamu tahu kenapa aku bisa dekat dengan mereka?" tanya Yamato.


"Aku tidak tahu kek," jawab Adelia dengan jujur.


"Lebih baik aku jelaskan sekarang. Kakek memiliki rumah utama di Yokohama Kakak ingin ada seseorang yang mendesain rumah utama tersebut. Ketika kakek sedang mencari seseorang untuk mendesain. Tiba-tiba saja kakek melihat desain dari Alexa di internet. Kakek jatuh cinta pada desain itu. Akhirnya Kakek menghubunginya dan menyuruhnya datang ke Tokyo. Kami bernegosiasi hingga menemukan harga yang cocok. Akan tetapi Alexa meminta untuk mengajak putra-putrinya ini. Karena di Jakarta tidak ada orang yang menjaganya. Lalu aku mengiyakan saja dan menyuruhnya tinggal di rumah utama. Awalnya dia menolak sebab mengganggu kenyamanan kakek saat itu. Kakek bilang gak jadi masalah. Meskipun damai dengan anak-anak Kakek sangat menyukainya. Lalu Alexa mengejek mereka ke rumah utama. Mereka sangat sopan dan menurut kepada Alexa. Ditambah lagi mereka dijaga oleh para pengawalnya. Mereka tidak membuat ulah sama sekali. Mereka sering sekali bermain dengan para pengawalnya itu. Setiap mereka tertawa, kakek merasakan rumah yang dulu sepi menjadi ramai. Singkat cerita kakek sudah menganggapnya cucu sendiri. Saat Alexa mendesain di sanalah banyak keceriaan yang membuat para pekerja dan pelayan sangat bahagia dan tersenyum. Itulah kenapa kakek mengenalnya dengan baik," ungkap Yamato dengan membeberkan sejumlah fakta.


"Begitu ya kek? Rencananya kami ingin mengajak mereka ke apartemen papa. Berhubung ada kakek dan papa. Kami membatalkannya dan mengalihkan ke apartemen Kak Asmoro," jelas Adelia yang merasa hatinya sangat lega sekali.


"Tidak apa-apa. Kamu bawa saja ke apartemennya Agatha. Mereka juga tidak rewel dan sangat lucu. Untung saja mereka teringat padaku," ucap Yamato dengan senyum hangatnya.


Itulah kisah pertemuan antara Yamato dan juga ketiga kurcaci Alexa. Yang di mana mereka adalah anak-anak yang manis dan penurut.


Sedangkan Alexa sendiri, Alexa sekarang fokus pada desain. Alexa mulai melebarkan sayapnya ke Asia. Banyak sekali pelanggan-pelanggan yang ingin mengejarnya untuk mendesain sebuah ruangan ataupun rumah dan lainnya. Meski begitu Alexa sendiri tidak terlalu mengambil semuanya. Alexa sengaja memilih agar dirinya dan juga putra-putrinya nyaman. Jujur selama ini Alexa jarang sekali memakai perawat bayi. Maka dari itu Alexa adalah wanita yang bisa dikatakan tangguh dan juga strong.


Siang itu mereka menghabiskan waktu bercanda dan tertawa. Yamato yang biasanya tidur siang malah mengajak Sean berdebat tentang ilmu politik. Yamato terkejut dengan kelebihan Sean. Meskipun Sean berusia tujuh tahun, Sean memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


Stella yang melihatnya sangat pusing sekali. Ia tidak menyukai hal-hal yang berbau politik. Akan tetapi setelah mengagumi Sean. Pertama kali melihat Sean, Stella sudah merasakan Sean sangat berbakat sekali. Sangking berbakatnya sudah bisa mengajak orang-orang berdebat.


Sementara itu Asmoro menarik Ian masuk ke dalam ruangan kerjanya. Mereka melihat Leon yang sedang asyik mengotak-atik laptopnya. Lalu Asmoro dan Ian memutuskan untuk duduk.


"Ada apa?" tanya Asmoro.


"Ini sangat gawat sekali. Produk-produk yang akan diimpor sudah kami cek semuanya. Mereka sengaja mencampurkan bahan-bahan adiktif ke dalam kue tersebut. Jika kita mengkonsumsi kue-kue itu bisa mengakibatkan halusinasi parah," jawab Leon.


"Apakah semalam kamu menyelidikinya?" tanya Ian.


"Iya Kak. Kami memang sengaja menyelidikinya. Jujur... Kami terkejut. Karena kue-kue itu mengandung zat yang berbahaya. Setelah selesai melakukan penyelidikan, kami sengaja pergi ke markas. Kami melakukan introgasi kepada kedua pria itu. Kami sengaja menyiksanya hingga mereka mengakuinya. Mereka disuruh oleh John untuk menghancurkan perusahaan kita," jawab Leon yang membuat mereka terkejut.

__ADS_1


"Bisa-bisanya John melakukan hal itu. Saatnya kita akan merebut Kurumi dari tangan John," jelas Asmoro.


"Apakah kakak serius melakukannya?" tanya Leon.


__ADS_2