Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Antara Kurumi Company Atau Ayashi Groups.


__ADS_3

"Bagaimana dengan singa yang telah kamu minta itu? Bukannya anak singa itu sangat lucu sekali?" tanya Asmoro.


"Ah iya aku hampir lupa. Baiklah... Aku menunggu kakak saja membawa singa itu ke sini," jawab Stella.


"Bagaimana dengan pekerjaan di kantor?" tanya Asmoro sambil menatap Agatha.


"Sebenarnya masalah di kantor sudah selesai. Yang namanya Patty sudah tamat riwayatnya. Pak Kevin sudah dikeluarkan sama Gio dari kantor. Banyak karyawan maupun karyawati sangat bersyukur sekali. Beberapa karyawan lama akan dipanggil oleh Alexa maupun Martin. Mereka akan menduduki kantor baru yang berada di Surabaya. Atau juga Gio ingin mutasi beberapa karyawan baru ke tempat yang berbeda. Semuanya itu terserah dengan Gio. Aku hanya menurutinya saja," jelas Agatha.


"Sebenarnya aku juga memiliki rencana seperti itu. Dua tahun ke depan, aku sepakat dengan Gio maupun Martin. Kesepakatan itu menghasilkan banyak pekerjaan. Kami ingin membangun beberapa cabang perusahaan di negara ini. Selain itu juga kami akan membangun di daerah Asia. Karena bangsa pasarnya boleh dan penggemar makanan kering yang sudah aku hasilkan sangatlah menguntungkan sekali," jelas Asmoro.


"Apakah kamu ingin membeli semua resepku? Aku sudah tidak mau membuka lagi Kurumi Aku ingin fokus pada jasa ekspedisi. Kurumi akan berganti nama dengan Ayashi," ucap Agatha.


"Kalau aku boleh usul. Lebih baik kembangkan saja. Lalu Kurumi dimasukkan ke pusat dengan berganti nama atau tidak. Itu semuanya terserah papa saja," Asmoro memberikan sebuah saran kepada Agatha.


"Bagaimana dengan papa?" tanya Agatha sembari menatap wajah Yamato.


"Itu semuanya terserah kalian. Mau kamu bangun lagi atau tidaknya. Kurumi nasibnya di tangan kamu," jawab Yamato yang sengaja membiarkan Agatha berpikir.


"Kalau saran Stella lebih baik Kurumi berdiri dengan lisensi Ayashi Group. Sayang banget kalau ditutup dan tidak dikembangkan. Apalagi Stella melihat banyak persentasi orang yang menkonsumsi. Di negara ini sangatlah besar peminatnya. Kalau di luar aku belum melihatnya," jelas Stella.


"Yang dikatakan oleh Stella itu benar. Kurumi benar-benar di atas angin. Mungkin ini karena kebaikan kalian dan sering menggratiskan makanan buat orang yang sangat membutuhkan di pinggir jalan," ucap Asmoro yang membuat Yamato terkejut.


"Apa itu benar?' tanya Yamato.


"Setiap minggu Papa Agatha sering membagikan banyak makanan buat anak-anak dan anak yang membutuhkan,"' jawab Asmoro.

__ADS_1


"Jika banyak yang membutuhkan produk dari Kurumi. Kenapa tidak kamu membangunnya kembali? Papa yakin semuanya akan kembali seperti semula. Setelah Kurumi berdiri, kamu bisa memasukkan Kurumi ke dalam perusahaan pusat. Nggak boleh ragu atas keputusanmu itu. Kita bangun Kurumi lagi lalu berikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan," jelas Yamato.


"Inilah yang membuat aku bingung pa. Apakah mereka masih mengejar Kurumi untuk saat ini? Jujur aku sendiri masih ragu ketika mendirikan perusahaan tersebut," tanya Agatha.


"Semuanya nggak jadi masalah. Kenapa kamu ragu dengan keputusanmu tersebut? Kita harus mempunyai tujuan ketika membangun Kurumi kembali. Pikirkanlah orang-orang yang berada di sekitaran kita maupun di luar negeri. Kalau ada rezeki lebih maka kita bisa membagikan produk Kurumi kepada orang yang sangat membutuhkan," jawab Asmoro.


"Papa tenang saja. Soal mereka biar aku yang urus. Mereka sekarang sudah menjadi butiran debu. Yang di mana butiran debu itu bisa diterbangkan kembali oleh angin," pinta Stella agar sang papa tidak terlalu khawatir dengan dirinya.


"Kamu jangan khawatir sama papa. Selagi mereka tidak membuat ulah, mereka akan selamat dari cengkraman papa sendiri. Mereka sudah lemah dengan keadaannya. Kamu tidak perlu takut lagi ketika keluar dari sini," ucap Agatha.


"Hehehe... Besok hari libur. Aku akan mengajak Kekasihku belanja," ledek Stella sembari menatap Asmoro dengan tengilnya.


Asmoro menatap tajam ke arah Stella. Ia sangat kesal sekali dengan pernyataan dari Stella. Bisa-bisanya sang istri mengatakan seperti itu? Inilah yang membuat Asmoro menjadi geram.


Suasana di ruangan keluarga sangatlah horor. Bulu kuduk Adelia bersama Hatori mulai berdiri. Mereka saling menatap dan menghela nafasnya sambil berdiri.


"Aku ikut Kak." seru Adelia yang mendekati Hatori.


"Aku akan mengajak kamu pergi ke pusat perbelanjaan. Sebentar lagi teman kantorku akan menikah. Aku sendiri bingung mau memberikan sebuah kado," ajak Hatori.


"Apakah para petinggi perusahaan akan diundang semuanya?" tanya Adelia.


"Seluruh karyawan yang berada di sana. Termasuk kekasih kamu dan Kak Asmoro," jawab Hatori.


"Sudah saatnya hubungan Kak Asmoro bersama Kak Stella harus diketahui oleh orang banyak. Mereka enggak boleh menutupi hubungan ini. Nanti akan ada efeknya," jelas Adelia.

__ADS_1


"Aku lihat mereka tidak ingin memamerkan hubungan ini. Karena yang aku tahu kalau Kak Asmoro adalah orang yang sangat tertutup sekali. Beliau ingin menunjukkan kalau hubungannya bersama Stella harus ditutupi. Agar Kak Asmoro bisa membuat Stella nyaman," jelas Asmoro.


"Hmmp... baiklah. Aku ingin melihat Kak Stella baik-baik saja dan bahagia bersama Kak Asmoro. Meskipun beliau dulunya sangat dingin sekali dan tidak memperdulikan wanita. Bahkan mereka menyebutnya kulkas berjalan," jelas Adelia.


"Apakah itu benar?" Tanya Hatori yang baru mengetahui sifat asli Asmoro.


"Ya itu benar. Kamu seakan tidak percaya dan mengenal siapakah Asmoro sebenarnya. Aku sendiri ketika berdekatan dengannya. Jiwaku ini seakan terpasung dalam wilayah yang tidak bisa disentuh sama sekali," jawab Adelia.


"Apakah saat itu kamu jatuh cinta?" tanya Hatori.


"Kenapa aku jatuh cinta sama orang seperti itu? Jujur aku tidak menyukai tipe pria seperti itu. Lebih baik aku memilih Kak Ian saja. Kak Ian adalah seorang pria penyabar yang baik terhadap mama," jelas Adelia.


Hatori baru sadar kalau Adelia mengungkapkan sebuah fakta tentang adik iparnya itu. Bahkan ia langsung menatap wajah Adelia sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah itu Hatori mengajak Adelia pergi ke sebuah perbelanjaan. Sedangkan Stella berdecak karena ulah Asmoro. Bagaimana tidak? Asmoro yang memiliki jiwa santai dan tidak terburu-buru sekarang cemburu. Bahkan hatinya sangat panas ketika sang istri akan pergi bersama kekasihnya.


Untung saja Agatha dan Yamato sudah menyingkir dari sana. Kedua pria berbeda generasi itu sengaja tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga Stella.


"Siapa kekasihmu sekarang?" tanya Asmoro yang menatap tajam ke arah Stella.


"Kakak ini sangat aneh sekali. Kekasihku itu hanya satu. Kekasih sekaligus suami. Apakah kakak paham tentang istilah kekasihku itu?" tanya Stella balik.


Asmoro menganggukkan kepalanya sambil menahan malu. Iya tidak menyangka kalau Stella sudah menganggapnya sebagai kekasih. Bahkan Asmoro sendiri kebingungan dan membiarkan dirinya mengusap wajahnya berkali-kali.


"Kalau begitu nanti malam kita berolahraga lagi ya," pinta Asmoro.

__ADS_1


Mata Stella langsung melotot sempurna. Ia seakan memegang pedang dan menghunuskan ke leher Asmoro. Lalu Asmoro hanya bisa tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Aku capek tahu. Perjalanan dari Manchester ke Jakarta sangat melelahkan sekali," kesal Stella yang meninggalkan Asmoro sendirian.


__ADS_2