
Asmoro segera turun ke bawah dan mencari keberadaan apartemen milik Agatha.Setelah menemukan apartemen milik Agatha, Asmoro menghubungi Adelia untuk segera keluar agar membawakan baju Stella.Adelia pun menuruti keinginan Asmoro.Sebelum keluar Adelia membawakan beberapa baju milik Stella.Namun tak disangka Anita melihat Adelia yang sedang mengobrak-abrik lemari Stella.Anita segera mendekati Adelia dan bertanya, “Ada apa?Kok kamu memberantakin baju milik kakakmu sih?”
“Saya sedang mencari baju buat Kak Stella ma.Katanya Kak Asmoro, Kak Stella sedang sakit.Dia tidak bisa ke sini dan diwakilkan oleh kak Asmoro.Sekarang Kak Asmoro berada di depan apartemen,” jawab Adelia yang membungkus baju itu ke dalam kantong kertas.
Anita tersenyum manis dan mengetahui apa yang telah terjadi pada Stella.Lalu Anita pergi meninggalkan Adelia dan membukakan pintu ke Asmoro.Kemudian Anita melihat wajah Asmoro yang sedang berseri-seri.Lalu Anita menyapanya, “Asmoro.”
"Mama?"pekik Asmoro yang terkejut karena di depan ada mama mertuanya.
“Kenapa kamu tidak masuk saja?”tanya Anita yang mempersilahkan asmara masuk.
“Nanti dulu bu.Aku harus mengambil baju itu biar Stella tidak kedinginan.Stella sedang mandi, makanya aku tinggal sebentar kesini,” jawab Asmoro.
Tak lama Adelia keluar dengan membawa paper bag.Adelia menyodorkan paper bag itu ke Arah Asmoro.Asmoro pun akhirnya meraih paper bag itu dan merasa terima kasih.Kemudian ia berpamitan dan langsung melesat ke apartemennya itu.
“Apakah mama tahu apa yang terjadi malam tadi?Semoga saja istri kecilku itu tidak mengatakan apapun kepada mamanya itu.Nanti aku bisa dihajar oleh papanya yang galak.Jika cerita habislah aku,” batin Asmoro yang masuk ke dalam apartemen dan menuju ke dalamnya.
Asmoro segera menaruh paper bag itu di atas menambahkan.Ia senang pintu toilet dan berteriak, “Apakah kamu sudah selesai mandinya sayangku?”
Stella yang sedang berendam terkejut dengan suara Asmoro.Lalu telepon menyahutinya, “Saya hampir selesai.Sebentar lagi aku akan keluar dari toilet.”
“Kalau kamu sudah selesai.Panggil aku!Aku akan menggendongmu kembali,” teriak Asmoro hingga Stella terdengar.
“Baiklah,” jawab Stella yang masih berendam.
__ADS_1
Selang lima menit kemudian, Stella membilas tubuhnya dan memakai handuk kimono yang sengaja disimpan Asmoro di sana.Setelah itu Stella keluar dari sana.Ia melihat Asmoro sedang membaca berita di ponselnya itu.Diam-diam Sheila masuk ke dalam dan mengambil baju itu.
“Apakah kamu sudah selesai mandinya?”tanya Asmoro yang masih asik membaca tentang dunia bisnis dan harga saham di ponselnya itu dengan serius.
“Sudah selesai,” jawab Stella.
“Apakah sudah tidak sakit lagi?”tanya Asmoro.
“Sudah tidak sakit lagi,” jawab Stella yang lari ke toilet dan memakai bajunya itu.
Selang berapa menit kemudian, selesai memakai baju setelah keluar dan melihat Asmoro yang masih asik membaca berita di ponselnya itu.Ia menghempaskan bokongnya di kursi single.Namun Asmoro yang mengetahuinya mematikan ponselnya dan menatap wajah Stella.Kemudian Asmoro pasang-nepukan Mbak di sampingnya yang masih kosong itu.Terpaksa Stella berganti tempat dan duduk mendekati Asmoro.
“Apakah kamu tidak bekerja?”tanya Stella.
“Memangnya bagaimana menjadi suami yang baik?”tanya Stella sambil menatap wajah Asmoro.
“Sepertinya aku tidak perlu menjelaskan kepada kamu.Saya langsung praktikkan saja.Sebab saya sendiri tidak mengerti teori yang harus saya mengerti,” jawab Asmoro.
“Ya sudah kalau begitu.Aku akan membereskan kekacauan semalam,” tunjuk Stella ke arah menambahkan itu.
“Astaga... Aku tidak percaya bisa merusak kebersihan di situ.Jika ada Leon di sini, dia akan mengomel habis-habisan.Aku tidak menyangka hal ini bisa terjadi sebegitu parahnya,” ucap Asmoro sambil tersenyum dan menahan tawanya.
“Memangnya selama ini siapa yang membersihkan apartemen di sini?”Stella yang berdiri menuju ke sisinya bertanya.
__ADS_1
“Leon yang membereskan semuanya di sini.Di ruang tamu sering terjadi pertemuan antara Leon dan lainnya di sana.Jika mereka membuat berantakan ruang tamu.Merekalah yang membersihkan ruangan itu.Saya jarang sekali bersih-bersih.Karena jadwal menumpuk sekali.Saya bisa saja pergi ke Eropa dalam waktu berdekatan.Ditambah lagi aku bisa mengerjakan tugasku di kantorku sendiri.Itulah kenapa aku tidak sempat sekali membersihkan apartemenku itu.Dengan terpaksa aku menyuruh penjaga-pengawalku yang membersihkannya.Selain itu mereka rela membersihkan rumah ini dengan mencari tambahan untuk para istri,” jelas Asmoro.
“Jadi kamu nggak perlu pelayan lagi?kalau biasanya rumah atau apartemen dibersihkan oleh pelayan,” ucap Stella.
“Aku nggak perlu memanggil mereka.Karena tempatku ini sangat privasi sekali.Hanya para penjagaku saja yang tahu apa isinya di dalam,” jawab Asmoro yang menaruh ponselnya di meja.
“Lalu bagaimana dengan aku?”tanya Stella yang melempar bantal guling Asmoro ke lantai.
“Itu cerita lain lagi.Kamu bukan pelayanku.Tapi Kamu adalah istriku.Kamu tidak apa-apa membersihkan tempat ini.Karena apartemenku adalah tempat tinggalmu.Cepat atau lambat saya akan membeli sebuah rumah.Agar kita bisa melihat dan berkumpul sama orang-orang.Aku tahu kamu orangnya sangat menjunjung tinggi apa kata sosialisasi tersebut.Maka dari itu aku ingin membuatmu nyaman di sampingku,” jelas Asmoro yang melihat Stella membersihkannya.
“Apakah ada bed cover lagi?”Stella yang tidak sengaja melihat ada bercak darah di bedcover tersebut.
“Ada... Bukannya Leon sudah mengganti bed cover itu beberapa hari yang lalu?Memangnya kotor ya?”tanya Asmoro sambil berdiri dan mendekati Stella.
“Ya... Tempatnya sangat kotor sekali,” Stella mulai mencerna apa yang telah terjadi pada tubuhnya itu.
Asmoro tidak sengaja melihat bercak darah di bed covernya itu.Pria bertubuh kekar itu tersenyum manis.Ternyata Stella adalah gadis yang masih tersegel dengan rapi.Entah kenapa dirinya benar-benar jatuh cinta kepada Stella.Dia tidak akan melepaskan Stella begitu saja.Ia akan mempertahankannya hingga ke titik penghabisan darah.Apakah ini yang dinamakan cinta kilat?Sepertinya tidak.Asmoro benar-benar mencintai dari dalam hati.Ia lupa akan menyanyikan mantan kekasihnya itu.Apakah dia sudah melupakan siapa sang mantan kekasihnya itu?
“Ternyata... Kamu masih segel ya?”tanya Asmoro.
“Iya aku masih segel.Saya belum pernah melakukan dengan siapapun.Apalagi dengan si dia yang telah mengecewakan aku.Saya bersumpah tidak akan memberikan mahkota kepada orang yang sudah membuat saya merasa sakit,” jawab Stella dengan jujur.
“Saya sangat beruntung sekali mendapatkanmu yang masih segel.Mulai saat ini kamu adalah wanitaku.Jangan pernah meninggalkan aku sedikit pun.Tetaplah bersamaku walau nanti banyak badai yang menerjang,” ucap Asmoro yang menatap wajah Stella yang ayu meski tanpa memakai make up.
__ADS_1