
Manchester Inggris.
Stella yang sudah berbaring sedang memainkan ponselnya. Tiba-tiba saja ia teringat pembicaraan dengan Adelia. Ia pun berpikir sejenak dan mengingat kata-kata tersebut.
Tak selang berapa lama, datang Asmoro dengan membuka jaketnya. Stella tidak sengaja menatap tubuh Asmoro yang memakai t-shirt dengan ketat. Dirinya tersenyum sambil mengagumi ciptaan Tuhan tersebut. Betapa seksinya sang suami di matanya. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Asmoro sangat menjaga kebugaran tubuhnya.
Bahkan seminggu dua kali Asmoro menyempatkan diri nge-gym bersama sang asistennya. Stella tidak menyangka, kalau dirinya berjodoh dengan Asmoro.
"Ada apa kamu senyum begitu?" tanya Asmoro sambil membuka bajunya itu lalu menghempaskan tubuhnya di ranjang sebelah Stella.
"Aku tidak tersenyum. Tapi Aku mengagumi tubuh indahmu itu,'' jawab Stella dengan jujur.
''Kalau kagum Kenapa kamu tersenyum? Kamu ini sangat aneh sekali buat aku,'' tanya Asmoro yang jujur sambil memegang p*ha Stella.
"Memangnya aku nggak boleh tersenyum ketika mengagumi tubuh indahmu itu? Jarang sekali pria berusia tua sangat menjaga kesehatannya maupun kebugaran tubuhnya. Apalagi kamu sudah membentuk tubuhmu sangat indah,'' jawab Stella dengan jujur hingga membuat Asmoro melayang jauh ke angkasa.
''Aku memang sengaja membentuk tubuhku seperti ini. Seminggu aku selalu nge-gym bersama asistenku. Kamu tahu kenapa aku melakukannya? Karena aku ingin memiliki tubuh sehat dan kuat,'' jawab Asmoro sambil menatap wajah Stella.
"Ya aku sangat beruntung sekali mendapatkanmu. Terima kasih telah menjaga tubuh indahmu itu. Apakah kamu sudah siap malam ini?'' tanya Asmoro yang membuat Stella membulat kedua bola matanya.
''Sepertinya aku sudah siap. Apakah kamu ingin bermain denganku malam ini?'' tanya Stella sambil tersenyum manis.''
''Aku sudah siap. Aku tidak apa-apa untuk melakukannya malam ini. Sepertinya kamu sudah tidak sabar untuk menggendong seorang bayi,'' jawab Asmoro sambil tersenyum devil.
__ADS_1
"Tapi sebelumnya, Aku ingin bertanya sesuatu,'' pinta Stella yang membuat Asmoro menganggukkan kepalanya.
''Bertanyalah selama kamu ingin bertanya. Apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku?'' tanya Asmoro yang memegang ponsel Stella dan menaruhnya di atas nakas.
''Setelah ini, Kamu akan tinggal di mana? Apakah kamu akan tinggal di Indonesia? Atau kamu tinggal di sini? Mengingat kota ini adalah kota kelahiranmu,'' tanya Stella balik.
''Kemungkinan besar aku akan pensiun dan tinggal di sini bersamamu. S&T Company akan aku gabungkan dengan Taurus Corps atau Snowden Group. Sebenarnya aku sendiri memiliki perjanjian sama mereka. Jika aku sudah menikah, aku boleh kembali ke negaraku. Karena sebelum mendapatkan kamu, mereka takut karena aku tidak ada yang merawat,'' jawab Asmoro sambil membuka kancing baju Stella.
''Oh jadi itu keputusannya. Ya sudah kalau begitu. Aku akan menurut pada kamu untuk tinggal di sini. Aku ingin menjadi istri yang berbakti untukmu,'' pinta Stella yang membuat Asmoro tersenyum manis.
''Okelah. Setelah semuanya selesai, aku akan melepaskan asistenku itu. Aku ingin dia hidup bahagia. Selama ini Ian tidak pernah merasakan kebahagiaan. Hidupnya selalu terguncang karena masalah keluarganya. Ketika orang tuanya sudah meninggal, tidak ada satupun keluarganya yang lain mau menerimanya dan merawat dia. Aku menemukannya di jalanan. Lalu aku bawa ke Papa James. Di sana papa angkatku merawatnya dengan sepenuh hati. Hingga akhirnya, Ian berkembang sampai saat ini,'' jelas Asmoro yang berhasil membuka baju Stella.
''Tapi aku merasakan ada sesuatu yang janggal. Kak Ian kehilangan kedua orang tuanya bukan untuk karena meninggal. Suara hatiku mengatakan, kalau Kak Ian kedua orang tuanya dibunuh oleh seseorang. Dan sampai saat ini pembunuhan itu masih misteri,'' ungkap Stella.
''Ah rasanya itu tidak mungkin. Aku yakin orang itu sangat pandai berkata-kata manis dan menghilangkan jejaknya dengan cepat. Sepertinya dia bukan pembunuh abal-abal. Tapi dia adalah pembunuh profesional,'' ujar Stella yang menganalisis keadaan.
''Nanti aku akan mencari informasinya. Tapi nggak sekarang, aku masih banyak pekerjaan. Setelah itu kita akan menunggu gerhana bulan total. Di saat ada gerhana bulan total, kita bisa membumihanguskan sang pemilik cairan biru itu. Dengan begitu masalah ini akan selesai. Dan kita bisa hidup tenang tanpa harus merusak Citra mafia," jelas Asmoro.
"Oke aku setuju. Ayolah kita bermain. Aku sudah lama tidak bermain denganmu,'' pinta Stella yang membuat Asmoro semakin semangat.
Malam itu juga, Asmoro langsung menghajar Stella. Hal ini yang membuat Asmoro bahagia dalam hidupnya. Target untuk saat ini, Asmoro dan Stella ingin mendapatkan anak dengan cepat. Itulah kenapa Asmoro selalu saja menghajar Stella.
Sementara Adelia sedang duduk di dapur. Ia lalu mengirimkan pesan kepada sang kekasihnya itu. Bahwa malam ini, Ian sudah berjanji akan membawa Adelia berjalan-jalan.
__ADS_1
Tak selang berapa lama, Ian bersama William dan Leon datang menghampiri Adelia. Ian meminta maaf karena lama untuk mengunjunginya.
"Maaf ya Yang. Aku lama. Nih gara-gara dua orang, aku ditahan oleh mereka. Mereka ingin ikut berjalan-jalan sama kita,'' ucap Ian sambil menatap Adelia dengan penuh ketakutan.
''Tidak apa-apa. Lagian ini bukan waktu untuk berkencan. Ajak mereka agar tidak kesepian di mansion mewah ini,'' pinta Adelia yang membuat Ian menatap mereka berdua dan ingin menghajarnya satu persatu.
''Asem tenan wong iki. Uwong arepe pacaran malah diganggu,'' kesal Ian di dalam hatinya.
"Jangan begitu kak. ajaklah mereka agar tidak kesepian di mansion ini. Kak Sheila dan Kak Asmoro sedang bercocok tanam di dalam kamarnya. Aku tidak berani mengganggunya. karena Kak Asmoro adalah ketua mafia paling kejam,'' ucap Adelia sambil tersenyum manis dan melirik kedua orang itu.
Dengan terpaksa, Ian mengajak mereka untuk pergi dari mansion itu. Ian tidak mengajak mereka ke pusat perbelanjaan. Sebelum berangkat, Ian sudah mencari hiburan murah dan mengasyikkan buat sang kekasih.
"Ayo kita pergi,'' ajak William dengan semangat hingga membuat Ian wajah masam.
Mereka akhirnya meninggalkan mansion dan mengajak beberapa pengawal lainnya. William dan Leon sadar diri, jika mereka akan berkencan untuk menghabiskan waktu malam ini.
Sedangkan Asmoro dan Stella langsung mencoba berbagai macam gaya. Mereka sangat bersemangat sekali menikmati berbagai macam gaya itu. Asmoro yang tidak mengenal wanita akhirnya nyaman dengan Stella. Meskipun usianya muda, Stella bisa mengimbangi permainan Asmoro yang ganas itu.
Jakarta Indonesia.
Patty yang tidak terima dengan keputusan Hatori sangat marah sekali. Bisa-bisanya ia dipecat dengan tidak hormat. Ia akan mencari cara agar bisa masuk ke dalam perusahaan itu. Dengan terpaksa Patty akhirnya menemui Pak Kevin.
"Sayang,'' panggil Patty dengan merengek manja hingga membuat Pak Kevin semakin bersemangat untuk melemparkannya ke atas ranjang.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Pak Kevin sambil tersenyum manis.