
"Itu benar apa yang kukatakan," jelas Asmoro.
"Sebenarnya ada yang salah dengan masalah ini. Itu nggak mungkin jika sandwich dicampur dengan obat tidur. Kemungkinan besar semalam Kakak begadang dengan lainnya demi membuat rencana tentang perusahaan ke depannya. Bukankah kakak sering melakukannya?" tanya Stella.
"Apakah kamu tidak merasa kalau di sampingmu ada aku yang sedang tidur dan memelukmu dengan erat?" tanya Asmoro yang membuat Stella berpikir ulang.
"Masa iya sih. Aku kan tidur Kak. Aku nggak merasa ada yang memelukku. Kakak kan sering begadang malam-malam demi mencari inspirasi untuk memecahkan sebuah masalah perusahaan tersebut?" tanya Stella balik.
"Bagaimana ini? Keempat tersangka tidak akan pernah mengakui kesalahannya. Mereka akan berkilah hingga kita tidak mendapatkan jatah makan malam," celetuk Asmoro yang membuat keempat pria itu pun hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.
"Kalau begini caranya ya habislah aku. Yang namanya Klan Kanagawa tidak akan pernah bisa dilawan," ucap Leon dalam hati yang tidak ingin ikut campur dalam masalah ini.
"Okelah kalau kalian nggak mengakui kesalahan. Kalian tahu tragedi sandwich itu sangat menyakitkan buat kami. Bukannya masalah selesai malah menambah masalah. Kalian harus mendapatkan hukuman dari mereka kecuali Stella," jawab Asmoro yang memutuskan Stella tidak akan dihukum sama mereka.
__ADS_1
"Kalau begitu malam ini kakak tidak boleh tidur di sampingku lagi selama beberapa hari ke depan. Kakak harus tidur bersama para pria lainnya. Kami akan tidur bersama tanpa ada gangguan siapapun," ucap Stella yang sudah mulai menantang Asmoro.
Jederrrrrrr.
Bagai suara petir di malam hari. Asmoro langsung beringsut ketakutan. Ini adalah perintah horor keluar begitu saja dari mulut sang istri. Rencananya malam ini dirinya akan bercocok tanam agar cepat memiliki keturunan. Akan tetapi sang istri sudah mengeluarkan perintah yang sangat dibencinya itu.
Ya ketua mafia itu yang memiliki kesadisan seperti iblis tidak bisa disentuh sama sekali. Namun sekarang ia menjadi kucing yang habis kecebur kolam. Ia tidak berani menatap sang istri dan makan dengan tenang.
Semua orang yang makan di sana hanya bisa bergidik ngeri. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Asmoro. Ketika Stella sudah mengambil alih semuanya, Asmoro langsung kalah telak dari Stella. Ia tidak bisa membayangkan jika terjadi perang di dalam mansion ini. Bisa-bisa mansion ini akan hancur karena ulah mereka berdua.
"Ternyata Klan Kanagawa tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Jangankan Black Horizon, Exodus pun tidak bisa melawan Klan Kanagawa. Jujur ini sangat menyeramkan bagi kami. Jika kami melawan Klan itu," jelas Natalie yang masuk ke dalam kamarnya.
"Sebenarnya Aku tidak berbuat kejam sama Kak Asmoro. Aku tidak mau diinjak-injak oleh kak Asmoro begitu saja. Tujuanku tadi pagi itu sangat baik buat Kak Asmoro. Kenapa juga dia melarangku untuk hal ini? Masalah ini tidak boleh diperpanjang hingga esok hari. Sekarang masalah ini harus selesai dan Kak Asmoro pulang ke rumah pamannya. Jujur pamannya tidak bermaksud jahat kepada Kak Asmoro. Kalau dia berbuat jahat kenapa nggak dari dulu untuk menghancurkan usaha milik Kak Asmoro? Beliau hanya ingin meminta perhatiannya saja. Anak-anaknya sudah dewasa dan menikah. Mereka juga tidak akan tinggal di kota ini. Makanya beliau sangat kesepian sekali di kota ini. Soal finansial beliau tidak pernah kekurangan apapun dari anak-anaknya maupun Kak Asmoro. Mereka selalu memberinya lebih banyak. Mereka adalah anak-anak yang sangat patuh sekali Kepada beliau. Lalu apa salahnya jika aku menghukumnya seperti itu? Seharusnya Kak Asmoro paham apa yang telah terjadi pada pamannya itu. Jangan asal menuduhku saja. Memang cara ini sangat salah. Kita sudah menambahkan obat tidur di sandwich itu. Tapi mau bagaimana lagi. kita nggak bisa keluar dari mansion ini untuk melakukan hal apapun. Ketika Kakak cerita tentang gangster milik kakek itu. Kemanapun aku aman sebenarnya. Begitu juga dengan Adelia. Kakak pasti memberikanku pengawal bayangan dari Klan Kanagawa. Ditambah lagi dari Kak Asmoro. Jadinya semuanya akan clear. Aku harap kalian mengerti atas apa yang telah ku kerjakan," jelas Stella yang membuat Natalie tersenyum.
__ADS_1
"Seharusnya kita cerita tentang masalah ini. Kakak juga nggak seharusnya melemparkan hukuman seperti itu. Bagi pria hukuman itu sangat menyeramkan sekali. Karena para pria akan menjadi horor ketika mendengar hukuman seperti itu. Saranku lebih baik Kakak menceritakan semuanya. Agar Kak Asmoro tidak bersedih seperti itu. Aku tahu Kak Stella memiliki hati yang sangat lembut seperti kapas," ucap Adelia yang memberikan saran kepada Stella.
Stella sadar atas kebodohannya itu. Seharusnya ia tidak menghukum Asmoro dengan seperti itu. Mau tidak mau setelah keluar dari kamar Natalie dan mencari keberadaan Asmoro. Lalu Stella masuk ke dalam kamar dan melihat Asmoro sangat kacau sekali.
"Maafkan aku Kak. Aku nggak bermaksud berbuat jahat kepada kakak. Kakak tahu nggak? Masalah ini adalah masalah sepele. Bukan masalah sangat besar sekali. Aku sengaja melakukannya demi menolong kakak. Dan aku juga tidak suka dikurung seperti ini. Jadinya aku melakukan hal-hal yang kakak nggak mengerti itu," jelas Stella yang mendekati Asmoro sambil memeluknya dari belakang.
"Masalahnya bukan itu. Itu sangat bahaya sekali buat kamu. Kamu harus tahu siapa Boni sebenarnya. Dia adalah seorang ketua mafia dari Meksiko sana. Kamu nggak boleh melakukan hal-hal seperti itu," ujar Asmoro.
"Aku nggak takut Kak soal itu. Kakak belum tahu saja. Kalau yang namanya kebenaran harus ditegakkan. Nggak bisa dia ikut campur dalam masalah keluarga ini. Kakak tahu sebenarnya kakek Al hidupnya sangat menderita sekali. Beliau tidak pernah dan tidak bermaksud untuk menghancurkan usaha kakak. Beliau ingin Kakak mengajaknya ke Indonesia agar mendapatkan perhatian. Kakak nggak boleh keras kepala seperti itu sama Stella. Memang aku salah. Tapi aku harus membantu kakak untuk memindahkan masalah seperti ini. Terserah deh Kakak kalau mau marah nggak apa-apa. Aku terima," jelas Stella yang tidak memperdulikan sang suami marah besar.
"Kamu itu udah kebanyakan menderita. Aku nggak bisa membuat kamu bahagia untuk saat ini. Aku bukan pria yang baik. Aku juga bukan pria yang sempurna buat kamu. Aku tidak berhak marah kepadamu. Kamu adalah seorang pemimpin dari Klan Kanagawa. Klanmu itu bisa menghancurkan semuanya. Kamu bisa menghancurkan Black Horizon dalam waktu sekejap. Maka dari itu aku memilih untuk diam," ucap Asmoro.
"Kamu jangan kayak gitu Kak. Aku sangat mencintaimu. Cintaku itu tidak bisa dibalaskan dengan apapun. Aku memiliki cinta yang sangat tulus buat kakak. Kakak jangan marah. Aku hanya ingin membantu kakak saja. Aku juga tidak akan memakai Klan Kanagawa begitu saja demi mendapatkan keuntunganku sendiri. Aku bisa saja memakai Black Horizon. Tapi aku nggak mau Kak," bisik Stella yang mulai memegang tangan Asmoro.
__ADS_1
"Kenapa nggak mau?" tanya Asmoro.