Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Stella Yang Aneh.


__ADS_3

“Bukankah kardus itu akan diekspor besok pagi?” tanya Rinto.


“Tarik semuanya. Aku nggak mau barang itu keluar dari pabrik ini!” perintah Stella dengan tegas.


Ian dan Rinto langsung menatap wajah Asmoro. Asmoro hanya bisa mengedikkan bahunya. Ia hanya menunjuk Stella dan memilih untuk diam.


“Kamu jangan gila Stella! Besok pagi harus diekspor keluar,” ucap Ian yang memohon kepada Stella agar tidak menarik barang-barang itu.


“Kalau kamu nggak mau ya sudah. Cepat atau lambat jika anak-anak atau orang itu yang memakan biskuit kita, aku tidak bisa menanggungnya. Kalian harus menanggungnya sendiri. Perusahaan ini ditutup atau bertahan. Apakah kamu paham dengan maksudku?” ucap Stella sambil bertanya balik ke arah mereka.


“Kamu pikir aja sendiri. Kalau aku pasti akan menariknya semua. Kita harus memikirkan jangka panjang dan usia pabrik ini. Jika barang itu beredar ke seluruh dunia. Bisa jadi mereka berencana menghancurkan kita,” jelas Stella yang memakai insting saja.


“Tarik semuanya. batalkan semuanya pengiriman barang ke beberapa negara Eropa besok. Jika ada yang keluar, maka aku akan memecatnya. Termasuk kamu dan kamu,” tunjuk Asmoro ke Ian dan Rinto.


Kedua pria itu langsung menelan salivanya dengan susah payah. Mereka mau tidak mau harus menuruti keinginan Asmoro. Hingga akhirnya mereka membatalkan lembur malam ini.


“Kalau begitu kita batalkan saja lembur pada hari ini. Jika sampai ada orang yang masuk ke sini. Kita bisa menangkapnya,” pinta Rinto.


“Hmmp... Lembur dibatalkan? Baiklah! Lakukanlah. Biarkanlah mereka beristirahat hingga waktu yang belum ditentukan,” sahut Asmoro yang mengambil keputusan dengan cepat.


“Apakah itu benar?” tanya Ian.


“Iya itu benar. Sekaligus kita membiarkan mereka berkumpul dengan keluarga kecilnya,” jawab Asmoro.

__ADS_1


Ketika sampai di gudang, mereka akhirnya masuk ke dalam. Di saat mereka masuk ada beberapa orang berada di dalam. Lalu Asmoro menatap wajah Ian dan Rinto. Asmoro mengerutkan keningnya sambil bertanya, “Bukankah gudang ini tidak boleh dimasuki ketika sedang beristirahat seperti ini?”


“Itu benar,” jawab Ian yang tidak sengaja mendengar suara orang mengobrol.


Tidak sengaja Stella juga mendengar ada suara mengobrol. Lalu Stella mencari keberadaan mereka. Ia mulai menelusuri tempat itu demi mendapatkan informasi.


Asmoro yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ternyata istri kecilnya itu orangnya sangat penasaran sekali. Kenapa dirinya tidak menjadikan Stella sebagai mata-mata? Sampai sekarang Asmoro tidak memikirkan soal itu.


“Di mana Stella?” tanya Ian sambil melihat Asmoro.


“Biarkan saja Stella ke mana. Aku tidak akan membiarkan istriku diam terduduk manis. Aku ingin Stella bisa mengimbangiku dalam setiap kegiatan yang sedang berjalan saat ini,” jawab Asmoro sambil berbisik agar tidak ketahuan sama mereka.


Ketika berjalan mengendap-ngendap seperti pencuri, telinga Stella ternyata sudah menemukan sumber suara tersebut. Tiba-tiba saja Stella mendengarkan apa yang terjadi saat ini. Begini percakapan mereka.


“Obatmu masih ada?” tanya si A.


“Kalau begitu baguslah. Kamu rileks saja seperti biasa. Kamu kerja sebagai orang normal. Nggak usah memperdulikan obat itu. Obat itu akan bekerja di saat ada yang mengkonsumsinya. Jika tidak ada obat itu tidak ada efeknya sama sekali,” jelas si A.


“Beres bro. Aku harap semuanya lancar dan bisa diekspor keluar. Kita akan mendapatkan komisi yang besar dari tuan John. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi mendapatkan komisi itu,” ucap si B.


“Tenang saja. Tuan Juan akan membayar kita dengan mahal. Soalnya kita sudah melakukan misi yang berat. Sampai saat ini pekerjaan kita belum ada yang mengendus. Jika barang itu sampai keluar dan masuk ke zona Amerika. Cepat atau lambat barang itu kembali lagi ke sini. Dan perusahaan ini akan rugi besar. Saat rugi besar Tuan John memberikan bonus lagi,” jelas si A.


Stella yang berada di belakang tumpukan barang sangat geram Bagaimana tidak dirinya mendengar nama John. Itu berarti mereka adalah anak buah John. Bisa jadi mereka merencanakan sesuatu untuk menghancurkan perusahaan ini.

__ADS_1


Stella akhirnya kembali ke Asmoro. Jujur dirinya saat ini sedang ketakutan. Semenjak Agatha membelikan ponsel, Stella sering mencari informasi tentang perusahaan suaminya itu. Bisa dikatakan otak Stella sangat cerdas.


“ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus lapor pada ayah Asmoro. Ternyata pelaku utamanya adalah John. Kenapa harus John? Kenapa John harus mengganggu perusahaan ini? Kenapa ya harus melakukannya? Bukankah dia sudah memiliki segalanya. Kapan-kapan aku akan pergi ke perusahaanku. Aku akan mengambil seluruh perusahaanku itu. Jujur aku sangat capek jika berhubungan dengan mereka,” ucap Stella dalam hati.


Sesampainya di hadapan Asmoro, Stella membisiki sesuatu. Asmoro akhirnya terkejut mendengar rencana dua orang karyawannya itu. Bagaimana tidak Mereka ingin menghancurkan perusahaan ini demi perintah John. Namun Asmoro tidak mau ke gabah melakukan penangkapan hari ini juga. Dengan senyum liciknya itu Asmoro menatap wajah Ian.


“Lebih baik kita stand by di sini. Tutup pintu utama agar mereka tidak lolos,” pinta Asmoro.


“Ide yang sangat bagus sekali. Lebih baik aku yang menangkapnya saja. Entah kenapa aku pengen menangkap orang,” pinta Stella.


“Itu terserah kamu saja. Aku hanya menuruti kamu,” ucap Asmoro dengan pasrah.


“Sepertinya kamu sangat pasrah sekali jadi orang?” tanya Stella.


“Gara-gara kamu aku sekarang memilih untuk pasrah saja. Bagaimana nggak pasrah? Hari ini kamu sudah melakukan hal-hal yang gila. Contohnya saja kamu ingin menangkap mereka. Sepertinya kamu harus mencobanya,” jawab Asmoro yang membuat kedua asistennya hanya dia melongo.


“Ah... Baiklah. Akan aku lakukan sekarang juga. Sebab aku ingin menangkap mereka yang Masih berhubungan dengan John,” ucap Stella dengan senyum yang menakutkan.


Mereka sangat ketakutan sekali. Mulai sore ini Stella sudah banyak berubah. Anta ada setan apa Yang menaungi dalam dirinya? Hingga ia sangat berani mengambil keputusan yang dagang ini.


Bagaimana mereka bertiga? Jujur mereka sangat ketakutan seperti mati kutu. Bayangkan saja jika Stella yang memimpin kasus ini. Bisa jadi mereka mengangkat tangannya untuk menyerahkan diri saja.


Memang terdengar konyol dan aneh. Akan tetapi mereka sangat bahagia ketika Stella sudah bangkit. Ditambah lagi dirinya sudah tidak takut apa-apa. Hingga membuat ia memiliki jiwa bebas. Jiwa itu sudah tidak dapat dikekang lagi kecuali sang suaminya. Maksudnya Asmoro yang memegang jiwa itu. Sebab jiwa Ratu Noe sengaja dipegang oleh Raja Noe.

__ADS_1


Mengapa bisa demikian? Karena sebelum Raja Noe menikahi Ratu Noe, ternyata Ratu Noe memiliki sifat barbar yang sangat akut sekali. Itulah kenapa Asmoro sengaja diminta oleh Kuncoro agar memegang Stella. Saat setelah mendekati mereka, Stella akhirnya menendang kardus yang sedang ditumpuk. Dengan kaki jahilnya, Stella membuat mereka kocar-kacir. Belum sempat Mereka pergi, Asmoro dan Ian tertangkap oleh tangan. Hingga akhirnya Asmoro memutuskan untuk pergi ke hutan belantara.


“Bawa pergi mereka semuanya!” titah Asmoro.


__ADS_2