
''Kamu tidak menggangguku. Justru itu kamu akan membantuku untuk menganalisis pekerjaan ini. Meskipun lulusan kamu hanya SMA, kamu harus pandai untuk berbuat sesuatu pada perusahaan besar. Setelah ini kamu ingin kuliah nanti aku biayai. Kalau kamu nggak mau kuliah juga tidak apa-apa. Otakmu itu sangat cerdas. Bahkan kecerdasanmu di atas rata-rata. kamu harus belajar dari nol. Cepat atau lambat papamu akan merebut Kurumi dari tangan mereka. Informasi yang aku dapatkan, Kurumi itu sudah menjadi milikmu. Jadinya kamu yang akan memegang perusahaan itu," jelas Asmoro yang membuat Stella paham.
"Bener juga. Lalu bagaimana dengan lainnya?'' tanya Stella.
''Hatori pasti ditarik ke pusat. Dia adalah calon pemimpin yang berbakat. Sedangkan Adelia, akan ikut Ian selamanya. Dia tidak berkeinginan untuk masuk ke dalam perusahaan. dia pengennya merawat Ian sampai tua nanti," jawab Asmoro.
"Jika aku bekerja bagaimana dengan kakak?" tanya Stella sambil memandang wajah Asmoro lalu mendekatinya dan mengambil berkas-berkas itu.
"Terus salahnya kakak apa? Kenapa juga aku melarangmu untuk bekerja? Jika kita belum memiliki anak, masa kamu di rumah saja. Nanti bosan di sana dan ingin pergi ke mana-mana," jawab Asmoro yang memberikan saran kepada Stella.
"Kan gini. Aku harus merawat kakak. Aku juga tidak ingin menghianati kakak. Jika aku bekerja, kemungkinan besar waktuku akan terganggu dan tidak bisa merawat kakak," ucap Stella yang membuat Asmoro paham.
"Bener juga sih," sahut Asmoro.
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Stella itu benar. Stella sendiri sadar atas statusnya itu. Jika dirinya belum menikah, maka Stella juga memilih untuk bekerja. Lalu Asmoro tidak bisa menemui setelah kecuali malam hari. Itu belum tentu juga. Karena bekerja di perusahaan itu menguras waktu. Jika pekerjaan belum selesai, mereka akan stay di perusahaan. Ditambah lagi Stella akan menjalankan rapat dadakan ketika ada masalah mendadak. Asmoro menggelengkan kepalanya lalu menatap Stella. Ia tidak akan mungkin menyuruh Stella untuk bekerja.
"Lebih baik kamu jangan bekerja deh. Bagaimana dengan hidupku Jika kamu bekerja siang dan malam? Sebenarnya uangku sudah banyak dan bisa membiayai kamu sepenuhnya," pinta Asmoro yang melarang Stella untuk bekerja.
"Itu dia Kak. Aku memang ingin mengabdikan diriku untuk kakak. Aku telah bersumpah akan merawat Kakak sepenuhnya. Apalagi Kakak sekarang sudah tua. Jadinya kakak harus ada yang merawatnya," jelas Stella sambil tersenyum manis.
"Itu tidak jadi masalah. Memang benar, Aku menikah demi mencari istri yang bisa merawatku di akhir hayat kelak. Jadinya kamu harus merawatku. Dan aku tidak akan menyuruhmu bekerja lagi," kata Asmoro sambil tersenyum manis.
Asmoro hanya tersenyum saja melihat sang istri pergi. Menurutnya Stella adalah wanita yang sangat lucu sekali. Ia sangat bersyukur sekali mendapatkan wanita yang sangat baik dalam hidupnya. Stella tidak ingin menuntut apapun terhadap Asmoro. Karena dirinya tidak ingin apapun. Stella ingin mendapatkan kebahagiaan yang belum pernah didapatkannya.
"Ternyata istriku sangat lucu sekali. Aku memang tidak salah memilihnya untuk menjadi istriku. Meskipun pertemuan awalnya tidak mengenakkan. Tapi ujung-ujungnya bisa membuatku menjadi bahagia. Itulah yang dinamakan jodoh yang tidak bisa ditebak oleh apapun," batin Asmoro.
Setelah itu Asmoro fokus dalam pekerjaannya. Sedangkan Stella datang menghampiri Adelia. Wanita berparas cantik itu langsung menghempaskan bokongnya di samping Adelia.
__ADS_1
"Jika seandainya kamu ditakdirkan untuk hidup di sini. Apakah kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya Adelia kepada Stella.
"Aku nggak tahu. Kemungkinan besar papa akan mengajak mama dan Kak Hatori untuk menetap di kota Tokyo. Karena Papa adalah seorang CEO dari perusahaan ternama. Kalau aku harus kembali ke Indonesia? Itu sepertinya tidak mungkin. Aku akan ke Tokyo untuk bertemu dengan kalian," jawab Stella.
"Aku tidak akan mungkin ke Tokyo Kak. Aku ingin merawat Kak Ian sepenuhnya. Biarkanlah Kak Hatori berkutat dengan perusahaan itu. Jika Kak Asmoro berada di sini. Maka aku juga ikut di sini. Kak Ian pernah cerita, kalau dirinya sudah memiliki rumah di sini. Jadinya Kak Ian memutuskan untuk tinggal di sini," jelas Adelia.
"Itu benar. Yah kita tunggu saja keputusan dari mereka. Kita juga tidak boleh mengelak dari mereka. Karena mereka adalah suami kita. Kemungkinan besar kita masih tinggal di Indonesia. Mengingat perusahaan kakak yang berproduksi sebagai makanan berada di sana. Aku baru saja mendengar dari Kak Asmoro. Patty masuk ke dalam perusahaan. Dia masuk melalui jalur manajer HRD. Katanya dia sudah membuat onar di perusahaan," ucap Stella yang membuat Adelia kaget.
"Apa itu benar Kak?" tanya Adelia yang geram kepada Patty.
"Iya itu benar. Dia ingin bekerja di perusahaan itu. Tapi nggak bisa menyelesaikan masalah. Aku tahu banyak tentang Patty. Jadi kalau dia bekerja di perusahaan, sepertinya itu tidak mungkin," jawab Stella sambil meraih buah apel di hadapannya.
"Emang bener sih Kak. Yang aku dengar, dia itu sering banget bikin ulah. Aku mendengarnya dari Kak Ian sendiri. memang tidak pantas untuk bekerja di perusahaan sebesar itu. Jadi bagaimana selanjutnya?'' tanya Adelia.
__ADS_1