
"Aku sudah tidak apa-apa. Lepasin aku. Kita nggak lagi berduaan untuk sekarang ini. Kita bersama dengan Adelia," jawab Stella yang membuat Asmoro melepaskan dirinya.
"Kalian dari mana saja?" tanya Asmoro.
"Kami sedang berjalan-jalan mengelilingi rumah ini. Baru seperempat kami sudah capek sekali," jawab Stella yang membuat Asmoro terkekeh.
"Emangnya sampai dari mana?" tanya Asmoro lagi.
"Kamar, ruang tamu, ruang keluarga dan ke sini. Aku nggak tahu berapa luasnya istana mewah Kakak ini. Saking mewahnya aku bingung sendiri menghitung luasnya rumah ini," jawab Stella yang mendapat anggukan dari Adelia.
"Jangan dihitung. Percuma kamu menghitungnya satu persatu. Orang luasnya saja aku tidak bisa menghitungnya. Apalagi kamu," ucap Asmoro dengan jujur.
__ADS_1
Mereka langsung menepuk jidatnya bersama-sama. Mereka tidak menyangka kalau Asmoro itu sangat aneh sekali. Jujur Baru kali ini ada seorang pengusaha tidak tahu berapa luas rumah yang dimilikinya? Karena pada pembangunan itu, Asmoro tidak berada di tempatnya. Yang lucunya lagi, Asmoro juga tidak bertanya pada para pengawalnya di sini pada kala itu.
Beberapa saat kemudian Ian pun keluar. Iyan segera bergabung dengan mereka. Lalu Ian menarik Adelia dan mengajaknya berjalan-jalan. Sambil meninggalkan mereka, Ian berbisik, "Jangan ganggu mereka. Mereka sedang memadu kasih agar mengenal lebih dalam."
"Lebih baik begitu kak. Jujur kali ini aku sangat bahagia sekali. Melihat Kak Stella sudah bangkit dari kesedihannya bertubi-tubi. Tapi nyawa Kak Stella sedang dalam bahaya," ucap Adelia.
"Jangan berkata seperti itu. Kamu tenang saja. Dia aman bersama suaminya itu. Mereka tidak akan berani menjual Stella kepada ketua mafia sialan itu. Mana ada, istri mafia dijual kepada mafia lainnya? Jika orang itu memiliki nyali besar," ujar Ian yang sengaja tidak langsung membuka identitas Asmoro sebenarnya.
"Apa maksud kakak?" tanya Adelia.
"Apa itu Kak?" tanya Adelia balik sambil memegang tangan Ian.
__ADS_1
"Sepertinya kamu harus mengetahui tentang kita semuanya. Aku ingin kamu tahu agar tidak kecewa ke belakangnya. Tapi tolong jangan tinggalkan aku. Aku sudah mencintaimu sangat dalam sekali," jelas Ian.
"Katakanlah. Ada apa sebenarnya? Sepertinya Kakak memiliki rahasia yang telah ditutupi itu?" tanya Adelia.
"Ya. Aku memang memiliki rahasia yang belum terbongkar di hadapanmu. Aku ingin kamu tahu. Stella sudah mengetahuinya. Bahkan papamu sendiri juga sudah tahu. Aku di sini akan jujur kepadamu. Aku adalah kaki tangan seorang mafia. Kak Asmoro sendiri adalah ketua mafianya. Jadi aku harap kamu nggak boleh marah tentang kejujuranku ini. Kalau kamu nggak percaya tanyakan saja pada Stella," jawab Ian yang didengarkan oleh Asmoro sama Stella.
"Yang dikatakan oleh kak Ian itu benar. Kak Asmoro adalah ketua mafia dari Black Horizon. Dan Kak Ian sendiri adalah kaki tangannya. Aku juga sudah mengetahui akan hal itu. Kamu sangat istimewa di mata Kak Ian. Kamu sendiri adalah malaikatnya. Ketika kesusahan kamu sudah menjadi perisainya. Aku harap kamu tidak marah sama Kak Ian," jelas Stella.
"Itu benar Del. Kami nggak bermaksud untuk menjebakmu dalam lingkaran mafia ini. Ian sangat tulus mencintaimu. Bahkan rela mati-matian untuk melindungimu dari segala macam bahaya. Aku harap kamu mau menerima apa adanya tentang Ian. Tidak selamanya anggota mafia itu jahat. Kami berjalan di jalan yang benar. Kami tidak melakukan onar sebelum ada masalahnya terungkap. Kami memilih untuk damai agar selamat dari macam bahaya. Bisa dikatakan Kalau kami adalah mafia pasif," jelas Asmoro yang menerangkan siapa dirinya sebenarnya
"Aku tidak marah sama Kak Ian maupun Kak Asmoro. Aku sangat berterima kasih kepada kalian. Gara-gara kalian hidup kami lebih aman dan terjamin di Kota Surabaya," ungkap Adelia dengan penuh senyuman.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu. Ada lagi. Harus tahu sesuatu," ucap Stella.
"Apa itu Kak?" tanya Adelia.