Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Pertemuan Antara Hatori, Adelia dan Stella.


__ADS_3

"Mama belum tahu, kapan kedua kakakmu itu pulang?" jawab Alexa.


"Semoga kak Stella cepat sembuh," ucap Sean dengan lirih.


"Amin," balas Alexa. "Ayo sudah malam masuk dalam."


"Kita main lagi pa," ajak Sean.


"Waktunya belajar sambil bermain," ujar Alexa yang membuat tiga kurcacinya itu bahagia.


Beberapa saat kemudian mereka masuk ke dalam. Lalu Martin mendapatkan sebuah informasi dari Lampard. Sebelum pergi Martin meminta izin dahulu kepada Alexa.


"Sayang," panggil Martin yang membuat Alexa menoleh.


"Ada apa?" tanya Alexa.


"Aku mau pergi ke mansion kak Gio," jawab Martin sambil berpamitan pergi meninggalkan Alexa.


"Memangnya ada apa?" tanya Alexa dengan serius.


"Kak Lampard sudah menemukan Hatori. Ternyata Hatori itu adalah seorang tukang buah sering mengirimkan buahnya ke sini. Selain itu juga Hatori bekerja di perusahaannya Kak Gio sebagai kepala divisi humas," jawab Martin yang membuat Alexa terkejut.


"Apakah itu benar?" tanya Alexa.


"Iya itu benar. Iyan sengaja mengambilnya untuk dijadikan sekretaris kak Lampard," balas Martin.


"Apakah ini hanya kebetulan saja?" tanya Alexa.


"Sepertinya. Hari ini kita harus bersyukur karena sedikit demi sedikit masalah ini akan terbuka sendirinya. Tuhan juga sudah mengirimkan Hatori ke sini. Aku harap kita bisa melindunginya," jawab Martin.


"Aku tahu ini sangat mengerikan bagi mereka. Mereka tidak tahu apa-apa. Mereka akan dijadikan bulan-bulanan John Smith. Aku tidak habis pikir sama orang tua itu. Kenapa dirinya tidak membuka usaha lainnya? Ditambah lagi sama Tutik. Ini sungguh-sungguh sangat mengerikan," keluh Alexa.


"Tenang saja. Aku yakin masalah ini akan selesai. Sekarang yang aku minta adalah temani anak-anak saja," pinta Martin.


Sesampainya di Mansion Gio, Lampard segera memakirkan mobilnya. Kemudian dirinya mengajak Hatori turun. Sebelum masuk ada sebuah mobil SUV hitam berhenti tepat di depannya. Lalu sang pemilik mobil itu keluar dan melihat keberadaan Lampard.


"Ada apa Aku disuruh pulang ke sini?" tanya Gio.


"Hatori sudah ketemu. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Lampard.

__ADS_1


"Kalau begitu suruh masuk saja dulu," jawab Gio sambil memerintah Lampard masuk.


Ketika masuk ke dalam Gio memanggilnya sebentar. Namun Lampard menyuruh Hatori masuk terlebih dahulu. Kemudian Lampard mendekati Gio sambil bertanya, "Ada apa kak?"


"Bukankah dia tukang buah yang selama ini mengirimkan buah-buahan ke sini dan ke rumah Alexa?" tanya Gio.


"Lho... Sepertinya Kakak nggak tahu, kalau Hatori adalah kepala divisi humas di Taurus Corps?" tanya Lampard dengan serius.


"Apakah itu benar?" tanya Gio balik.


"Ya itu benar. Sepertinya Kakak nggak terlalu mengurusi pegawai di sana? Hingga Kakak nggak mengenal semuanya."


"Bukannya aku tidak mengenal semua karyawanku. Kan sudah ada yang merekrut mereka. Mau tidak mau aku harus menyerahkannya ke divisi HRD sana."


"Iya Kakak benar."


"Apakah kamu menghubungi Martin?"


"Pastinya. Martin berada di rumah dan mengerjakan semua tugas-tugasnya. Martin mager dari rumah."


"Apaan itu mager?"


"Sialan lu. Gue cuman ikut-ikutan saja. Tapi nggak tahu apa artinya?"


"Malas gerak Kak."


"Cih... Pakai istilah mager segala. Bilang saja kalau mau tidur di rumah. Gitu aja kok repot!" Kesal Gio yang membuat Lampard tertawa.


Mereka akhirnya masuk ke dalam dan melihat Hatori dengan wajah kusut.


"Ada Apa denganmu?" Tanya Gio yang mendekati Hatori.


"Aku tidak mengerti apa yang telah terjadi padaku. Apakah aku hanya bermimpi memiliki dua adik perempuan? Sementara itu Papa tidak pernah cerita apa yang telah terjadi?" tanya Hatori sambil menunduk sedih.


"Aku boleh minta sesuatu nggak sama kamu?" tanya Gio yang menunjukkan aura lembut.


"Apa itu tuan?" tanya Hatori dengan serius.


"Jika kamu sudah mengetahui semuanya. Aku ingin kamu tutup mulut," jawab Gio yang disertai anggukan Hatori.

__ADS_1


"Baiklah Tuan," balas Hatori.


"Ada penyebabnya Kenapa bapakmu tidak mau memberitahukan ke kamu. Jika dia memberitahukanmu sekarang juga, cepat ada lambat kamu dan semuanya akan menjadi bulan-bulanan mereka. Aku yakin itu. Karena mereka sedang mencari kalian. Aku harap kamu paham dan mau bekerja sama dengan kami. Dan satu lagi jangan bilang dulu ke papamu. Ini sangat rahasia sekali. Aku tahu bapakmu sedang mencari cara untuk melindungi kalian," jelas Dio dengan penuh bijaksana.


Memang Hatori harus bersabar terlebih dahulu. Pria muda itu tidak boleh gegabah sedikitpun. Karena musuh utama keluarganya juga musuh utama Black Horizon.


Kedua Kakak adik itu diam-diam akan mengenalkan dunia bawah tanah. Mau tidak mau Hatori harus mengenalnya. Kemungkinan besar Gio dan Lampard akan memberikan pasukan khusus buat melindungi dirinya.


"Apakah kamu sudah siap untuk bertemu kedua adikmu itu?" Tanya Lampard.


"Apakah mereka mau menerima aku?" tanya Hatori yang berharap kedua adiknya mau menerima.


"Pastinya. Karena aku sudah menyambungkan mereka ke kamu. Jika mereka tidak mau terima berarti ada yang salah dengan wajahmu itu," jawab Lampard yang membuat Hatori tersenyum tipis.


"Ayolah kalau begitu," ajak Lampard sambil memukul bahu Hatori.


Kemudian dua pria berbeda generasi itu langsung pergi ke kamar di sana Adelia dan Stella saling bercanda dan mereka sangat akrab sekali padahal baru dua kali ini bertemu. Sebelum memasuki ruangan itu, mereka mendengar suara renyah mereka.


"Aku yakin mereka mau menerimamu. Mereka sudah tahu kok masalah sebenarnya. Kamu jangan khawatir sama mereka," ucap Lampard dengan tulus.


"Aku harus memanggil Tuhan apa biar akrab?" tanya Hatori.


"Panggil saja aku papa. Karena usiaku sudah menginjak kepala lima. Dan jangan pernah canggung untuk meminta bantuan kepadaku. Karena sekarang kamu berada di orang yang tepat," jawab Lampard yang tulus membantu mereka bersatu.


"Baiklah kalau begitu," bales Hatori dengan senyuman manisnya.


"Kalau begitu masuklah ke dalam. Lihatlah mereka sedang bercanda," suruh Lampard yang mendorong tubuh Hatori masuk ke dalam.


Tiba-tiba saja Hatori masuk ke dalam kamar Stella. Pria muda itu sangat terkejut melihat kedua adiknya sedang bercanda. Ia tidak bisa menahan rasa rindunya yang mendalam.


Selama ini Hatori memang sudah memiliki firasat yang sangat aneh. Setahun sebelumnya dirinya pernah bermimpi bertemu dengan kedua adiknya. Setiap berbicara Hatori selalu menghilang terlebih dahulu.


Jujur saja Hatori bingung terhadap mimpinya itu. Ia berusaha untuk mencari jawabannya. Tanpa diketahui jawaban itu sudah ada di depan matanya. Ia sangat bersyukur sekali bisa bertemu mereka.


"Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" tanya Hatori yang membuat kedua perempuan itu terkejut.


"Siapa kamu?" tanya Stella tiba-tiba saja menghentikan tawanya.


Seketika Adelia menoleh dan wajah Hatori. Matanya membulat sempurna mulutnya tidak bisa berkata apa-apa. Adelia melepaskan tangan Stella sambil bertanya, "Bukankah kamu tukang buah yang mengirim buah ke sini tadi?"

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Stella yang merasakan ada sesuatu di dalam hatinya.


__ADS_2