Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Tuan Besar Yamato.


__ADS_3

"Tenanglah. Jangan terlalu terburu-buru. Suatu saat nanti Agatha akan meminta bantuanmu. Kamu harus siap segalanya. Begitu juga dengan Stella. Dalam dirinya sudah terpancar kalau Stella adalah seorang ratu. Dia akan menjadi ratu yang sempurna di dunia ini. Mengalahkan segala ratu dan berkuasa dengan bijaksana," jelas Kuncoro.


"Kenapa harus aku dan Stella terpilih? Kenapa nggak orang lain saja? Katakanlah dengan jujur apa mau kalian?" tanya Asmoro.


"Aku sudah memberitahukan kalau kalian adalah keturunanku. Mau tidak mau kamu harus menerima tahta dan tongkat dariku. Kalau kamu tanya gitu lagi hingga berkali-kali. Aku akan mengurung jiwamu selama sepuluh tahun ke depan," jawab Kuncoro sambil mengancam Asmoro.


"Terserahlah apa maumu. Ngomong sama kamu sama aja ngomong sama setan," kesal Asmoro.


"Jangan kesel seperti ini. Aku tahu kamu tidak akan pernah menyesali semuanya. Cepat atau lambat kamu akan menguasai bumi ini dan mengusir Liam dan kroninya. Oh ya satu lagi... Aku ingin mengatakan ke kamu," ucap Kuncoro.


"Kalau ngomong-ngomong saja. Nggak perlu ditahan seperti itu!" geram Asmoro yang ingin mengusir Kuncoro dari ruangan kerjanya.


"Aku lupa. Udahlah nanti malam saja. Aku tahu kamu ingin mengusirku dari sini. Memang kamu adalah orang yang paling kurang ajar sedunia. Masa ada raja datang diusir tanpa sopan," sahut Kuncoro yang menghilang dari pandangan Asmoro.


"Lebih baik begitu. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku," batin Asmoro.


Satu kata di kepalanya yaitu gila. Kenapa di zaman modern ini, Asmoro merasakan hal yang aneh pada Kuncoro. Memang Asmoro tidak menyukai hal-hal seperti itu. Ia tidak memperhatikan soal itu. Ditambah lagi dirinya adalah manusia modern. Yang di mana manusia modern itu memilih menyibukkan diri sambil bekerja. Itulah kenapa Asmoro tidak memperdulikan soal Kuncoro.


"Apakah aku harus mencari musuh Agatha? Siapakah musuh sebenarnya Agatha? Apakah berhubungan dengan," ucap Asmoro dalam hati dan menggantungkan satu pertanyaan itu.


Terpaksa Asmoro diam dan tidak berbicara apa-apa. Lalu kepalanya berdenyut hebat dan memilih untuk tidur.


Tokyo Jepang.


Seorang pria berusia senja sedang menikmati teh mawar. Pria itu menatap ikan koinya sedang berenang. Tak lama ada seorang pria berpakaian serba hitam mendekatinya. Lalu pria itu membungkukkan badannya sambil menyapanya, "Selamat pagi Tuan Yamato."


Pria yang bernama Yamato itu langsung menoleh. Iya menatap tajam ke arah pria tersebut. Kemudian Yamato bertanya, "Bagaimana dengan Agatha? Apakah Agatha bekerja dengan baik?"


"Maaf tuan. Sejauh ini saya tidak menemukan Tuan Agatha di perusahaan. Tuan Agatha menghilang beberapa minggu yang lalu. Di sana hanya ada Yamada saja," jawab pria itu.

__ADS_1


"Kalau begitu antarkan aku ke kantor! Aku akan mencari informasi itu sendiri," titah Yamato.


Pria itu mengangguk dan mempersilakan Yamato berjalan terlebih dahulu. Pria itu merasakan hawa yang tidak enak.yang di mana hawa itu akan menjelma menjadi amarah Yamato. Pagi itu juga Yamato pergi ke ke perusahaan Ayashi.


Di perusahaan Ayashi, Yamada sang asisten Agatha memimpin rapat. Mereka sedang berdiskusi untuk membuka cabang di Indonesia.


"Apakah kalian menyetujui jika Tuan Agatha membuka cabang di Indonesia?" tanya Yamada.


Mereka masih memikirkan tentang pemasukan produksi itu. Ditambah lagi mereka harus menghitung kembali apa-apa saja yang dipakai untuk membuka pabrik..


Yamada pun paham tentang masalah itu. Yamada memang sengaja melakukannya. Demi melindungi Agatha dari musuhnya.


Ketika rapat berlangsung, seorang wanita masuk ke dalam ruangan itu lalu mendekati Yamada. Wanita itu berbisik sambil mengatakan kalau Tuan Yamato berada di perusahaan ini.


Sontak saja Yamada terkejut. Ia tidak menyangka kalau Tuan besarnya datang ke perusahaan. Wajahnya yang ceria tadi berubah menjadi pucat pasi. Aura yang menyenangkan juga berubah menjadi menakutkan. Entah apa yang terjadi nanti. Jika ukuran besarnya itu tidak menemukan Agatha. Apakah yang ada harus berterus terang ke mana Agatha pergi? Atau Yamada memilih diam? Entahlah. Hanya Yamada bisa menjawab semuanya.


Langkah demi Langkah Yamada merasakan sesuatu yang tidak enak. Yang di mana sesuatu itu membuat Yamada ketakutan. Ketika tangannya memegang kenop pintu, tubuh Yamada bergetar dengan hebat.


"Semoga Tuan besar tidak marah. ini sangat mengerikan sekali jika Tuhan besar mulai mengeluarkan suaranya," ucap Yamada dalam hati.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Yamada melangkahkan kakinya dan melihat Yamato sudah duduk di singgasananya. Yamada menelan salivanya dengan susah payah. Ia lebih memilih menunduk ketimbang mengangkat kepalanya. Lalu Yamada memilih diam dan tidak menyapanya.


"Yamada," panggil Yamato.


"Iya tuan," sahut Yamada yang tidak menatap Yamato.

__ADS_1


"Kamu kenapa seperti itu? Kamu tidak menatap mata saya?" tanya Yamada.


"Maaf tuan," jawab Yamada dengan singkat.


"Di mana Agatha?" tanya Yamato dengan nada tegas.


"Maksud anda?" tanya Yamada yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Matilah aku. Tuan besar sudah menanyakan keberadaan Tuan Agatha. Aku harus menjawab apa? Apakah aku harus berkata dengan jujur?" tanya Yamada dalam hati.


"Jika kamu tidak berbicara sedikitpun tentang Agatha. Aku akan mengajak anakmu masuk ke dalam dunia hitam," ancam Yamato.


Jujur Yamada sangat terkejut sekali mendengar pernyataan Yamato. Pria bertubuh kurus itu tidak akan membiarkan putranya masuk menjadi anggota mafia. Biarkanlah dirinya saja yang masuk ke dalam sana. Lalu Yamada mengangkat kepalanya dan menatap wajah Yamato.


"Jangan pernah Tuan melibatkan putra saya menjadi anggota mafia.Biar saya saja yang mengabdi kepada Tuan di dunia bawah maupun atas," ucap Yamada dengan wajah sendunya.


"Kalau begitu katakanlah. Di mana keberadaan Agatha?" tanya Yamato.


"Maaf tuan. Tuan Agatha sedang mencari istri dan anak-anaknya. Mereka sudah terpisah sejak lama. Kemungkinan besar Tuhan Agatha sudah menemukannya," jawab Yamada yang membuat Yamato terkejut.


"Apa yang kamu katakan?" hardik Yamato.


"Iya tuan. Tuan Agatha sedang mencari keberadaan mereka. Selain itu Tuan Agatha ingin merebut Kurumi Company dari tangan seseorang yang sudah menguasainya. Maka dari itu Tuan Agatha tidak pernah ada di tempat," jelas Yamada yang menjelaskan keberadaan Agatha.


"Kenapa nggak bilang dari dulu? Kalau putraku sudah memiliki keluarga," tanya Yamato yang bisa menahan kekesalannya terhadap Agatha.


"Tuan Agatha sangat takut sekali kepada anda. Terus terang Tuan Agatha sangat membenci kelakuan Anda Tuan. Dia tidak pernah mau pulang ke sini semenjak berada di Jakarta. Dia memang ingin hidup mandiri. Namun sekarang perusahaannya sedang diambil alih oleh orang-orang yang serakah. Jangankan Tuan Agatha, ketiga anaknya dan istrinya menghilang tanpa jejak. Sejak saat itulah Tuan Agatha berusaha mencarinya. Saya harap anda mengerti soal ini," jelas Yamada.


"Apakah kamu tahu di mana tempat tinggalnya sekarang?" tanya Yamato.

__ADS_1


__ADS_2