
“Iya. Selama ini Putri kita nggak pernah cerita ke siapa-siapa. Dia sangat takut sekali dengan ancaman mereka. Andaikan kalau aku masih ada di Jakarta. Aku akan mengambilnya dan merawatnya,” jawab Anita.
“Maaf... Aku nggak tahu soal itu. Aku juga tidak menceritakan tentang rencana pemisahan kamu dan anak-anak kita. Jujur, aku sangat menyesal sekali. Kenapa aku terlalu kejam sama kamu?” ucap Agatha.
“Jangan menyesali masa lalumu. Setelah aku cerna ada benarnya juga. Jika mereka tahu maka habislah keturunan kita semuanya. Aku tidak akan menyalahkanmu sama sekali. Aku juga tidak akan pernah mengusik masa lalu kita. Sekarang kita harus semangat untuk menjalani hidup ke depan. Aku sekarang menjadi wanita yang sangat bahagia sekali. Di mana aku bertemu dengan papa mertuaku yang baik. Aku telah ditemukan sama kamu dan juga anak-anak. Sekarang aku akan melindungi kalian semuanya. Kamu tenang saja. Mereka tidak akan pernah mengusik kita lagi,” ujar Anita sambil tersenyum lembut.
“Kamu benar. Nggak seharusnya kita lakukan hal bodoh seperti itu. Biarlah berlalu semuanya. Asal kita mendapatkan kedamaian yang nyata. Yah kalau gini... Aku ingin mengerjai papa,” celetuk Agatha.
__ADS_1
“Janganlah kamu mengerjai papamu. Papamu itu sudah sangat tua sekali. Sangking tuanya papamu itu butuh teman hidup. Kamunya sih kebanyakan lembur terus di kantor. Terus bagaimana nasib papamu itu? Sementara anaknya hanya satu saja,” jelas Anita.
“Kalau Mama nggak sakit. Kemungkinan besar Mama masih hidup hingga sekarang. Mama juga akan melahirkan adik-adikku yang banyak. Berhubung Mama sakit keras saat itu. Makanya aku tidak memiliki saudara lagi. Aku sudah biasa hidup sendiri. Kecuali setelah menikah dengan kamu. Hidupku seakan tidak ada nyawanya lagi. Jujur.. aku memang pria egois. Yang di mana tidak memikirkan keluarga di masa depan,” ucap Agatha sambil menyesal.
“Kamu tahu, Kamu adalah Ayah yang hebat buat anak-anak. Kamu juga adalah suamiku yang paling hebat. Kamu sudah berkorban demi Kami semuanya. Selama aku tidak bersamamu, Aku tidak pernah menikah sama sekali. Aku hanya merawat Adelia dari bayi hingga dewasa. Adelia lah yang menjadi tumpuan hidupku sebelum kamu datang.”
“Aku yakin kita bisa hidup bahagia seperti dulu. Tapi aku akan mengajakmu tinggal di Tokyo. Tokyo adalah kota kelahiranku.”
__ADS_1
“Aku memang konyol saat itu. Padahal di Jepang aku sudah dinobatkan sebagai anak terkaya di negara sana. Tapi aku nggak mau mendambakan kekayaan dari Papaku sendiri. Aku juga merasa muak ketika tinggal bersama para pengawal. Saat usiaku sudah menginjak remaja, Aku Mulai mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Setelah mendapatkan uang banyak aku langsung kabur ke Indonesia. Lucunya aku masih ingat dengan sekolah. Aku memutuskan untuk sekolah terlebih dahulu,” jawab Agatha sambil menyunggingkan senyumnya ke arah Yamato.
“Dasar, tapi kamu mendapatkan untung yang banyak. Kamu memilih pilihanmu sendiri tanpa sepengetahuan papa. Kamu menikah diam-diam dan memiliki tiga anak sekaligus. Andai saja kalau aku tahu pada waktu itu. Kemungkinan besar aku akan menjemput kalian dan tinggal di Tokyo,” kata Yamato.
“Apakah Papa menyesal dengan keadaanku ini?” tanya Agatha.
“Sekarang waktunya untuk tidak menyesali keadaan. Sekarang waktunya kamu hidup dengan bahagia dan menerima cinta Anita bersama anak-anakmu. Merekalah yang akan menjadi tumpuan hidupmu. Tetaplah semangat Jangan pernah menyerah sedikitpun,” pesan Yamato.
__ADS_1