Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Curhatan Martin.


__ADS_3

"Ya kamu rayu kek. Kirimkan saja uang kamu semuanya ke rekeningnya. Kamu juga bayarin tagihan per bulannya dari black card milik Alexa. Nanti Alexa tidak akan marah ke kamu," jawab Asmoro sembari memberikan ide yang baik.


"Aku sudah pernah mencobanya. Katanya pengeluaran sehari-hari sangat banyak sekali. Kalau anak sudah aku tanggung semuanya. Mulai dari lahir hingga detik ini," jelas Martin yang membuat Asmoro menganggukkan kepalanya.


"Aku tahu maksud Alexa itu sebenarnya apa? Kalau dilihat-lihat Alexa akan mengeluarkan uangnya pada masa mudanya. Nanti kalau sudah tua Alexa akan mempergunakan uang kamu. Kamu tenang saja. Diam-diam saja kamu memberikan uang itu ke rekeningnya. Telat suatu hari nanti uangmu akan terpakai pada masa tua. Atau juga Alexa merasa kalau dirinya tidak berhak mendapatkan uang banyak dari kamu. Apalagi yang namanya perempuan membutuhkan banyak dana. Mulai dari perawatan tubuh belanja pakaian, jalan-jalan dan sebagainya. Alexa tidak ingin menghabiskan uangmu dengan cara berfoya-foya. Lebih baik Dia menghabiskan uangnya demi membahagiakan jiwa dan raganya," jelas Asmoro sambil menebak apa yang terjadi pada Alexa.


"Kalau kakak seperti itu bagaimana?" Tanya Martin yang bingung dengan keadaannya.


"Kalau Stella menghabiskan uang pribadinya. Tidak akan menjadi masalah sedikitpun. Apalagi Stella sendiri sudah memiliki kekayaan dari kedua orang tuanya. Agatha orangnya sangat fair terhadap anak-anaknya. Semenjak tinggal di Tokyo, Agatha sudah membagi uang bulanannya untuk anak dan istrinya. Aku tidak akan merebut itu semuanya dari tangan Stella. Karena setelah berhak untuk mendapatkannya dan menghabiskan begitu saja," jawab Asmoro yang menjelaskan jika Stella mendapatkan uang bulanan dari kedua orang tuanya.


"Oh ya satu lagi. Kamu nggak boleh dendam sama istrimu itu. Kalau kamu dendam hanya karena uangmu nggak dihabiskan. Nanti Alexa bisa marah dan memilih pria lain yang mampu mengerti hatinya. Biarkanlah uang kamu utuh. Suatu hari nanti uang kamu akan berguna buat Alexa," sambung Asmoro.


Martin menganggukkan kepalanya tanda setuju. Memang benar apa yang dikatakan oleh Asmoro. Ia tidak boleh keras kepala ketika menjalin hubungan tertentu. Bahkan Martin harus menghabiskan egonya. Sebab Alexa sendiri sudah memiliki rencana uang bulanannya itu.


"Bagaimana dengan keadaan keluarga Patty? Apakah mereka masih mencari cara untuk menghancurkan Stella dan ingin menempati Kurumi?" Tanya Asmoro.


"Kekuatannya sudah tidak ada. Bahkan mereka juga tidak mampu melawan Kak Niwa. Soalnya nama mereka sudah jatuh dan seluruh masyarakat sudah tidak memperdulikannya sama sekali," jawab Martin.

__ADS_1


Asmoro tersenyum bahagia mendengar kabar tersebut. Namun dirinya tidak boleh lengah sedikitpun. Bisa jadi mereka mencari cara untuk menghancurkan istri kecilnya itu.


"Tapi aku tidak boleh mengelak sama sekali. Cepat atau lambat mereka akan menyerang dengan berbagai macam cara. Tapi aku selalu mengawasinya. Lalu bagaimana dengan Agatha?" Tanya Asmoro.


"Mereka seakan tidak percaya kalau Agatha sendiri memiliki nama yang cukup terkenal di dunia. Mereka meremehkan Agatha sembari mengejeknya berulang kali. Untung saja Agatha saat itu sedang memiliki kesabaran yang cukup banyak. Jadinya Patty tidak dibantai habis-habisan," jawab Martin.


"Kenapa nggak dihabisi sekalian? Padahal Agatha adalah orang yang memiliki jiwa pembunuh. Dan itu sangat mengerikan sekali. Cara membunuhnya itu sangat mengerikan. Aku sudah memiliki beberapa video. Yang di mana video itu aku dapatkan dari Derek," jelas Asmoro.


"Dia memang sangat pandai sekali untuk mencari video tentang pembunuhan. Atau karakter seseorang ketika sedang membunuh orang. Hingga detik ini Derek masih saja memiliki jiwa psiko. Agatha dengan dia sama-sama gilanya. Bahkan kalau dijadikan satu bisa-bisa mereka pesta besar-besaran. Oh ya satu lagi. Agatha tidak mau membunuh di negara lain.. Jika saja Agatha ingin membunuh. Kemungkinan besar Agatha menggiringnya ke Tokyo," sambung Martin yang menjelaskan Bagaimana dengan Agatha.


"Tanggung amat jadi orang. Kalau membunuh ya membunuh saja," kesal Asmoro.


"Nggak semudah itu Kak. Agatha ingin menghilangkan jejaknya tanpa harus ketahuan," jelas Martin.


Sebenarnya Asmoro tidak ingin meremehkan Agatha. Asmoro juga sedang merancang penangkapan Patty bersama Tutik. Namun dirinya tetap bersabar dan membiarkan mereka bersenang-senang terlebih dahulu. Jika mereka tidak mengganggu kehidupan Stella, Asmoro berjanji akan melepaskannya begitu saja dan tidak akan memburunya. Jika sebaliknya maka Asmoro akan memburunya habis-habisan. Karena Stella sekarang adalah hidupnya. Lebih tepat lagi Stella adalah nafas hidupnya.


"Thanks bro atas laporan lu. Gue juga terima kasih semuanya telah menjaga perusahaan S&T dengan baik. Sorry gue harus mengurus perusahaanku sendiri," ucap Asmoro dengan tulus.

__ADS_1


"Semuanya nggak jadi masalah. Semakin lama ikatan persaudaraan kita semakin kuat. Meskipun kita tidak dilahirkan dengan darah yang sama. Aku masih menganggapmu seorang kakak. Kakak juga harus semangat untuk menjalani hidup kedepannya. Semakin lama musuh dapat mengincar hidup Kakak sendiri," balas Martin sambil memperingatkan Asmoro agar tetap berjaga.


Mereka melanjutkan mengobrol tentang masalah pekerjaan. Tiba-tiba saja Martin meminta izin untuk pulang ke mansion. Karena dirinya mendapatkan ultimatum dari Alexa.


"Aku pulang dulu kak. Istri aku sudah ultimatum. Katanya istriku ngambek karena dia memiliki tanda garis merah dua yang berada di tespek," ucap Martin yang merasakan jatuhnya berdetak lebih kencang.


"Harusnya kamu bersyukur memiliki satu anak lagi. Bukankah kamu ingin memiliki lima anak?" tanya Asmoro yang mengingatkan Martin tentang pembicaraannya itu.


"Setelah Alexa melahirkan si kembar. Alexa sudah tidak mau memiliki anak lagi. Aku pasrah dengan ucapannya itu. Aku pikir-pikir ternyata ketika kurcaci ku memiliki sifat yang sama denganku. Yaitu sifat sama-sama merepotkan Alexa," Martin dan Asmoro tertawa terbahak-bahak.


"Jangan bilang kalau kamu membuat ulah kepada Alexa. Kamu berteriak-teriak dan mencari perhatiannya. Setelah mereka kamu tinggalkan bersama Kak Gio. Kamu memutuskan untuk berolahraga di atas ranjang bersama Alexa," Asmoro mulai menebak yang dirasakan oleh Martin sekarang.


Bukannya menjawab, Martin hanya menganggukkan kepalanya. Jujur ia sangat bangga memiliki anak lagi. Ternyata di usianya sudah mau memasuki paruh baya, Martin bisa memproduksi beberapa anak lagi.


"Aku kira usiaku yang sudah menjelang paruh baya tidak memiliki seorang anak. Nyatanya Alexa sedang memberitahukan kalau memiliki garis dua di tespek kepemilikannya itu. Saatnya aku diam menjadi batuk ketika Alexa sedang marah. Ya sudah Kak aku pamit pulang terlebih dahulu," pamit Martin yang meninggalkan Asmoro sendirian di apartemen.


Asmoro hanya menggelengkan kepalanya. Ternyata Martin masih konyol. Namun dirinya sadar, kalau Martin adalah saudara yang sangat mengasyikkan.

__ADS_1


Di apartemen sebelah, Stella memegang perutnya. Ia melihat Adelia sedang kebingungan.


"Kamu sedang cari apa?" tanya Stella.


__ADS_2