Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Dendam Asmoro ke Stella.


__ADS_3

"Tanganku tidak apa-apa," jawab Stella dengan senyuman jahilnya.


"Kenapa kamu sika sekali bermain di pah*ku?" tanya Asmoro yang menahan hasr*tnya.


"Memangnya tidak boleh ya?" tanya Stella yang sengaja beranjak berdiri dan meninggalkan Asmoro di dalam kamar itu sendiri.


Asmoro yang melihat Stella pergi hanya bisa menghela nafasnya. Bagaimana tidak? Ada sesuatu di bawah sana sudah mulai berontak dan menyesakkan celananya. Ia hanya berdoa dan memaafkan istri kecilnya yang suka jahil itu.


Terpaksa Asmoro berdiri lalu segera berlari ke toilet. Ia harus meredakan hasr*tnya itu dengan frustasi.


"Selalu saja begitu," kesal Asmoro. "Awas saja nanti malam aku akan membalas dendam! Kamu tidak akan bisa lepas dariku."


Begitu dendamnya Asmoro pada istri kecilnya itu. Ia tidak akan melepaskan Stella begitu saja. Ia akan mengurung Stella nanti malam. Hingga Stella akan berteriak mend*sah. Itulah rencana Asmoro malam ini.


Stella yang baru saja mengerjai Asmoor hanya bisa tersenyum bahagia. Namun dirinya tidak akan sadar akan bahagia nanti malam. Ia tidak akan bisa lepas dari Asmoro begitu saja.


Tak lama Adelia memukulnya dari belakang. Lalu Stella terkejut dan melihat Adelia sambil tersenyum manis.


"Ada apa?" tanya Stella.


"Apakah kamu tidak membaca pesan dari Kak Alexa?" tanya Adelia balik.


"Aku sudah membacanya. Aku juga sudah melihat beberapa video. Mama dan papa tidak sengaja bertemu dengan wanita ular itu.Tanggapannya sangta lucu sekali. Aku tidak bisa membayangkan betapa terkejutnya Tutik dan Patty melihat mama papa yang masih hidup," jawab Stella sambil tersenyum manis.


"Rasanya aju ingin pulang ke Jakarta. Lalu aku ingin mencarinya dan menjambak rambut indahnya Patty," kesal Adelia.


Stella mengajak Adelia pergi ke taman belakang. ia bingung dengan apa yang dikatakan oleh Patty. Bisa-bisanya sang adik mengatakan kalau ingin menarik rambutnya. Memangnya ada apa sih dengan rambut Patty?


"Memangnya ada apa sih dengan rambutnya itu?" tanya Stella yang sangat penasaran sekali.


"Kakak enggak tahu? Kalau dia pernah menjadi duta shampo yang sangat happening banget," tanya Adelia yang baru saja mencari informasi itu dengan dibantu dengan ian.


"Aku enggak tahu soal itu. Sedari dulu dia sering menutup-nutupi apa yang telah dia kerjakan. Selama ini aku jarang banget mengetahui akan hal itu. Yang aku tahu dia pulang ke rumah dengan membawa banyak pria," jelas Stella yang membuat Adelia terkejut.

__ADS_1


"Buat apa dia melakukan seperti itu?" tanya Adelia.


"Ya biasalah. Kamu enggak tahu bagaimana dengan dunia malam? Dia menganut hal itu. Bahkan dia sendiri didukung penuh oleh Tutik," jawab Stella.


"Ini sangta aneh sekali. Aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada diriku," jelas Adelia.


"Kamu tidak perlu membayangkan apa yang belum terjadi. Kamu akan rugi jika melakukan itu semuanya. Makanya itu aku sengaja kabur. Karena aku ingin dijual di klub malam. Selain itu mereka ingin menjualku ke mafia," tambah Stella yang membuat Adelia paham.


"Jika kakak tidak kabur bagaimana dengan kabar selanjutnya?" tanya Adelia.


"Aku mungkin menjadi seorang budak oleh mafia itu. Aku harus melayani mereka," jelas Stella.


"Tapi untungnya kakak kabur dari rumah itu," ucap Adelia yang mengucap rasa syukur.


"Ya... untungnya aku tidak apa-apa. Tapi perjuanganku enggak disitu saja. Meskipun aku kabur, mereka masih mengejar hingga ke rumah kontrakkan. Padahal aku sendiri sudah sering berpindah demi menghindari mereka," ujar Stella yang sengaja menceritakan masa lalunya.


"Mereka sangat berambisi sekali mendapatkan kakak. Jika bisa mendapatkan kakak, bagi mereka tambang uang. Jadinya kakak adalah celengan masa depannya," imbuh Adelia.


"Aku enggak mau itu. Aku akan menjaga mahkota ini dengan sangat baik sekali. Kelak suatu hari nanti ada seorang pria mendapatkannya. Dan itu menjadi kenyataan buat aku," sahut Stella yang tersenyum bahagia yang sekarang sudah lepas dari masalah ini.


"Ya... aku sangat bersyukur sekali. Kita memang dipertemukan dengan situasi yang tidak baik. Aku sangat bersyukur sekali ketika memiliki saudara. Aku tidak akan tinggal diam untuk masalah ini. Aku juga akan membalas dendam untuk keluargaku. Awas saja kalau bertemu di jalanan. Aku akan menarik rambut indahnya itu. Aku tidak akan memperdulikan itu semuanya," geram Adelia dengan nada rendahnya.


"Enggak usah dibalas. Suatu saat nanti, semua orang akan tahu siapa mereka dan kejahatannya yang sudah diperbuat," kesal Stella.


"Tuhkan kakak sendiri juga kesal sama mereka," ledek Adelia.


"Biar mereka menyerang kita. Jika aku kembali ke Jakarta, aku akan memancingnya. Karena aku ingin sekali menghajarnya dengan tanganku ini. Aku ingin membuktikan semuanya. Karena aku sendiri bisa menghajarnya tanpa bantuan siapapun," celetuk Stella sambil tersenyum sinis.


"Kalau begitu lakukanlah. Aku tidak ingin kamu hanya bicara saja," sahut Asmoro yang baru saja mendengarkan pembicaraan saudara kembar itu.


"Bagaimana dengan mereka yang akan menjebloskan aku ke dalam penjara?" tanya Stella yang tidak sengaja melihat rambut Asmoro basah.


"Biarkanlah aku yang mengurusnya. Mereka akan playing victim?" tanya Asmoro. "Semuanya tidak akan bisa mereka dilakukannya."

__ADS_1


"Hmmp... bolehkah aku bergabung dengan kalian?" tanya Natalie.


"Boleh," jawab Asmoro dengan cepat. "Bisakah aku bertanya sesuatu?"


"Untuk papa bisa semuanya," jawab Natalie sambil tersenyum melihat kedatangan Jacob.


"Apakah mamamu sudah memecat Patty?" tanya Asmoro.


"Sudah," jawab Natalie. "Tapi dianya enggak terima."


"Iyalah. Dia memang mengagungkan pekerjaannya itu. Dia bisa bilang kalau dirinya model terkenal dan cantik. Tapi kalian tidak pernah tahu akan hal itu," jelas Asmoro.


"Apa itu?" tanya Jacob yang sengaja bertanya lebih dahulu.


"Dia adalah psikopat. Aku sering bertukar informasi dengan Tuan Agatha. Apa yang enggak tahu jadinya aku tahu semuanya," jawab Asmoro yang membuat mereka tercengang.


"Kok aku enggak tahu?" tanya Stella yang baru tahu kenyataan ini.


"Kamu enggak paham bagaimana Patty memiliki jiwa seperti itu? Dia tidak membunuh di Jakarta. Tapi dia membunuh di Eropa atau Amerika Selatan,'' jelas Asmoro.


"Dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu saat pergi kesana?'' tanya Stella.


"Kamu enggak tahu sumber uang yang didapatkan?" tanya Asmoro sambil menatap wajah Stella.


"Aku sendiri tidak tahu dari mana uang yang didapatkannya. Aku juga tidak memperdulikan akan hal itu," jelas Stella.


"Dia kan model. Selain itu dia sering bertransaksi obat-obatan terlarang yang diberikan oleh Liam,' ungkap Asmoro yang membeberkan sebuah fakta yang membuat mereka terkejut.


"Apa itu benar?" tanya Jacob. "Kok aku enggak tahu sih?"


"Karena aku sengaja tidak menurunkan mata-mata buat Patty. Aku baru mengenal Stella beberapa bulan yang lalu. Jadinya aku baru tahu sekarang. Sedangkan Papa mertuaku itu sudah lebih dulu menerjunkan mata-matanya," jawab Asmoro.


"Benar juga sih apa yang papa bicarakan," sahut Natalie. "Langkah selanjutnya apa?"

__ADS_1


__ADS_2