
"Yang aku katakan itu benar apa adanya. Aku mendapatkan informasi itu dari Alexa. Alexa sempat ketar-ketir mendapatkan data-data itu dari database di manager pemasaran. Makanya aku menyuruhmu untuk berhati-hati," jawab Martin. "Nanti aku akan menyuruh Alexa untuk mengirimkannya."
Asmoro menganggukkan kepalanya lalu beranjak berdiri. Hatinya mulai geram mendengar berita tersebut. Ia harus mencari cara agar keluar dari apartemen itu. Ia akan mendiskusikan tentang hal ini bersama Agatha dan juga Anita.
Asmoro langsung meninggalkan mereka dan menuju ke tempat Stella. Di dalam perjalanan menuju ke sana, Patty datang.
Deg.
Jantung Asmoro berdetak kencang. Asmoro tidak akan membiarkan Stella keluar apartemennya itu. Mau tidak mau Asmoro harus melindungi sang istri.
Saat masuk lift, Asmoro meraih ponselnya dan mengirim pesan ke Agatha. Lalu Asmoro meminta waktunya untuk esok pagi. Ia tidak akan lama-lama lagi membendung fakta ini ke Agatha.
Sesampainya di sana Asmoro melihat Stella yang selesai membuat kue. Asmoro mendekatinya dan membungkukkan badannya sambil membisiki sesuatu, "Sekarang kamu tidak aman lagi di sini."
"Maksud kamu apa?" tanya Stella yang tiba-tiba saja tidak paham.
"Ternyata apartemen ini tidak aman buat kita. Jika kamu sering berkeliaran di sini. Patty bisa menemukanmu dan meminta Kurumi company lagi," jawab Asmoro sambil jongkok dan membelai pipi halus Stella.
"Ya sudah kalau begitu. Bawa aku ke mana saja. Asalkan aku bisa hidup senang dan bahagia bersamamu," ucap Stella yang pasrah menyerahkan hidupnya kepada Asmoro.
"Kalau begitu ya sudah. Aku akan mencari rumah di area kantor," jelas Asmoro yang ditegur oleh Agatha baru saja datang dari kantor.
"Kamu enak saja ya ngomong seperti itu. Di luar sana malah tidak aman buat Stella. Tutik dan John bisa mencari keberadaan Stella dengan mudah. Apalagi di sana tidak ada pengawalan ketat," kesal Agatha yang mendekati Asmoro dan juga Stella.
"Aku nggak begitu. Aku memang ingin membawa Stella pergi dari sini. Cepat atau lambat mereka bisa menemukan Stella jika berkeliaran di area sini. Aku mendapatkan informasi ini dari Martin. John, pacarnya Patty, Liam, Harlem dan juga para pengawal Liam. Mereka berada di sini. Bisa jadi Patty akan meminta bantuan kepada mereka untuk mencari keberadaan Stella," ucap Asmoro dengan serius.
Sontak saja Agatha terkejut. Bisa-bisanya Agatha mendapatkan informasi seperti itu. Apa yang dikatakan oleh Asmoro itu benar? Bahkan Agatha sendiri mempercayai perkataan Asmoro. Sebab Asmoro termasuk dalam keluarga Snowden. Bagaimana pendapat Agatha sendiri?
__ADS_1
"Kamu baru bilang sekarang. Kenapa aku juga membeli apartemen di sini?" tanya Agatha dengan serius.
"Makanya itu. Aku baru mengetahuinya tadi saat berkumpul bersama Martin dan Kak Gio. Kak Gio pun terkejut mendengarnya. Martin tidak akan mau mengusir mereka begitu saja. Mengingat Martin menjadikan sang penyewa atau sang pembeli adalah raja baginya. Maka dari itu kita tidak bisa ngapa-ngapain," jawab Asmoro yang berdiri sambil frustasi.
"Bener juga sih. Apakah aku harus mengajak mereka ke Surabaya?" tanya Agatha.
"Kamu bisa saja bahwa mereka ke Surabaya tanpa harus Stella. Dia sudah menjadi istriku yang sah. Jadi bawa saja Adelia dan istrimu itu," jawab Asmoro yang masih bingung bagaimana caranya Stella dan Adelia tetap aman.
"Kalau begitu aku akan memikirkannya lebih lanjut lagi," sahut Agatha.
"Jangan biarkan Adelia keluar sembarangan. Patty tidak tahu kalau setelah memiliki kembaran. Dia akan menghajar Adelia begitu saja," saran Asmoro kepada Agatha. "Begitu juga dengan Kak Anita. Beliau harus mendapatkan pengawalan ketat. Jika Tuti tahu keberadaannya. Bisa dipastikan nyawa Kak Anita menjadi taruhannya. Mereka tidak akan melepaskan anak dan istrimu begitu saja."
"Kalau begitu ya sudahlah. Aku tidak akan mengatur rencana untuk hari ini. Nanti malam aku akan mencari rencana itu. Aku hanya bekerja setengah hari saja. Setengah harinya pekerjaan itu akan ku kerjakan di sini. Aku mulai muak dengan divisi keuangan. Mereka selalu mengajakku berantem. Jujur selama ini aku sudah menghitungnya dengan benar. Namun mereka masih saja marah-marah ke aku," kesel Agatha yang mengadukan divisi keuangan ke Asmoro langsung.
"Baiklah. Sebentar lagi aku akan mengadakan meeting dadakan. Meeting itu tidak akan pernah diketahui oleh mereka. Sebelum meeting aku harus mendapatkan banyak informasi terlebih dahulu. Jika tidak maka aku tidak bisa menuduhnya sembarangan saja," kata Asmoro sambil tersenyum iblis.
"Iya... Kamu boleh ikut acara meeting itu. Di situ Kamu bisa mengambil poin-poin tertentu untuk diterapkan di dalam hatimu. Cepat atau lambat kamu harus menguasai soal itu," jelas Asmoro.
Tak lama kemudian datang Scarlett, Sean, Rara dan Edward. Keempat bocah cilik itu langsung menyerbu keberadaan Stella. Mereka saling berebut memeluk Stella.
Melihat Stella diperebutkan oleh mereka, Asmoro tersenyum dan menegur mereka satu-satu, "Pelan-pelan. Jangan berebut memeluk Kak Stella."
Agatha pun tersenyum melihat mereka sangat akrab dengan sang Putri. Ada rasa hangat di dalam hatinya. Diam-diam Agatha mengingat momen di mana ketika anak kembarnya masih bayi. Ia tersenyum bahagia sekaligus meneteskan air mata.
Ada satu kalimat yang berada di dalam hati Agatha. Kenapa ini bisa terjadi dalam keluarganya? Lalu gadis kecil melihat Agatha sambil mendekatinya.
"Kakek," panggil Scarlett.
__ADS_1
Mata Agatha berbinar seketika. Entah kenapa hatinya terenyuh mendengar Scarlett memanggil namanya dengan sebutan Kakek. Apakah Agatha marah kepada putri kecil Alexa itu? Tidak, Agatha tidak akan marah sama sekali. Agatha malah tersenyum bisa menyapa anak-anak Alexa.
"Ada apa Scarlett?" tanya Asmoro.
"Bisakah aku berkenalan dengan Kakek ini? Dan bisakah aku memiliki Kakek ini seperti kakek Asmoro?" tanya Scarlett sambil menoleh ke arah Asmoro.
"Semuanya bisa. Kamu bisa memilikinya," sahut Agatha yang mengangkat tubuh mungil Scarlett dan menggendongnya.
"Terima kasih Kakek," seru Scarlett.
"Sama-sama," balas Agatha sambil tersenyum.
"Kamu di sini sama siapa?" tanya Asmoro.
"Sama mama," jawab Scarlett. "Tapi mama masih telepon di luar sana."
"Ya sudah di sini saja. Kamu nggak nyari Kakak Adelia?" tanya Asmoro yang memancing Scarlett biar pergi dari pangkuan Agatha.
"Aku tidak ingin pergi dari sini. Biarkanlah aku bersama dengan kakek baruku," jawab Scarlett.
"Ya sudah terserah kamu," sahut Asmoro yang melihat Sean mulai merayu Stella.
"Kak Stella," panggil Sean yang memakai wajah imutnya itu.
"Ada apa?" tanya Stella yang mulai menahan tawanya.
Entah kenapa dirinya tertawa jika bertemu dengan Sean? Stella menganggap Sean sebagai pria kecil lucu dan imut. Selain itu juga Sean adalah anak yang menyenangkan.
__ADS_1
"Apakah kakak mau menikah dengan kakek Asmoro?" tanya Sean sambil memohon dengan wajah sedihnya itu.