Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Melihat Kamu.


__ADS_3

Asmoro yang melihat sang istri berjalan-jalan hatinya sangat bahagia. Hari ini adalah hari perdana, di mana Stella keluar dengan memakai status sebagai seorang istri. Bahkan Stella sekarang sudah memakai cincin di jari manisnya. Begitu juga dengan Asmoro Ia juga memakai cincin di jari manisnya itu. Cincin yang berada di tangannya itu sengaja diambil fotonya. Lalu foto tersebut dijadikan sebagai foto profil di media sosialnya semua. Betapa bahagianya Asmoro mengakui kalau dirinya sudah tidak sendiri lagi.


"Seneng ya sekarang lu udah nikah," ucap George.


"Awalnya aku menikahinya karena ingin melindunginya saja. Entah kenapa semakin lama aku jatuh cinta kepadanya. Begitu juga dengan sebaliknya. Stella bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta. Tapi dirinya mengakui Stella menyukaiku dari awal bertemu. Meskipun awal-awalnya kita suka berantem yang gak jelas," jelas Asmoro.


"Ya kamu harusnya beruntung. Meskipun aku tidak kenal dekat. Namun aku merasakan aura kebaikannya terpancar di wajahnya itu.Sepertinya kamu harus mempertahankannya dan jangan sampai terlepas sedikitpun. Aku saranin kamu coba-coba memiliki anak. Jika kamu tidak memilikinya. Bagaimana dengan Stella nanti?" saran George.


"Itulah yang sedang aku bicarakan kepada Stella. Sebenarnya aku takut sendiri. Karena usiaku sudah tidak muda lagi."


"Semuanya itu nggak jadi masalah buat kamu. Banyak loh dari teman-teman kita yang menikah lagi demi mendapatkan keturunan baru. Mereka memang sengaja menikah dengan wanita berusia muda. Mereka juga memamerkan hubungannya di publik tanpa kata malu.''


"Tapi ini lain buat aku bro. Aku tidak akan bisa memamerkan istriku dengan seenaknya. Cepat atau lambat Exodus akan membuat ulah. Mereka akan mengejar Stella demi mendapatkan aku. Itulah yang aku takutkan untuk saat ini."


"Apa yang kamu katakan itu benar. Memang mereka itu sengaja melakukannya. Aku nggak habis pikir dengan mereka."


"Jangankan kamu. Aku sendiri saja masih belum tahu kelanjutan ceritanya kelompok mafia itu. Biarkanlah. Mereka dengan seenaknya mengibarkan benderanya. Kita akan buat mereka bersenang-senang terlebih dahulu. Lalu kita hajar habis-habisan."


"Nggak usah mikirin tentang kelompok itu. Biarkan saja mereka semaunya. Lebih baik kamu menikmati hubunganmu bersama Stella."


"Kamu pikir aku bisa tenang apa? Meskipun mereka tidak melakukan aktivitas. Tapi mereka sedang menyusun rencana baru. Mereka memang sengaja berjalan lambat. Maka dari itu kita nggak perlu untuk berbasa-basi lagi. Kita harus membuat rencana baru lagi. Itulah kenapa sampai saat ini aku masih membuat beberapa rencana untuk disetujui oleh kamu dan Kak Gio."


"Memang berat sih. Kita juga nggak boleh lengah. Aku sekarang sedang mengajari Stella untuk mengenal dunia bawah tanah. Jika tidak kemungkinan besar Stella akan menjadi bulan-bulanan mereka. Apalagi dia statusnya sudah menjadi istriku. Jangankan Exodus. kelompok mafia lainnya akan membuat masalah baru untuk memperebutkan Stella dariku. Kamu tahu kan cerita dari beberapa ketua calon istrinya bahkan istrinya sendiri direbut oleh kelompok mafia lainnya. Apakah kamu paham soal itu?"


Seketika George terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memang benar apa yang dikatakan oleh Asmoro itu adalah kenyataan. Jika Asmoro tidak menggembleng Stella habis-habisan. Maka ia bisa kehilangan istri satu-satunya itu. Ah rasanya itu tidak mungkin. Tapi Asmoro harus melaksanakannya sedikit demi sedikit.


"lebih baik kamu putuskan saja mana Yang terbaik untukmu atau tidak. Aku hanya memperingatkanmu. Agar kamu tidak menyesal di kemudian hari seperti diriku. Istriku pergi bukan karena ulah mafia. Istriku pergi karena saat ini aku sedang menganggur dan tidak ada pekerjaan sama sekali. Aku sudah diberitahukan oleh kak Gio untuk tidak banyak bergerak dalam jangka belum ditentukan. Tapi istriku tidak mengerti tentang akan hal itu. istriku bersikeras menyuruhku untuk bekerja lebih giat lagi," jelas George kepada Asmoro.


"Bukannya kamu bisa bekerja di tempat lain? Kamu bisa menyembunyikan identitas aslimu dan memakai identitas palsu," tanya Asmoro.


"Nggak semudah itu kali. Meskipun aku menutupi diriku seorang mafia. Mereka bisa mendeteksi secara langsung. Itulah kenapa aku sangat takut sekali Jika mereka mengetahui ku yang sebenarnya," jawab George yang membuat Asmoro menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Berarti selama ini kamu?"


"Aku memang menganggur untuk saat ini. Jika aku bekerja di tempat lain. Nggak aku saja. Mau tidak mau istri dan anak-anakku sedang dalam bahaya besar. Mereka akan menjadi tawanan Exodus. Maka dari itu aku memohon kepada Kak Gio mencarikan solusi. Kak Gio memberikan solusi kalau aku disuruh bercerai terlebih dahulu."


"Lalu langkah selanjutnya apa?"


"Langkah selanjutnya ikut dengan kalian terlebih dahulu. Memang berat ketika aku menjadi pengangguran seperti ini. Tapi ini permintaan dari Kak Gio. Supaya aku dan keluargaku aman dari kejaran mereka," jawab George.


"Kamu benar. Bertahanlah dengan keadaan seperti ini. Aku juga masih menjadi kelemahan mereka. Tunggu aku akan mendapatkan kelemahan mereka dan kita sedang bersama-sama," jelas Asmoro yang pergi meninggalkan George untuk mendekati Stella.


George yang melihat Asmoro hanya bisa tersenyum. Entah kenapa dirinya sangat beruntung sekali memiliki teman-teman memiliki sifat baik. Ditambah lagi dirinya memang sangat membutuhkan teman-temannya itu. Untung saja Asmoro tidak dendam kepada George.


"Stella," panggil Asmoro.


"Ada apa?" Tanya Stella.


"Kamu mau ke mana hari ini?" Tanya Asmoro yang memberikan penawaran kepada Stella.


"Bagaimana kalau kita mengajak Scarlett?" tanya Asmoro yang menatap wajah Stella.


"Bagaimana kalau kita mengajak semuanya? Lagian juga Adelia dan Hatori sangat merindukan Sean bersama Edward," jawab Stella.


"Lebih baik kita nggak usah ngajak kemana-mana deh. Kita akan pergi ke rumah mereka. Rasanya aku rindu sekali dengan suasana rumah tersebut. ditambah lagi suasana rumah di sana sangatlah sejuk dan membuat hati menjadi gembira," ucap Asmoro yang memberikan ide untuk berjalan-jalan.


"Bagaimana dengan Adelia dan juga Hatori?" tanya Stella.


"Eh sebentar... Kok aku lupa kalau hari ini akan ada pembagian sembako," jawab Asmoro.


"Maksudnya apa? Kenapa kita bagi-bagi sembako?"


"Kita memiliki rezeki sedikit untuk membeli bahan-bahan makanan. yang di mana bahan-bahan itu sangat dibutuhkan oleh orang yang tidak memiliki apapun. Bisa dikatakan orang itu berada di garis kemiskinan. aku bersama Alexa sengaja mendirikan suatu organisasi untuk disalurkan kepada mereka yang sangat membutuhkan."

__ADS_1


"Bolehkah aku ikut? Sepertinya acara itu sangat menyenangkan sekali."


"Ya kamu boleh mengikutinya. Tapi dengan syarat kamu lebih baik diam saja. Kamu nggak boleh interaksi banyak orang. Aku takut mereka akan menyerbumu dan mengatakan hal-hal yang tidak enak didengar. Kamu masih ingat deh tentang aset Kurumi?"


"Ya ingatlah. Itu aset sengaja diberikan kepada kami semuanya. Patty dan ibunya tidak berhak sebesar pun atas aset itu."


"Lalu kamu belum tahu tentang video yang dimiliki oleh banyak media. Patty dan juga ibunya itu sengaja membuat video dengan didramatisir sesuai keinginannya. Mereka seolah-olah menjadi korban yang tertindas. Mereka sudah memiliki banyak simpati dari warga masyarakat."


"Apakah itu benar?"


"Yang kamu katakan itu benar. Mereka sengaja haus pengakuan dari pihak masyarakat. Semakin banyak orang mendukungnya. Maka orang-orang itu akan memberikan hadiah untuk Patty agar bisa dinikmati."


"Ternyata dia sangat licik sebagai manusia? Ya sudah kalau begitu buat aku tidak mengaruh sama sekali. Aku bisa memakai kekuatan ayahku. Ditambah lagi aku bisa memakai kekuatan suamiku ini. Cepat atau lambat mereka harus di bumi hanguskan ke dalam perut bumi."


"Yang penting sabar saja menghadapi mereka. Semoga saja mereka tidak memiliki dukungan lebih besar lagi."


"Aku takutnya mereka memiliki dukungan dari ketua mafia. Yang di mana mereka bisa menginjak-nginjak kamu lagi. Ditambah dia akan berusaha merebut Kurumi dari tanganmu."


"Bukan itu maksudku kakak. Aku bisa mendapatkan tawaran kakek. Tawaran itu memang sengaja digunakan untuk kami. Cepat atau lambat kami akan melakukan dengan cara licik sekalipun."


"Lakukanlah apa yang kamu bisa. Aku akan mendukungmu dari belakang. Aku tidak mau kamu lemah di hadapan mereka. Maka dari itu kamu harus kuat menghadapinya. Kemungkinan besok kamu harus belajar dari Alexa. Dia akan mengajari kamu untuk menambah mental seperti baja. Jika itu berhasil maka Alexa akan mengejarmu soal bisnis."


"Lalu bagaimana dengan Kak Hatori dan Adelia?"


"Abangmu itu nggak usah diajari apapun. Selama papamu menjadi manajer keuangan di perusahaanku. Kemungkinan besar papamu yang akan menggembleng kakakmu habis-habisan. Kalau Adelia yang aku lihat dia cocoknya sebagai tukang kue. Di tangannya kue buatan mamamu di Surabaya sangat laris manis. Bahkan nama kuenya menjadi sangat terkenal sekali. Mama sudah meminta Adelia untuk meneruskannya. Kamu mulai saat ini harus belajar denganku dan juga Alexa."


"Apakah itu harus?"


"Ya itu harus. Kamu harus melakukannya agar bisa membuat keluarga besarmu dan juga aku bahagia. Sekaligus kamu bisa memegang perusahaan pusat."


"Kalau aku nggak mau gimana?"

__ADS_1


__ADS_2