Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Hatori Bertemu Yamato.


__ADS_3

“Semuanya itu berasal dari Tuan Roth dan mas Ian sendiri. Merekalah yang mengajari mereka berkata seperti itu,” jawab Adelia. 


Seketika mata Anita dan Stella membuat sempurna. Anita mengenal betul kalau Ian sendiri adalah anak yang baik. Lalu, Roth, Anita belum mengenalnya. Semuanya diluar kendali Alexa. 


“Bagaimana dengan Alexa?” tanya Anita yang menggelengkan kepalanya. 


“Terkadang mereka dititipkan ke kantornya Tuan Martin. Otomatis Tuan Martin meminta Tuan Roth menjaganya. Sering sekali Mas Ian datang hanya demi menyerahkan laporan. Oh... ya... ditambah lagi sama Kak Imron. Kak Imron juga suka mengajari mereka kata-kata absurd bagi mereka. Makanya mereka terkena dengan kalimat orang dewasa,” jelas Adelia. 


“Oh... begitu ya... memang parah ya mereka,” celetuk Agatha. 


“Tapi nggak semuanya mereka mengajarkan perkataan orang dewasa dengan mengumpat. Mereka tahu batasan demi batasan yang harus ditempati,” tambah Adelia yang tersenyum sambil duduk di samping Stella. 


“Jujur papa saat berinteraksi sama Sean. Sean kalau ngomong secara blak-blakan. Di sisi lain Sean anaknya cerdas banget. Papa tanyain soal sains dia bisa menjawab,” puji Agatha ke Sean.


“Kata Kak Alexa, Sean itu kepo banget. Saking keponya nanya terus. Kak Martin malah bingung menjawabnya. Malah Kak Alexa yang meladeni,” ucap Adelia.


“Apakah itu benar?” tanya Stella yang tersenyum.


“Iya... Diam-diam Kak Alexa menyuruhku mempelajari semua ilmu. Kelak jika Sean bertanya aku harus menjawabnya,” tambah Adelia yang mengerti sifat Sean. 


Ceklek. 


Pintu terbuka. 


Asmoro segera masuk ke dalam sambil melihat para penghuni di ruangan itu. Seketika Asmoro berjalan mendekati Stella sambil menatap ke arah Agatha, “Aku harus manggil apa ya?” tanya Asmoro yang bingung dengan sebutan nama Agatha. 


“Panggil nama saja. Kamu kan lebih tua dari aku,” celetuk Agatha. 


“Memangnya papa usianya berapa?” tanya Adelia.


“sama kaya mama kamu,” jawab Agatha. 


“Kalau Mama berusia 47 tahun. Berarti papa berusia 47 tahun juga. What.... papa bisa dikatakan dengan Hot Daddy,” ujar Adelia. 

__ADS_1


Di lobby, ada seorang dua pria sedang memarahi resepsionis sedang berjaga dengan memakai Bahasa Jepang. Mereka ingin sekali bertemu dengan putranya yang kabur dari negara Jepang. Namun kedua resepsionis itu bilang tidak mengetahui siapa yang dimaksud. 


Hatori yang sudah sampai lobi mendengar ada orang sedang marah dengan memakai bahasa asing. Lalu Hatori melihat beberapa orang di belakang orang tadi. Matanya memicing dan menatap Pak Dani sang satpam sedang ketakutan. Wajahnya sudah pucat dan tidak bisa berkata apa-apa. 


“Pak Dani,” sapa Hatori. 


“Iya, ada apa bang?” tanya Pak Dani yang sengaja memanggil Hatori dengan memakai Abang. 


Dahulu sebelum pindah ke sini, Hatori sering sekali ke apartemen sini demi membicarakan bisnis tentang buah-buahan. 


Sebelum masuk ke sana Hatori sengaja menyapanya. Mereka sangat akrab sekali dan suka mengobrol. Memang Hatori adalah orang yang humble dan suka bertegur sapa. 


“Ada apa pak? Kok ada kakek-kakek tua yang marah-marah seperti itu?” tanya Hatori. 


“Orang itu sedang mencari keberadaan anaknya. Yang katanya sebulan nggak ada di perusahaan. Menurut informasi yang didapatkan katanya kabur sampai ke Indonesia. Terus ada yang tanya memangnya ada di sini? Katanya ada di sini. Tepatnya berada di lantai lima belas nomor tiga puluh delapan blok e,” Pak Dani memberikan alamat dengan jelas. 


Sontak saja Hatori terkejut. Alamat yang diberikan Pak Dani ternyata apartemen yang ditempati oleh keluarganya. Ia menatap wajah Pak Dani lalu bertanya, “Apakah itu benar?”


“Ya itu benar. Aku nggak bohong. Sebelum sang empunya menempati sudah membuat perjanjian sama pihak manajemen. Agar sang empunya tidak bisa diganggu oleh siapapun,” jawab Pak Dani. 


“Bang... ada apa?” tanya Pak Dani yang melihat Hatori bengong. 


“Iya pak,” sahut Hatori yang memandang wajah Pak Dani. “Aku akan kesana melihat kakek itu yang sedang marah.” 


Dengan tekad yang bulat Hatori melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam sana. Lalu Hatori tidak sengaja pria berusia senja yang mirip dengan Agatha. Lalu ia menatap wajah pria berusia senja itu sambil menyapanya, “Selamat sore tuan.” 


Pria berusia senja itu melihat Hatori dan langsung tertegun. Ia merasakan ada sesuatu di dalam hatinya. Hatinya langsung menuntunnya sambil melangkahkan kakinya sambil berkata, “Kamu mirip sekali ketika aku masih muda.”


Hatori pun bingung dengan apa yang diucapkan oleh pria berusia senja. Pria itu langsung menurunkan emosinya sambil berkata, “Kamu sangat mirip denganku.” 


Di belakang pria berusia senja, ada seorang pria paruh baya mengangkat wajahnya. Lalu ia tidak sengaja melihat Hatori sambil terkejut, “Tuan Muda Hatori.”


Pria itu adalah Yamaha. Ia adalah asisten pribadinya Agatha. Ia sering diutus oleh Agatha untuk mengurusi keperluan Hatori selama berada di Jakarta.

__ADS_1


“Habislah aku,” ucap Yamada sambil merasakan jantungnya berdetak kencang. 


Yamada segera mendekati pria berusia senja sambil berkata, “Tuan Yamato... Dia adalah Tuan Muda Hatori. Anak pertama dari Tuan Agatha.” 


“Apakah itu benar?” tanya Yamato nama pria berusia senja. 


“Ya... itu benar. Dia adalah cucu anda yang saat ini berusia dua puluh lima tahun,” jawab Yamada.


Yamato merentangkan kedua tangannya langsung memeluk tubuh Hatori. Yamato mengusap punggung Hatori sambil berkata, “Cucuku.”


Hatori semakin bingung apa yang sedang terjadi saat ini. Ia ingin bertanya lalu niat itu diurungkan. 


Untung saja Hatori bisa memakai bahasa Jepang. Bahkan Hatori mahir memakai bahasa Jepang.


“Kakek... Kakek ini siapa?” tanya Hatori yang melepaskan Yamato. 


Hatori seketika menatap Yamato dan melihat baju yang dipakainya. Ia bisa menilai kalau Yamato ini pria berkelas dan bangsawan. 


Beberapa saat kemudian Hatori terkejut. Ia segera mengingat nama pria itu. Jujur saja ia sepertinya mengenal pria itu dan berseru, “Apakah Anda Tuan Yamato Kanagawa? Seorang pemilik perusahaan yang bernama Ayashi?” tanya Hatori yang tidak sadar kalau Yamato adalah kakeknya. 


“Aku kakekmu Hatori,” seru Yamato. 


“Apa?” pekik Hatori. 


Hatori terkejut untuk kesekian kalinya. Ia mengenal Yamato dari beberapa majalah bisnis di Taurus Corps. Ia sangat mengagumi Yamato karena tangan dinginnya itu. 


“Mana mungkin Anda kakek saya?” tanya Hatori yang tidak paham dengan Yamato. 


“Aku memang kakekku,” jawab Yamato. 


“Aku nggak mungkin memiliki kakek seperti tuan Yamato. Anda tahu sendiri kalau papaku itu orang biasa,” jawab Hatori yang berkata jujur. 


“Maksud kamu apa?” tanya Yamato yang bingung. 

__ADS_1


“Papaku orang biasa. Beliau bekerja di Jepang sebagai TKI,” jawab Hatori.


“Apa?” pekik Yamato.


__ADS_2