Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Asmoro Semakin Menjadi.


__ADS_3

"Kamu tenang saja. Jika ada yang melawan Kak Asmoro, bisa dipastikan umurnya tidak akan lama lagi. Kak suara kamu ngamuk seperti kesetanan dan menghajarnya habis-habisan. Maka dari itu, kami tidak akan bisa menghentikannya. Jika Itu semuanya terjadi, seluruh pengawal Black Horizon akan angkat tangan dan mundur satu persatu dan membiarkan Kak Asmoro mengulitinya," jelas Ian.


"Berarti bahaya ya Kak? Semoga saja mereka tidak menjadi korban kekejaman atas nama Kak Asmoro," ucap Adelia yang memiliki firasat kalau keluarga Tutik akan menjadi korban selanjutnya.


"Itu tergantung. Kita tidak bisa menolongnya jika itu terjadi. Mereka mau selamat atau mau mati di tangannya Kak Asmoro. Tinggal pilih saja. Kalau mereka mau selamat, jangan pernah mengganggu Stella setelah ini. Jika nggak selamat, terserah apa maunya. Sampai detik ini, macam matanya ke Asmoro sedang berjalan mengelilingi mereka. Mereka tidak sadar akan hal itu. Cepat atau lambat Kak Asmoro akan bergerak. Jika mereka menyentuh rambut Stella satu lembar saja. Aku harap kamu paham dengan semuanya. Kamu tidak perlu takut menghadapi Kak Asmoro jika tidak ada salah sama sekali. Aku harap semuanya baik-baik saja. Tidak akan ada lagi pertengkaran antara satu mafia dengan mafia lainnya. Tunggulah waktu yang tepat agar aku bisa menikahimu," jelas Ian.


"Semoga kalian bahagia selamanya. Meskipun kita lahir dari keluarga yang kurang mampu ataupun berantakan. Jangan pernah pandang kami sebelah mata. Kami adalah manusia yang pengen hidup. Setiap nafas ini berarti ada makna yang tersimpan. Aku nggak tahu harus bagaimana lagi setelah ini. Cepat atau lambat kita bisa menjadi manusia yang dihormati oleh orang lain. Begitu juga dengan sebaliknya. Jika kamu ingin dihormati ada satu yang masih tertanam di dalam hati ini. Banyak-banyaklah menimba ilmu setinggi langit. Suatu hari nanti ilmu itu akan berguna bagi dirimu dan semuanya. Itu pesanku kepadamu. Aku sekarang sudah paham. Tentang filsafat seperti itu. Aku yakin kamu bisa Del. Meskipun kita tidak saling kenal secara dekat. Tapi aku bangga memiliki adik angkat sepertimu. Kamu sangat pandai dalam belajar. Kamu sangat pandai dalam segalanya. Maka dari itu belajarlah. Pahamilah isi hati semua orang. Jangan pernah gegabah mengambil banyak keputusan dalam sekaligus. Pikirkanlah dengan baik-baik," pesan Leon kepada Adelia yang membuat Ian tersenyum.


Ian ternyata sangat sadar akan hal ini. Seluruh orang banyak yang menyayangi calon istrinya itu. Memang benar, Adelia dan Stella memiliki sifat yang sama. mereka sangat baik sekali terhadap orang lain. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun sangat menyukai mereka berdua. Itulah kenapa saudara kembar tersebut sangat lucu dan menggemaskan.

__ADS_1


Jam 10.00 pagi, Stella dan Asmoro menuntaskan kegiatan paginya. Asmoro meraih ponsel Stella sambil membaca beberapa pesan. Asmoro hanya tersenyum melihat pesan dari Agatha. Bahkan pesan itu sedang mengancam dirinya dan juga Stella. Jika dirinya tidak bisa menghamili Stella, nanti putrinya akan diberikan ke pria lain saja. Kemudian Asmoro membalasnya sambil meledek.


ISI PESAN TERSEBUT


Papa ajarin aku. Bagaimana caranya sekali menembak bisa mendapatkan tiga anak sekaligus?


Itulah isi pesan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Asmoro mengirimkan pesan itu berkali-kali. lalu Asmoro melemparkan ponsel itu ke sembarang arah. Ia langsung memeluk tubuh mungil Stella ketika masih tertidur lelap. Ia kembali tertidur hingga sore nanti.


Di sebuah cafe mewah, ada seorang pria yang berusia senja sedang menunggu wanita paruh baya. Pria itu mengambil cangkir yang berisi vanilla latte. Yang di mana minuman itu adalah minuman favoritnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian datanglah seorang wanita yang dimaksud itu. Wanita itu menghempaskan bokongnya di hadapan pria yang sudah berumur. Sebelum berbicara ia langsung memesan cappucino beserta cake larva.


"Ternyata Lampard berada di sini," ucap wanita itu yang langsung to the point.


"Brengs*k! Kenapa dia datang ke sini? Apakah kamu tidak bisa membereskan pekerjaan yang telah aku minta?" tanya pria itu.


"Aku sudah membereskan pekerjaan yang telah kamu minta. Perusahaan itu sudah aku ganti nama menjadi namamu. Tapi, aku kalah cerdik darinya. Dia memiliki banyak anak buah yang bisa disuruh melakukan apapun yang diinginkannya. Jujur, jika masalah ini hingga ke aparat kepolisian, maka kita bisa habis dengan sendirinya. Aku tidak mau itu. Aku masih ingin hidup bebas dan menikmati hari-hariku di masa tua tanpa harus dipenjara," jelas wanita itu.


Pria itu langsung tidak bisa berkata apa-apa. Wajah cerianya tiba-tiba saja menjadi gusar. Memang benar apa yang dikatakan oleh wanita itu. Bisa-bisanya dirinya tidak memikirkan ke depannya. Lalu ia mencoba untuk mencari cara agar bisa melakukan kecurangan.

__ADS_1


"Aku Masih Ingin kamu bekerja sama denganku," ucap pria itu.


"Berapa yang harus Kamu bayar?'' tanya wanita itu sambil mengancam.


__ADS_2