Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Bayangan Itu Masih Ada Di Dalam Ruangan.


__ADS_3

Di ruangan itu, bayangan yang menyerupai Asmoro tidak pergi. Ia malah duduk di sofa sambil menikmati wine. Ia mencium kadar alkohol wine sambil tersenyum, "Rasanya wine ini sangat enak sekali. Apakah kembaranmu memiliki wine sejenis ini dengan banyak?"


Ceklek.


Pintu terbuka.


Asmoro dan Stella terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mereka tidak sengaja melihat orang yang sedang duduk dengan anggun. Mata Stella melotot ke arah pria itu sambil mengalihkan penglihatan ke Asmoro.


"Apakah kalian adalah saudara kembar?" tanya Stella.


"Tidak. Aku tidak memiliki saudara kembar," jawab Asmoro.


"Lalu, kenapa orang ini sangat mirip sekali sama kamu?" tanya Stella.


"Apakah ini bayangan tadi?" tanya Asmoro yang semakin penasaran dengan orang yang sedang duduk itu.


"Oh ya.. perkenalkan nama aku adalah Kuncoro. Aku adalah orang yang sedang ditugaskan untuk menjagamu dari orang-orang jahat. Terutama kamu Asmoro," jelas Kuncoro nama orang itu.


"Menjaga?" tanya Asmoro yang bingung dengan apa yang diucapkan oleh Kuncoro


Selama ini Asmoro tidak memiliki seorang penjaga khusus. Kemana-mana dirinya jarang sekali membawa pengawal. Lalu Kuncoro berdiri dan mendekati Asmoro sambil berkata, "Ya... aku memang disuruh menjaga kamu setelah meminum air di sumur tua itu."


"ini sangat aneh sekali," kesal Asmoro yang bingung dengan kehidupannya setelah meminum sumur tua itu.


"Menurutku enggak. Kamu sudah ditakdirkan meminum air suci dari sumur tua itu," ucap Kuncoro.


"Makin bertambah aneh," kesal Asmoro. "Aku memang sengaja meminum air sumur itu. Hanya untuk melepaskan rasa hausku. Masalahnya apa sekarang?"


"Apakah kamu nggak jujur dengan calon istrimu itu?" tanya Kuncoro sambil memutari tubuh Asmoro.


"Kenapa aku harus jujur sama dia? Ini adalah privasiku sendiri," jawab Asmoro yang bingung atas tindakan Kuncoro.


"Harusnya kamu jujur dengan tindakanmu itu. Jangan sampai Stella kabur gara-gara kamu!" geram Kuncoro.


Sementara itu Stella hanya diam saja dan tidak menanggapi hal itu. Ia tidak memperdulikan apa yang dilakukan oleh dua orang itu. Lalu setelah memutuskan untuk duduk di sofa dan melihat kedua orang itu sedang berdebat.

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus jujur siapa dirimu sebenarnya? Karena yang kamu minum itu akan mempengaruhi hubunganmu dengannya. Oh ya satu lagi, aku memang diutus memberikan satu pesan kepadamu. Pesan itu adalah kamu harus mengajak Stella meminum air sumur itu," jelas Kuncoro.


"Maksud kamu apaan? Lama-lama aku nggak mengerti tentang air sumur itu. Please deh jangan berbuat gila dan menyuruh seseorang untuk meminumnya," kesal Asmoro.


"Ini adalah sebuah perintah yang harus kamu lakukan. Perintah itu harus dilaksanakan dan dipakai dalam hal-hal yang positif. Kami sedang mencari beberapa orang yang memiliki jiwa yang kuat. Jiwa yang kuat ini nantinya akan membantu kami menumpas kejahatan yang sedang terjadi di muka bumi ini. Sekarang yang terjadi adalah satu kelompok organisasi bawah tanah yang sangat menginginkan bumi ini menjadi milik mereka dengan utuh. Dan kamulah orangnya yang cocok membasmi mereka," jelas Kuncoro.


Asmoro terkejut dan melihat Kuncoro yang tidak main-main. Tapi Asmoro bertanya dalam hati, Kenapa harus dirinya yang membasmi mereka? Lalu Asmoro menatap Kuncoro sekali lagi sambil bertanya, "Kenapa harus aku? Masih banyak orang yang bisa membasmi mereka. Aku ingin hidup tenang dan menjalaninya tanpa ada beban apapun."


"Pokoknya kamu harus mengajak gadis itu untuk meminum air sumur tersebut. Jika kamu sudah mengajaknya, aku akan menjelaskan semuanya. Oh iya... Sumur itu akan hadir di hutan tepat berada di markasmu itu. Nanti kalau sudah siap sumurnya akan aku beritahu. Aku harap kamu mengerti soal itu," jelas Kuncoro yang tidak mau memberitahukan apa yang telah terjadi dengan Asmoro dan juga Stella.


Beberapa saat kemudian Kuncoro segera menghilang dari hadapannya. Cara menghilangnya Kuncoro sangat unik sekali. Pertama-tama dirinya membuat samar-samar bentuk tubuhnya itu dan menjadi tidak kelihatan. Seketika Asmoro dan Stella terkejut Dan hampir saja jantungnya lepas dari tempatnya.


"Apakah dia setan?" tanya Stella secara blak-blakan.


"Entahlah. Kamu tahu kenapa aku menyuruhmu ke sini menemaniku?" tanya Asmoro balik.


"Aku tidak tahu," jawab Stella.


"Jujur aku takut melihat orang itu hadir secara mendadak. Dia hadir melalui bayangan dan menjadi orang sungguhan. Kemudian aku terkejut dan kabur dari tempat ini untuk memanggil kamu agar menemaniku,' ucap Asmoro yang benar-benar takut.


"Ya sudahlah nggak usah dipikir. Sebentar aku mau ambil jasku dan laptopku terlebih dahulu," ucap Asmoro sambil meraih jasnya lalu memakainya.


"Sebenarnya ada apa sih?" tanya Stella.


"Aku juga nggak tahu. Setelah meminum air sumur itu. Tiba-tiba saja wajahku yang keriput ini wajahku ini menjadi mudah dan kencang. Apakah kamu tidak mengenaliku?" tanya Asmoro.


"Aku nggak memperdulikan soal itu," jawab Stella yang kemudian beranjak berdiri sambil mendekati Asmoro.


"Kamu nggak tahu siapa aku sebenarnya? Cobalah lihat mataku ini. Lihatlah lebih dalam supaya kamu mengerti siapa aku sebenarnya?" tanya Asmoro yang memaksa Stella untuk menatapnya lebih dalam.


Dengan terpaksa gadis itu melihat mata Asmoro. Ia tidak sengaja mengingat siapa itu Asmoro? Jujur dirinya sangat terkejut dan langsung menundukkan wajahnya.


"Sepertinya aku salah orang," ucap Stella yang tiba-tiba saja ketakutan.


"Kamu nggak salah orang. Aku adalah orang yang pernah menyelamatkanmu dari tembakan itu. Sekarang aku sangat membutuhkanmu," ujar Asmoro yang merasakan Stella sangat ketakutan.

__ADS_1


"Butuh apa Tuan?" tanya Stella dengan tubuh bergetar dan merasakan keringat dingin keluar dari tubuhnya.


"Janganlah takut seperti itu. Aku ingin kamu bersikap seperti biasanya. Kamu tahu aku lebih suka dirimu yang seperti tadi. Ayolah bersikaplah seperti yang tadi. Dahulu memang namaku Lampard. Tapi sekarang aku memakai nama Asmoro. Nanti kamu tahu sendiri siapa diriku sebenarnya. Sebentar lagi jiwa aku dan jiwamu akan menyatu. Aku harap kamu paham semuanya," jelas Asmoro yang membuat Stella menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Bolehkah aku memanggilmu papa?" tanya Stella.


"Jangan pernah memanggilku Papa lagi. Jika Kamu memanggilku papa di tempat umum. Mereka akan bingung dengan statusku ini. Panggilah dengan namaku saja," jawab Asmoro yang meminta Stella tidak boleh memanggil papa.


"Tapi," ucap Stella yang menggantung.


"Udahlah jangan dibahas soal itu. Panggil saja namaku Asmoro," pinta Asmoro.


"Kalau itu permintaanmu... Aku akan melakukannya," ujar Stella sambil tersenyum manis.


"Rasanya senyuman manismu itu telah membiusku untuk kedua kalinya.Aku harap kamu mengingat pesan yang telah aku berikan kepadamu. Jangan sampai semua orang terutama pada laki-laki yang melihat senyummu itu. Sepertinya aku tidak rela berbagi pada mereka," pesan Asmoro.


"Dasar Asmoro bucin!" kesal Stella yang mengambil laptop tersebut dan membawanya.


Di saat Stella memberikan predikat bucin, Asmoro tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa dirinya menilai Stella itu sangat lucu sekali. Sangking lucunya Asmoro tidak bisa menghentikan tawanya.


Selang beberapa detik, Ian dan Adelia masuk ke dalam ruangan itu. Sepasang kekasih itu pun tidak sengaja melihat Asmoro yang sedang tertawa. Jujur saja mereka mengerutkan keningnya secara bersamaan. Kemudian Ian tidak sengaja melihat Stella.


"Stella, ada apa sebenarnya dengan Asmoro?" tanya Ian.


"Aku nggak tahu. Kenapa Tuan Asmoro tertawa seperti itu? Padahal aku hanya mengatakan bucin saja. Setelah itu Tuan Asmoro langsung meledakkan tawanya," jawab Stella sambil membuat Ian terkejut.


"Ini sangat aneh sekali. Bisa-bisanya Tuan Asmoro tertawa seperti ini," ucap Ian yang bingung dengan Asmoro.


Beberapa saat kemudian Asmoro menghentikan tawanya dan menatap Stella. Jujur saja hatinya sedang bahagia saat ini. Ia merasakan ada sebuah energi dari dalam tubuh Stella merasuk ke dalam hatinya. Lalu Asmoro menatap wajah Ian sambil bertanya, "Ada apa memangnya?"


"Sepertinya sekarang kakak sudah berubah. Nggak dingin lagi seperti dulu. Aku merasakan ada benih-benih cinta hadir di antara kalian. Aku harap kalian bisa menjalin hubungan lebih serius lagi," jawab Ian sambil melemparkan senyumnya yang manis sekali.


Mendengar benih-benih cinta hadir, Stella langsung membuang wajahnya karena sangat malu sekali. Jujur saat ini dirinya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Tidak sengaja Adelia menatap wajah sang kakak tiba-tiba saja berubah menjadi merah. Kemudian Adelia mendekatinya sambil berbisik dengan lembut, "Apakah Kakak sedang jatuh cinta?"

__ADS_1


__ADS_2