
"Ya tahu. Mereka memang membuat konten-konten yang konyol. Ditambah lagi mereka suka sekali menyinggung perasaan orang. Itulah anak sama ibu sama saja. Untung saja kamu tidak menikahi Bella. Kalau kamu sampai menikah dengan Bella. Maka hancurlah hidupmu untuk selamanya," jawab Ibra dengan jujur.
"Namanya nggak jodoh mau diapain lagi. Jodohku saja baru datang sekarang. Ingat Stella pengen pulang ke rumah," ucap Asmoro.
"Aku baru saja datang kakak ingin pulang. Bermalamlah disini. Jangan pulang terlebih dahulu. Besok pagi adalah hari Senin," sahut Leon yang tidak akan membiarkan Asmoro pulang.
"Ini nih yang dinamakan pengawal kurang ajar. Hanya dia yang paling berani menyuruhku untuk tidak pulang ke rumah," kesal Asmoro kepada Leon.
"Yang dikatakan Leon benar Kak. Kita nggak akan mungkin mengendarai mobil tengah malam begini. Apalagi aku sudah mendeteksi, bahwa Merry atau John telah menurunkan banyak pengawal untuk mencari korban selanjutnya. Inilah yang sangat mengerikan sekali. Mereka tidak segan-segan menculiknya lalu membantai habis-habisan," jelas Ibra yang membuat mereka terkejut.
"Duh semakin seram saja. Makin ke sini kok semakin horor hidup kita. Kalau nggak dihabisi ya kayak gini terus. Apakah kita akan bekerja sama dengan pihak interpol?" tanya Martin yang benar-benar geram atas tindakan John dan juga Merry.
"Kita nggak perlu kerjasama dengan pihak interpol. Kita akan melakukannya dengan silent. Percuma kalau kita bekerja sama dengan pihak interpol. Mereka sangat licin sekali seperti belut ketika ditangkap. Jadinya kita nggak bisa menghabisinya satu persatu," jelas Asmoro yang tidak ingin bekerja sama dengan pihak interpol.
"Lalu bagaimana selanjutnya?" Tanya Martin.
"Ya itu tadi. Sebaiknya kita menyalakan sumbu permusuhan antara ayah dan anak. Jika ini terjadi maka Exodus akan melemah. Untuk saat ini kita biarkan saja. Aku ingin fokus mengembangkan pabrik di beberapa negara dalam setahun ke depan. Kalau sudah waktunya berburu sumur tua itu. Maka akan aku lepaskan perusahaan itu ke kamu, Martin. Paling lama sebulan," ucap Asmoro yang mendapat anggukan kepada Martin.
"Kamu benar. Yang memiliki darah dari kerajaan Noe akan dipilih satu persatu. Mereka yang akan berangkat menuju ke Jepang untuk mencari sumur tua itu. Dan akulah orang yang dipilih pertama kali untuk melakukan perjalanan menuju ke sumur tua itu," jelas Ibra.
"Tenang saja. Kita sekarang hidup di zaman teknologi serba canggih. Aku akan mengajak Imron atau Ian atau keduanya juga bisa untuk mencari keberadaan sumur tua itu. Ditambah lagi aku mengajak Stella kesana," sahut Asmoro.
"Kenapa kamu ajak Stella kak?" tanya Martin.
"Dia adalah jelmaan dari ratu Noe. Mau tidak mau aku harus mengajaknya. Aku belum tahu Ratu Noe memiliki kelebihan apa? Nanti aku akan memanggil Kuncoro untuk menjelaskan kelebihan Stella itu apa? Soalnya Kuncoro sendiri suruh mengajak Stella untuk ikut," jawab Asmoro yang sangat penasaran sekali sama istrinya karena memiliki kelebihan yang lain.
Mereka akhirnya paham kenapa Asmoro memilih Stella. Mungkinkah Stella ada hubungannya dengan masa lalu Asmoro. Karena Stella sendiri adalah jelmaan dari ratu Noe. Sedangkan Asmoro adalah jelmaan dari Raja Noe.
Memang ini tidak masuk akal bagi mereka. Zaman sekarang adalah zaman teknologi yang sangat canggih. Mereka tidak akan menengok ke masa lalu. Nyatanya gara-gara ketua mafia Exodus, semuanya jadi masa lalu dan masa sekarang terikat menjadi satu.
__ADS_1
Mereka bingung harus bagaimana? Ditambah lagi Liam ingin sekali menguasai bumi. Tanpa diketahui Liam, sang putri adalah seorang penyihir kegelapan. Apalagi Merry adalah sang pengendali cairan biru. Inilah yang membuat mereka ketakutan. Mereka tidak akan membiarkan Merry akan menguasai bumi dengan cepat.
Pagi yang cerah di kota Jakarta. Matahari Sudah terbit sejam yang lalu. Alexa dan Stella tidur dalam satu kamar. Sedangkan ketiga anak-anaknya tidur di kamar lainnya. Untung saja Alexa tidak memarahi Stella. Karena Stella menikahi Sang papa angkatnya itu. Malahan Alexa sendiri terkejut mendengar silsilah keluarga Stella.
Alexa tidak menyangka kalau Stella memiliki kakek Seorang pebisnis hebat. Yang dimana sang kakek sudah terkenal di dunia bisnis. Nama Ayashi sudah sangat terkenal di dunia. Alexa sangat bangga kepada Stella karena kesabarannya.
"Aduh, aku kesiangan lagi," kesal Alexa yang melihat Stella yang sudah bangun.
"Masih jam tujuh kak," ucap Stella yang menghibur Alexa.
"Lalu bagaimana dengan anak-anakku? Kalau ibunya belum bangun. Mereka juga tidak akan bangun. Aku seperti ingin menangis saja," tanya Alexa yang membuat Stella tersenyum.
"Mereka sudah bangun dan sarapan. Sean dan Edward sedang mandi bersama. Hanya Scarlett saja yang memutuskan untuk melukis," jelas Stella.
"Aku merasa tersanjung sekali tinggal di sini. Karena mama angkatku sudah memberikan pelayanan yang baik buat ketiga cucunya itu," ucap Alexa dengan malu-malu.
"Nggak usah malu-malu Kak. Dan jangan panggil aku mama. Kalau hubungan Kakak sama Kak Asmoro panggil Papa tidak apa-apa. Tapi jangan aku panggil mama. Nanti aku bingung menjelaskan kepada keluargaku," jelas Stella.
Stella mulai berpikir dan membetulkan apa kata Alexa. Sebab dalam lingkungan keluarga Snowden, Alexa memanggil Asmoro papa. Seharusnya Stella juga harus dipanggil mama. Stella menatap wajah Alexa lalu berkata, "baiklah Kak. Kakak panggil saja aku mama nggak apa-apa. Soalnya di keluarga Snowden, Kak Asmoro sudah menjadi papa angkatmu. Seharusnya Kakak juga memanggil aku mama," jelas Stella sambil tersenyum.
"Rasanya sangat aneh sekali. Tapi tak apalah. Aku sendiri juga bingung mau memanggil kamu apa. Ya sudah mulai saat ini aku akan memanggil kamu mama. Tapi lewat pesan ya. Nanti Paman Martin bingung dengan panggilanku kepadamu," ucap Alexa dengan penuh kegirangan.
Kedua Wanita itu sangat bahagia sekali. Mereka tidak mempedulikan dengan statusnya masing-masing. Mereka sangat akrab walau beberapa bulan bertemu. Stella tidak memperdulikan Alexa jika memanggilnya mama. Malah mulai saat ini, Stella sendiri mendapatkan kehormatan untuk menjadi mama angkat Alexa.
"Untung Hari ini adalah hari libur nasional. Kalau tidak Sean akan ketinggalan sekolah pada hari Senin ini," ucap Alexa.
"Mau makan apa hari ini?" Tanya Stella.
"Nanti deh. Aku tidak biasa untuk sarapan pagi. Lebih baik aku membersihkan kamar milik anak-anak," jawab Alexa.
__ADS_1
"Memangnya anak-anak sering menginap disini?"
"Ya kalau ada perjalanan bisnis. Aku selalu bertanya kepada Papaku terlebih dahulu atau papa angkatku. Jika salah satu Mereka sibuk. Aku akan menitipkan mereka kepada mereka. Yang sering sih bapak Asmoro. Yang papa Gio itu sibuk banget dengan namanya perusahaan. Aku sampai nggak bisa menghandle pekerjaan Papa Gio. Karena Taurus Corps memiliki cabang di berbagai negara di dunia ini," jelas Alexa.
"Kalau begitu nggak apa-apa. Jika kamu sibuk titipkan saja di sini. Adelia juga ada di apartemen mama. Jadi kalau kerepotan aku akan memanggil Adelia untuk membantuku menjaga mereka," ucap Stella dengan tulus.
"Terima kasih. Kamu sungguh-sungguh sangat baik sekali menjadi orang. Sekarang kamu harus menjadi wanita yang sangat kuat. Aku berpesan kepadamu. Jangan mau ditindas lagi ya. Jadilah wanita tegar untuk menghadapi masalah. Karena sebentar lagi akan ada prahara dalam rumah tanggamu," pesan Alexa yang mewanti-wanti Stella agar tegar menghadapi kehidupan rumah tangga kedepannya.
"Terima kasih telah mengingatkanku. Aku yakin Kak Asmoro adalah pria yang sangat setia sekali," jawab Stella.
"Kamu benar. Dia adalah pria yang sangat baik sekali. Kamu bersyukur mendapatkannya. Banyak sekali wanita-wanita yang ingin mendekatinya. Bahkan mereka ingin menjadi istrinya. Tapi papa menolaknya dengan mentah-mentah. Aku sendiri menolaknya. Akulah orang pertama yang tidak mengizinkan Papa menikah dengan orang yang salah," jelas Alexa.
"Lalu Bagaimana denganku? Aku menikah karena terpaksa untuk mencari perlindungan. Setelah itu pernikahan ini menjadi hangat dan kita saling mencintai satu sama lain," ucap Stella.
"Tidak apa-apa. Aku tahu kamu tidak akan menolaknya. Aku tahu kamu tidak akan pernah mengecewakan Papaku ini. Tapi tolonglah... Rawatlah dia sedemikian rupa. Karena masa tuanya, Papaku belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang perempuan. Kecuali ibunya sendiri," pinta Alexa.
"Aku sudah berjanji dalam hatiku untuk merawat Kak Asmoro. Biar bagaimanapun, sekarang Kak Asmoro adalah orang yang sangat penting," ucap Stella dengan tulus.
"Terima kasih. Kamu sudah mau menerima papaku. Kalau begitu Aku mau minta izin untuk membersihkan kamarnya anak-anak," pamit Alexa untuk masuk ke dalam dan melihat kamar yang sedikit rapi.
Stella meraih ponselnya lalu menghubungi Asmoro. Beberapa detik kemudian Asmoro membuka pintu dan melihat Stella. Ia mendekatinya kemudian memeluknya sambil mencium bibir Stella.
"Apakah tidurmu enak malam tadi?" tanya Asmoro.
"Sangat enak sekali Kak," jawab Stella. "Semalam dari mana?"
"Ke laboratoriumnya milik Ibra. Di sana Aku sudah mendapatkan analisis tentang cairan biru itu. Cairan biru itu sangat mengerikan sekali. Aku bingung harus berbuat apa untuk saat ini. Aku sendiri ingin memusnahkannya," jawab Asmoro yang benar-benar kebingungan dengan cairan berwarna biru itu.
"Sabarlah. Jangan terburu-buru melakukan hal seperti itu. Lagian juga kita belum menemukan waktu yang tepat untuk menghancurkannya," ucap Stella sambil mengelus punggung Asmoro.
__ADS_1
"Memangnya kamu tahu soal itu?" tanya Asmoro.