
"Semuanya itu benar. Para senior mafia tidak akan berbuat onar kecuali ada yang mengganggunya. Nggak mengganggu saja. Ada yang membayarnya untuk membuat kekacauan. Aku pernah ditawari tapi aku tidak mau. Aku sendiri bukan seseorang yang munafik dengan uang. Tujuan utama didirikan Black Horizon bukan untuk menyulut kemarahan setiap orang. Melainkan Black Horizon diciptakan untuk perdamaian. Tujuan utamanya untuk melindungi Taurus Corps. Itulah alasan utama Kak Gio ketika mendirikan Black Horizon sesungguhnya. Untung saja Papa tidak menegurnya. Papa malah santai menanggapi semuanya," jawab Asmoro yang membuat mereka semakin paham.
Asmoro tidak sengaja membuka map itu. Matanya membulat sempurna dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Ia teringat pada kejadian tadi pagi. Lalu dirinya menatap tajam ke arah mereka.
"Apakah kalian meminta dokumen ini ke Boni secara cuma-cuma?" tanya Asmoro yang tidak lepas dari pandangannya itu.
"Aku tidak mengambilnya. Aku habis makan kembali tidur. Mataku sangat ngantuk sekali gara-gara semalam begadang," jawab Leon yang tidak sadar karena telah mengkonsumsi obat tidur dengan dosis tinggi.
"Apakah kamu William?" tanya Asmoro.
"Sepertinya tidak. Aku juga sangat mengantuk Kak tadi pagi. Aku kembali tidur sampai malam menjelang," jawab William dengan jujur.
"Apakah kalian yang mengambil dokumen ini dari tangan Boni?" tanya Asmoro sambil menatap wajah Ian.
"Kakak tahu siapa Boni sebenarnya? Wanita itu tidak akan pernah mau memberikan dokumen tersebut secara cuma-cuma," jawab Ian yang mengetahui sifat Boni sebenarnya.
"Lalu siapa yang memberikannya? Boni bukanlah orang yang teledor untuk memberikan dokumen itu secara mudah. Jadi aku bisa pastikan, ada orang yang berada di rumah ini mendatanginya," ucap Asmoro yang menebak siapa orang itu sebenarnya.
"Yang pasti bukan aku Kak. Aku sendiri nggak kenal siapa itu Boni," jawab Jacob dan Imron secara bersamaan.
Asmoro mulai mencurigai tentang kejadian tadi pagi. Ia teringat memorinya tentang tadi pagi. Lalu Asmoro akan kejadian sandwich yang di mana membuatnya mengantuk.
__ADS_1
"Rasanya ada yang aneh nih. Apakah kalian tidak merasa? Jika tadi selesai makan Kalian pergi tidur lagi," tanya Asmoro yang membuat mereka menganggukkan kepalanya.
"Iya ya. Kok aku baru sadar jika habis makan sandwich lalu kembali tidur? Seharusnya kita melakukan banyak pekerjaan untuk pagi tadi hingga malam ini. Wah ini patut dicurigai," celetuk Imron.
"Siapa kira-kira yang menjadi pelaku utamanya?" tanya Asmoro yang menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
"Mana mungkin para wanita itu yang melakukannya? Kalau aku sih tidak percaya," tanya Imron balik.
"Begitu juga dengan aku. Mereka memiliki wajah yang sangat polos sekali dan tidak pernah memiliki dosa sedikitpun," jawab Jacob yang mulai menganalisis keadaan.
"Nggak mungkin kan pengawal Black Horizon yang kurang ajar kepada kita?" tanya Asmoro.
"Sekarang aku sudah memetakan siapa saja yang terlibat dalam urusan ini. Tokoh utamanya adalah keempat wanita itu. Tidak ada lagi orang luar masuk ke dalam dan membantu pekerjaan ini. Kalau dari luar itu pasti jebakan. Kalau dari dalam pastinya mereka berempat. Dila dan Natalie adalah anak mafia. Tidak ada yang bisa menghalaunya jika sedang beraksi. Sheila dan Adelia memiliki darah gangster. Kalau dilihat mereka sangat kalem dan tidak memiliki dosa apapun. Tapi di belakangnya ada iblis. Iblis yang di mana akan merasuk ke dalam jiwanya dan melakukan hal-hal yang gila," jelas Asmoro.
"Apakah kakak akan memarahi mereka semuanya?" tanya Ian.
"Kamu tahu kalau aku memarahi mereka semuanya. Stella akan berdemo dan tidak ingin tidur bersamaku selama seminggu. Aku pasti diusir dari sampingnya," jawab Asmoro yang tidak ingin membuat masalah dengan Stella.
Mereka menahan tawanya karena jawaban Asmoro sangat absurd. Bagaimana bisa seorang mafia takluk di tangan seorang perempuan cantik yang kalem tapi mematikan? Inilah yang menjadi pertanyaan utamanya. Ternyata Asmoro sangat ketakutan sekali Jika sang istri telah memberikan perintah horor seperti itu. Bahkan Stella juga akan menutup kamar itu dan menguncinya.
"Ternyata Kakak takut sekali jika nyonya besar sedang marah," celetuk Imron.
__ADS_1
"Kamu jangan mengatakan yang tidak-tidak tentang Nyonya besarku itu. Kamu tahu setelah menikah nanti yang berkuasa adalah Dila. Dia akan menjadi seseorang yang ditakuti oleh banyak orang. Sekali berbuat kesalahan maka kamu akan menangis seumur hidup. Jangankan aku, Martin juga merasakan hal yang sama. Perintah yang paling horor dari sang istri itu adalah tidur di luar bersama para penjaga," jelas Asmoro.
Mereka pun setuju dengan pendapat Asmoro. Jangankan Martin, Papa James yang tua itu saja sering mendapatkan hukuman dari Mama Linda. Hingga akhirnya Papa James akhirnya mengalah dan tidur bersama para penjaga.
"Ini sangat mengerikan sekali. Aku tidak bisa membayangkan jika ini terjadi pada diri kami. Bisa-bisa kami tidak dapat senjata kehangatan dalam waktu seminggu ke depan," ucap Ian yang membayangkan dirinya terkena omelan Adelia.
"Bagaimana ya ngomongnya biar mereka mengaku dan tidak melontarkan hukuman horor itu buatku?" tanya Asmoro yang sedang memikirkan agar Stella tidak menghukumnya.
Di saat memikirkan jawaban itu, Stella tiba-tiba saja datang dan masuk ke dalam ruangannya. Stella mengatakan kalau soto ayamnya itu sudah selesai dimasak. Memang di sini mereka hampir dua jam untuk berdiskusi. Akhirnya mereka keluar dan mengikuti Stella pergi ke dapur.
Asmoro akhirnya menemukan jawaban yang tepat. Pria paruh baya itu akan menanyakan dengan pelan-pelan di saat makan malam. Sesampainya di sana mereka duduk dengan rapi. Para wanita itu pun mengambilkan makanannya dengan telaten.
"Apakah di dalam soto Kalian ada obat tidurnya?" tanya Asmoro yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
Keempat pria itu bingung dengan para wanita tertawa. Asmoro hanya bisa memandangnya saja dan tidak berbicara apapun. Lalu keempat wanita itu terdiam dan duduk di hadapan pasangannya masing-masing.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Stella ke arah Asmoro.
"Kamu tahu tadi ada tragedi sandwich yang bisa membuat aku sangat mengantuk sekali. Seharusnya pekerjaan di ruangan kerja itu sudah selesai dianalisis oleh kami. Tapi nyatanya Kami selesai makan sandwich dan langsung tidur. Makanya itu kami mulai curiga. Kalau kalian memang sedang bermain curang di belakang kami," jelas Asmoro yang membuat mereka mencari cara agar tidak ketahuan.
"Apa benar itu?" tanya Stella yang sengaja menendang kaki Adelia.
__ADS_1