
"Masa kamu nggak tahu tentang Hatori Kanagawa. Pria itu yang selama ini kita cari. Kamu tahu Hatori adalah saudara kembar Stella dan Adelia," jelas Lampard.
"Maaf aku lupa. Ternyata tukang buah itu adalah Hatori Kanagawa. Kenapa aku baru sadar ya? Padahal tadi pagi aku menemuinya dan melihatnya secara langsung," ujar Ian dengan jujur.
"Ya sudah kalau begitu. Suruh masuk saja," suruh Lampard.
Iyan memutuskan keluar dari ruangan itu. Lalu dirinya mendekati Hatori sambil menyuruhnya masuk ke dalam. Hatori pun menurut kemudian membuka pintu dan melangkahkan kakinya untuk menghadap Lampard.
"Selamat pagi tuan," sapa Hatori dengan ramah.
Pria bertubuh kekar itu mengangkat wajahnya. Lampard menatap wajah Hatori dengan intens. Sedangkan Hatori sangat terkejut sekali melihat Lampard.
"Bukannya tadi kita sudah ketemu?" tanya Hatori yang blak-blakan.
"Bukannya kamu tukang buahnya Alexa?" tanya Lampard balik.
"Ya itulah saya tuan. Saya memang didaulat oleh Nyonya Alexa untuk memilih buah bagi seluruh keluarga Snowden," jawab Hatori dengan jujur.
"Kalau begitu ikutlah denganku. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Anggap aja ini tugasmu yang pertama!" ajak Lampard.
"Baiklah tuan. Suatu kehormatan bagi saya," balas Hatori dengan penuh.
Sebelum keluar Lampard menghubungi Ian untuk segera datang. Tak butuh waktu lama sang asisten itu pun datang. Ian segera menghadap dan mengucapkan salam.
"Ada apa Tuan?" Tanya Ian.
"Segera cetak berkas-berkas yang pernah kamu kirimkan terdahulu. Aku ingin mengclearkan semua masalah ini," jawab Lampard dengan serius.
"Apakah semua ini berhubungan dengan masalah Stella?" tanya Ian.
"Apakah kamu melupakan hal ini?" tanya Lampard dengan nada dingin.
Ian melemparkan sebuah kertas ke arah Lampard. Lalu pria paruh baya itu pun mengambil kertas itu dan membacanya.
AKU HANYA BERAKTING SAJA. UNTUK MEMBLURKAN SEMUA MASALAH INI. AGAR HATORI TIDAK CURIGA. APAKAH KAKAK PAHAM DENGAN USAHAKU INI?
Setelah membaca kertas itu, Lampard langsung mengangguk setuju. Dirinya terlalu gegabah untuk mengatakan sesuatu kepada Hatori. Seharusnya dirinya tidak melakukan itu. Ia harus tenang dan menghadapinya dengan santai.
"Kalau begitu siapkanlah mobil untukku. Dan kamu juga harus ikut denganku!" balas Lampard.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu," sahut Ian.
Lampard segera mengambil jasnya. Pria itu langsung memakainya dan menyuruh Hatori ikut dengannya. Hatoripun berdiri kemudian menuruti keinginan Lampard. Entah kenapa dirinya merasakan aneh terhadap sang bos barunya itu.
Di sisi lain Ian memberikan pesan kepada Gio. Ia sangat berterima kasih karena melemparkan Hatori ke S&T Company. Gio pun tidak memperdulikan soal itu. Sebab Gio tidak terlalu ambil pusing.
Sejam berlalu setelah meninggalkan kantor, Lampard mengajak Hatori ke apartemen mewahnya. Ia menyuruh Hatori duduk dengan santai.
Jujur Hatori semakin bingung dengan si bosnya itu. Tiba-tiba saja Hatori disuruh ikut dengannya? Ditambah dirinya mau dijadikan apa oleh bosnya itu. Ia akan menuruti semua keinginan sang bosnya itu.
Menurutnya sang bos S&T Company orangnya termasuk loyal dan baik. Tak lama Ian dan Lampard datang dengan membawa map yang berisikan identitas Hatori sebenarnya.
Sebelum berbicara Lampard duduk di hadapan Hatori. Kemudian Ian memberikan sebuah map ke Lampard. Lampard segera meraihnya dan melemparkannya ke arah Hatori.
"Apa benar nama kamu Hatori Kanagawa?" tanya Lampard serius.
"Iya namaku Hatori Kanagawa," jawab Hatori. "Ada apa Tuan? Saya disuruh ke sini. Bisakah Tuhan menjelaskannya?"
"Baiklah. Aku akan menjelaskan sesuatu," jawab Lampard.
Sebelum mereka berbicara dua mata, Ian memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka. Dirinya pergi ke unit sebelah. Di sana Ian memilih untuk beristirahat.
"Aku pergi dulu," pamit Ian.
"Baiklah kalau begitu," balas Ian yang segera meninggalkan mereka.
Melihat kepergian Ian, Lampard membuka suaranya. Namun sebelum lanjutkan dirinya mengambil air mineral untuk Hatori.
"Minumlah. Aku tidak akan memberikan racun kepadamu," ucap Lampard yang menyuruhnya minum.
"Nanti saja tuan," sahut Hatori yang masih bingung. "Bolehkah saya bertanya sesuatu?"
"Boleh," jawab Lampard.
"Ada apakah tuan menyuruh saya ke sini?" tanya Hatori.
"Buka map itu dan baca semuanya!" perintah Lampard.
Hatori segera meraih map itu dan melihat isinya. Ia menyimak isi yang tertulis di dalam map itu. Dirinya sangat terkejut. Jujur saja isi dari map itu membuatnya syok berat. Jadi selama ini dirinya memiliki dua saudara kembar perempuan.
__ADS_1
"Maksudnya apa ya Tuan?"
"Kamu harus tahu sesuatu tentang silsilah keluargamu. Kamu beruntung dilempar di perusahaanku. Jika tidak kamu yang akan menjadi korban selanjutnya."
"Maksudnya saya tidak mengerti tuan?"
"Apakah papamu adalah Agatha Kanagawa?"
"Ya itu nama papa kandung saya. Memangnya ada apa ya?"
"Kamu pasti tahu tentang perusahaan yang bernama Kurumi Company?"
"Saya mendengarnya tuan. Itu perusahaan menjadi referensi saya jika Taurus Corps tidak menerima saya."
"Baguslah Tuan Giovanni menerimamu. Jika tidak kamu akan mendapatkan kenyataan yang menyakitkan di sana."
"Lalu?"
"Kamu memiliki seorang ibu yang bernama Anita Kanagawa. Wanita itu tinggal di kota Surabaya. Dan kedua adikmu berada di rumah tuan Gio. Kamu harus tahu satu hal, kenapa dirimu terpisah dari mereka?"
Jantung Hatori berdetak dengan kencang. Entah kenapa dirinya merasakan ada sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ingin rasanya marah tapi percuma. Ingin rasanya menangis, dirinya tidak mampu melakukannya.
Selama ini Sang papa menyembunyikan sesuatu darinya. Kenapa sang papa tidak pernah menceritakan itu kepadanya. Dalam hati Hatori mulai bertanya-tanya. Ada Apakah sebenarnya ini.kok dirinya tidak mengetahui apa yang telah terjadi?
"Jujur tuan, saya tidak mengetahui apa-apa. Saya baru sadar hari ini. Kalau saya memiliki seorang ibu dan kedua adik perempuan," ucap Hatori.
"Karena papamu tidak pernah cerita demi menghindari sebuah masalah besar. Kurumi dan kamu itu berkaitan erat. Kurumi adalah perusahaan dari papamu sendiri. Dia membangun perusahaan itu menjadi besar dengan usahanya yang sangat keras dan ulet. Setelah Kurumi berhasil, papamu menikahi mamamu dan memiliki kalian bertiga. Papamu hanya merasakan kebahagiaan itu sesaat. Kamu tahu apa penyebabnya?"
"Apa itu Tuan?" tanya Hatori.
"Karena keserakahan bibi kamu itu yang bernama Tutik. Tutiklah mencoba merayu papamu dengan kata-kata manisnya. Setelah berhasil wanita ular itu masuk ke dalam rumah kalian. Si wanita ular itu akhirnya berhasil menghancurkan rumah tangga orang tuamu. Di sisi lain dia merebut perusahaan papa kamu. Dia bekerja sama dengan seorang kaki tangan mafia asal Meksiko. Di sinilah masalah sebenarnya. Mereka tidak tahu kalau papamu memiliki tiga anak. Yang tahu adalah adik pertamamu yaitu Stella. Kamu baca di halaman terakhir dan simak semuanya. Adikmu sangat menderita sekali karena ulah mereka," jelas Lampard yang membuat Hatori hatinya teriris.
"Kenapa Papa tidak pernah cerita kepadaku? Seharusnya Papa memberitahukanku terlebih dahulu. Aku bisa mencari suaka untuk perlindungan diriku dan kedua adikku bersama mamaku," kata Hatori dengan nada sedihnya.
"Itu tidak mungkin dilakukannya. Kemungkinan besar papamu ingin melindungimu dari mereka. Apalagi bibimu itu sangat ambisi menjadikan anaknya seorang CEO. Agar bisa mengeruk semua aset kalian," tambah Lampard yang membuat Hatori terkejut kedua kalinya.
"Jadi selama ini?" tanya Hatori. "Papaku jatuh miskin dan bekerja di Jepang. Di sinilah Aku terpisah olehnya. Seharusnya aku mengetahui hal itu. Sungguh miri sekali papaku ini."
Lampard memutar bola matanya dengan malas. Pria yang berada di depannya itu tidak mengetahui apa yang telah terjadi selama ini? Sebelum menjadi keberadaan Hatori, Lampard menemukan sebuah berita di surat kabar Jepang. Lalu pria paruh baya itu mencari informasinya.
__ADS_1
Ternyata oh ternyata papa Hatori adalah Yakuza yang memegang klan Kanagawa. Baginya Lampard tidak terkejut sama sekali. Ditambah lagi Agatha adalah seorang CEO dari perusahaan Ayashi Group.
"Bagaimana jika Hatori mengetahui tentang Sang papa itu? Apakah Hatori marah atau tidak?