Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ternyata Penyusup.


__ADS_3

"Ibu lagi butuh biaya untuk bapak yang sedang sakit. Ibu tidak tahu harus bagaimana lagi mencari uang yang banyak," jawab sang ibu.


"Bapak sakit apa?" tanya Hatori yang melihat sang Ibu sangat kasihan sekali.


"Bapak habis terkena sakit stroke. Butuh biaya banyak melakukan terapi agar bapak bisa pulih kembali," jawab ibu itu.


"Baiklah Bu. Kalau begitu aku berpamitan untuk pulang. Kantornya Tuan Lampard bersama Tuan Ian tidak usah dibersihkan. Besok pagi saja kalau ada orangnya dibersihkan!" Perintah Hatori.


"Baiklah Tuan. Kalau begitu saya undur diri dulu," balas ibu itu.


Hatori segera mengambil jasnya lalu memakainya. Kemudian dirinya melangkah meninggalkan ruangannya sambil mengecek isi email. Tanpa diduga Ian mendekatinya lalu menepuk punggung Hatori. Hatori pun menoleh dan menatap wajah Ian.


"Ada apa Tuan?" tanya Hatori yang tiba-tiba saja menoleh ke belakang.


"Ayo kita kembali lagi. Antarkan aku ambil berkas-berkas untuk Kak Asmoro," ajak Ian yang meninggalkan hattori dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya itu.


Lalu Hatori mengikuti Ian dari belakang. Tanpa disangka-sangka Ian melihat ruangannya Asmoro sudah terbuka lebar. Kemudian Hatori mendekatinya mengerutkan keningnya, "Bukankah ruangan ini sudah tertutup rapi?"


"Kan sudah aku bilang, ruangan CEO tidak boleh terbuka seperti ini. Orangnya itu tidak ada. Orangnya lagi cuti," jawab Ian.


"Aku tidak membukanya Kak. Jika menginginkan sebuah berkas,kemungkinan besar aku akan meminta pihak perpustakaan untuk memberikannya untukku. Tapi ini sangat aneh sekali. Yang memegang kunci ini adalah tuan Lampard sendiri. Tidak ada lagi orang yang memegang kunci tersebut," ucap Hatori dengan jujur.


"Ada. Yaitu aku. Akulah orang nomor dua pemegang kunci ruangan CEO," sahut Ian.


Dengan terpaksa mereka masuk dan melihat ruangan itu. Namun mereka tidak hanya dia mendengar suara berisik dari arah sudut ruangan. Lalu mereka menengok dan melihat seorang wanita tua sedang mencari sebuah berkas. Kemudian Hatori berseru, "Hey... Kamu ngapain di sini?"

__ADS_1


Wanita tua itu langsung menoleh dengan wajah pucat. Wanita itu terkejut bukan main. Entah kenapa dirinya merasa seperti orang yang baru kepergok mengambil memang orang itu sengaja mengambil barang milik Asmoro untuk diserahkan ke seseorang.


"Bukannya Ini ibu tadi?" tanya Hatori.


"Maksud kamu apa?" tanya Ian balik.


"Dia adalah seorang cleaning service di sini," jawab Hatori lagi.


Ian meraih panjangnya di dalam kantong celana. Lalu dirinya menghubungi seseorang agar ke sini. Beberapa saat kemudian orang itu datang sambil membunyikan badannya lalu menyapa Ian, "Selamat sore tuan."


"Tangkap wanita itu! Bahwa wanita itu ke ruangan bawah tanah yang berada di markas!" perintah Ian.


"Baik Tuan," balas pengawal itu.


Kemudian pengawal itu menangkap ibu tadi. Setelah itu Ibu tadi dibawa ke suatu tempat yang tidak mungkin Hatori tahu. Sedangkan Ian menatap wajah Hatori sambil bertanya, "Ibu-ibu itu siapa ya?"


"Bukan. Kami tidak pernah membuat ledakan ibu-ibu untuk menjadi cleaning service. Yang menjadi cleaning service di sini adalah Asep dan Lana," jawab Ian.


"Tapi Ibu itu mengaku kok kalau dia tukang bersih-bersih di sini. Aku suruh ibu itu tidak boleh memasuki ruangan tuan Lampard," ucap Hatori dengan jujur.


"Kemungkinan besar ibu-ibu itu adalah seorang penyusup. Bisa jadi orang itu disuruh oleh pihak musuh untuk mengambil beberapa file milik S&T dan dijualnya kembali," jelas Ian.


"OMG. Aku tadi tanya sama ibu-ibu itu katanya dia lembur ingin mencarikan uang buat suaminya yang sedang sakit," kata Hatori.


"Itu bukan Ibu-ibu. Orang itu adalah penyusup. Kalau begitu bantu aku menghamburkan beberapa file agar ditandatangani oleh sang CEO?" ajak Ian.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara Hatori segera mengambilkan beberapa berkas sedang menumpuk di mejanya itu. Kemudian Hatori memberikan semuanya ke Ian. Sedangkan Ian yang menerima berkas itu hanya bisa terdiam tanpa banyak bicara. baru ditinggal dua hari saja berkas-berkas itu sudah menumpuk seperti rasanya malam ini mereka akan lembur hingga pagi.


Mansion Banderas.


Asmoro yang baru saja sampai langsung mencari keberadaan Stella. Ia menatap Stella dan Adelia sedang mengobrol dengan santai. Lalu pria muda itu mendekatinya sambil menyapa Stella, "Apa kabarmu Stella?"


Selang beberapa detik datanglah Winda membawa oleh-oleh untuk kedua adik kakak itu. Tiba-tiba saja Winda menatap wajah Asmoro dan terkejut. Hampir saja Winda melemparkan barang itu jika tidak saja memegangnya dengan erat. Mau tidak mau Winda menaruh barang itu sambil menatap wajah Asmoro.


"Kamu siapa? Apakah kamu pengawal baru di sini? Jika pengawal baru maka Pergilah menjauh dari sini dan berkumpulah sama pengawal itu," perintah Winda.


"Aku bukan pengawal baru Kak. Aku adalah adikmu yaitu Lampard Wolf Snowden," jelas Asmoro.


"Enggak. Kamu bukan Lampard. Lampard itu sudah tua. Kamu masih sangat terlalu muda bahkan bisa dikatakan wajahmu mirip anak sekolahan," geram Winda yang tidak mau rumahnya ada penyusup.


Seketika Gio datang sambil melepaskan jasnya dan memberikannya ke Winda. Setelah memberikan jasnya itu Gio menatap wajah Asmoro sambil menarik Winda, "Ayo ikut aku sebentar!"


"Mau ke mana kita? Bukankah di sini ada penyusup?" tanya Winda kesal.


Gio tidak berkata apa-apa terhadap Winda. Namun dirinya tetap menghadap sang istri ke ruangan kerjanya. Di sana Gio menjelaskan Kalau pria yang di hadapannya itu adalah Lampard. Setelah itu Winda percaya apa yang dikatakan oleh Gio.


Jujur saja, Winda tidak mau ada penyusup dari pihak manapun masuk ke dalam kediamannya itu. Jika sampai ada dan tertangkap oleh Winda maka hidupnya tidak akan selamat. Atau saja Winda menjebloskannya ke dalam penjara. Seperti kita tahu kalau mereka adalah seorang pengusaha yang memiliki nama besar dan sukses di dunia. Terang saja Winda orangnya sangat berhati-hati sekali melihat di sekelilingnya. Bisa dikatakan wanita itu memiliki julukan yang sangat menyeramkan. Hampir semua orang mengenalnya atas kekejamannya itu.


"Jadi Lampard?" tanya Winda dengan serius.


"Ya... Lampard berganti nama menjadi Asmoro Wijaya Hadikusumo. Nama itu diberikan oleh Iyan agar bisa berkamuflase menghancurkan musuh. Kamu tahu kan nama Lampard di dunia bisnis maupun dunia bawah sangat terkenal sekali. Bahkan seluruh musuh pun takut terhadap Lampard," jelas Gio yang berhati-hati menjelaskan ke Winda.

__ADS_1


Winda mempercayai perkataan Gio. Jujur saja Wanita itu sangat terkejut sekali atas perubahan Lampard. Gio juga akan memberitahukan kepada yang lainnya. Namun dia tidak akan bercerita tentang Lampard di media massa. Justru Gio akan menyembunyikan identitas asli Lampard ke semua publik. Jika ada yang menanyakan gila akan memberitahukan sesuatu. Yaitu Lampard Sudah dipecat dari anggota Snowden dan beberapa jajaran bisnis. Meskipun begitu Lampard bisa bekerja dengan baik.


__ADS_2