Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ulah Scarlett.


__ADS_3

"Entah kenapa tenggorokanku tiba-tiba saja tersedak dengan air liurku sendiri," jawab Roth.


"Makanya sebelum ke sini kamu harus minum dulu. Pastikan tenggorokanmu itu baik-baik saja," ucap Martin yang memberikan saran kepada asistennya itu.


"Kalau begitu tolong tanda tangani ini semuanya. Aku sudah mengecek keseluruhan beberapa proyek baru ke depan. Ada tiga proyek baru bekerja sama dengan Tuan Asmoro," sahut Roth sambil memberikan berkas-berkas itu di hadapan Martin.


Kembali lagi ke Mansion Alexa.


Alexa hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menatap wajah Edward. Dirinya tidak habis pikir Bagaimana Edward bisa memuji para pelayan itu. Lalu Alexa berlutut sambil memegang tubuh mungil Edward dan berkata, "Lain kali jangan seperti itu. Nanti semua orang mengatakan kalau kamu adalah pria kecil yang centil."


"Bukankah itu lebih baik ma? Kata paman Imron, kalau kita memuji seseorang maka kita mendapatkan pahala yang banyak sekali," ucap Edward dengan jujur.


"Aku harus berkata apa lagi ini? Semakin lama mereka sudah meracuni anak-anakku. Bagaimana aku harus melakukannya dan menegurnya tidak memakai emosi?" Tanya Alexa di dalam hati.


Ketika hati Alexa berbicara dan memasang raut wajah yang sangat menyedihkan, Edward menatap wajah sang mama. Langsung memeluk Alexa dan mencium pipi sang mama.


"Mama jangan khawatir. Aku nggak akan menjadi pria centil kok. Aku kan berkata jujur. Kalau mereka itu sangat cantik dan baik sama seperti Kak Stella dan Kak Adelia," fisik Edward yang membuat Imron tertawa terbahak-bahak di ambang pintu.


Sementara itu Nathalie yang baru saja tiba mendengar Imron tertawa. Ia segera mendekatinya sambil bertanya, "Ada apa memangnya?"


Dengan cepat Imron menarik tangan Natali dan meninggalkan ruangan itu. Lalu Imron mengajak Natalie ke taman belakang.


"Imron," panggil Natalie.

__ADS_1


"Baiklah aku jelaskan. Selama ini anak-anak Alexa sudah berkata yang tidak-tidak. Sebenarnya yang mengajarkan itu adalah kami. Contohnya saja tadi, Edward tidak sengaja berkata jujur kepada Alexa kalau dirinya sering memuji para pelayan," ungkap Imron.


Sontak saja Natalie terkejut atas pengakuan Imron. Bagaimana bisa orang-orang gila ini sudah meracuni otak anak kecil dengan kata-kata dewasa. Lama-lama Natalie ingin menghajar Imron dan melemparkannya ke suatu tempat. Akan tetapi Natalie tidak rela melakukannya karena takut Jacob tidak ada temannya.


"Kamu gila ya Imron. Mereka masih anak-anak. Kenapa juga kamu meracuni otak mereka dengan kata-kata yang tidak pantas? Bagaimana jika mereka memuji orang-orang sekitarnya? Aku nggak mau keponakanku mirip sekali dengan Martin yang suka mengobrol janji kepada setiap wanita," kesal Natalie yang tidak ingin melihat keponakannya itu terkena perkataan yang tidak pantas.


"Maafkan kami. Jujur saja, akhir-akhir Ini aku baru sadar kalau mereka sudah mencontoh perkataan kami. Saat itu kamu sering mengadakan pertemuan yang tidak disengaja. Lalu kami tidak sengaja berkata ala-ala anak gaul sekarang. Mereka bermain agak jauh dari kami. Tiba-tiba saja mereka datang dan bermain di samping kami. Itulah awal mula mereka mendengar kata-kata gaul yang tidak pantas didengarkan," jelas Imron.


"Bagaimana cara menghilangkan itu?" tanya Natalie.


"Entahlah. Mereka terpapar oleh kata-kata itu. Mau marah juga percuma," jawab Imron yang tidak memiliki solusi sama sekali. "Ngapain kamu ke sini? Bukankah kamu sekarang berada di kantor?"


"Aku ingin bertemu dengan Alexa," jawab Natalie. "Lalu, ngapain kamu ke sini juga?"


"Kalau itu aku sudah tahu. Semalam aku berada di dalam kamar Jacob. Memang malam itu Jacob sedang tertidur karena kecapean. Aku hanya membuatkan sup ayam dan susu hangat. Setelah bangun Jacob memakannya. Selesai makan itu dia kok memutuskan untuk tidur lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah," jelas Natalie.


"Kapan kalian menikah?" Tanya Imron.


"Aku nggak tahu kapan aku menikah. Aku harus meminta restu kepada nenek Linda. Inilah yang membuat aku bingung," jawab Natalie.


"Nggak usah bingung seperti itu. Saranku sih kamu mencoba mendekati nenek Linda dan meminta Restu darinya. Sejauh ini mereka sangat merestui kalian. Tapi kamunya saja yang nggak meyakinkan mereka," saran Imron.


"Aku takut ditolak sama nenek Linda," ucap Natalie.

__ADS_1


"Nggak perlu takut sama nenek Linda. Kamu bisa mendapatkan semuanya seperti Alexa," ujar Imron.


"Jangan samakan aku dengan Alexa. Kak Martin sedari kecil sudah menyukai Alexa. Bahkan dirinya rela menunggu Alexa hingga dewasa. Setelah itu kak Martin sengaja mengejar Alexa dan menikahinya. Begitulah kisah Alexa. Kalau aku berbeda jauh. Aku sama Jacob bertemu tidak sengaja dalam acara peresmian perusahaanku aku melihat Jacob saat itu sedang patah hati dan ditinggalkan kekasihnya. kemudian aku sengaja mendekatkan diri dan menghiburnya saja agar tidak berlarut-larut sampai sekarang. Gara-gara itu aku terjebak dalam kisah cinta ini," jelas Natalie.


"Kamu jangan menyesal seperti itu. Yang namanya jodoh itu misteri. Andaikan saja jika Jacob bersama kekasihnya, kemungkinan besar Kamu tidak akan menyatu dengannya. Begitu juga dengan Alexa. Banyak lika-liku yang harus dihadapi mereka. Meskipun kalian dekat tetapi tuhan selalu membuat kejutan demi kejutan agar bisa menyatu. Kejutan itu adalah sesuatu hal yang dinamakan rintangan maupun tantangan. Jangankan kamu, kisah cintaku bersama Dila juga banyak tantangannya. Sampai sekarang aku belum bisa menyatukan hatiku kepada Dila. Maksudnya kami belum menikah. Padahal aku sendiri sudah menyiapkan dana untuk pernikahan," tambah Imron sambil menjelaskan isi hatinya itu.


"Aku harap kalian berjodoh," ucap Natalie dengan tulus.


"Entahlah. Sekarang aku hanya fokus pada pekerjaanku saja. Jika mengingatnya hatiku sakit. Aku ingin menjadi pria paling bahagia namun belum kesampaian," sahut Imron.


"Bersabarlah. Jangan pernah menyerah pada keadaan," Natalie mendoakan Imron agar bisa bersatu dengan Dila.


"Kamu juga. Kamu sebenarnya sama Jacob sudah berjodoh. Wajahmu dengan wajahnya Jacob sangat mirip sekali. Jika orang-orang melihatmu, mereka mengira kalau kamu kembarannya Jacob padahal tidak," jelas Imron yang tidak sengaja didengarkan oleh Scarlett.


"Oh jadi bibi Natali pacarnya Paman Jacob," jelas Scarlett yang dari tadi mendengarkan dan tidak bersuara sedikitpun.


Sontak saja mereka terkejut dan memandang wajah Scarlett. Mereka hanya bengong dan tidak bisa berkata apa-apa. Bagaimana bisa anak sekecil itu mendengar perkataan orang dewasa dan mencernanya dengan mudah? Sepertinya ini sangat membingungkan bagi mereka.


"Sekarang aku tahu siapa pacarnya bibi Natalie?" seru Scarlett langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Alexa.


Melihat gadis kecil itu berlari, mereka berdua saling memandang. Tiba-tiba saja Natalie duduk sambil menatap bunga mawar milik Alexa. Bagaimana dirinya harus menjelaskan jika ditanya oleh Alexa?


"Ini sungguh sangat gawat sekali. Aku harus bagaimana? Aku seharusnya tidak berkata itu di sini," keluh Natali dan berdoa agar Scarlett tidak berkata apa-apa kepada Alexa.

__ADS_1


__ADS_2