Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Mengambil Keputusan Dengan Tepat.


__ADS_3

Asmoro yang baru saja mendapatkan telepon dari Hatori memandang wajah Stella. ketika Stella ingin pergi, Asmoro memanggilnya, "Sayangku, kamu mau kemana?"


"Mau menemani Adelia Kak," jawab Stella.


"Duduk sini dulu. ada yang harus aku bicarakan kepadamu," suruh Asmoro sambil menunjuk sofa kosong itu.


"Baiklah," Stella lalu duduk di sofa itu. "Memangnya ada apa Kak?"


"Ada masalah di perusahaan. Patty masuk ke dalam perusahaan melalui jalur HRD. Aku telah membuat peraturan di perusahaan. Kalau masuk ke dalam perusahaanku, semuanya itu harus memakai seleksi. Nggak mudah untuk menjadi karyawan maupun karyawati di perusahaan S&T," jawab Asmoro sambil melihat Stella.


"Lalu?'' tanya Stella.


''Aku pengen tanya, pendidikan terakhir Patty itu apa?'' tanya Asmoro lagi.


"Dia hanya lulusan SMA Kak. Sama kayak aku. Tapi nilainya sangat buruk sekali. Dia sering banget bolos dan tidak pernah mengikuti pelajaran apapun. Yang anehnya nilai pelajarannya sangat bagus sekali. Aku pernah mendengar, kalau Tutik sering banget mengancam guru-guru di sana. Agar Patty mendapatkan nilai yang bagus sekali. Jika tidak, Tutik bisa menghancurkan kehidupan guru itu dan juga keluarganya," jelas Stella yang membuat Asmoro terkejut.

__ADS_1


"Sepertinya dia tidak layak untuk bekerja di perusahaanku. Hatori bercerita kalau dia menyuruh karyawanku untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Kamu tahu kan, perusahaanku adalah perusahaan besar. Seluruh karyawan harus mengerjakan tugas satu persatu. Jika dia tidak ada tugas, dia boleh membantu yang lainnya agar pekerjaan itu cepat selesai. Apalagi aku orangnya tidak sabaran sama sekali. Seluruh laporan harus masuk ke dalam mejaku dan hari itu juga aku memeriksanya," jelas Asmoro.


"Bener juga sih. Aku juga terkejut ketika Kakak memberitahukan dia masuk ke dalam perusahaan. Lalu bagaimana Kak selanjutnya?" tanya Stella yang merasakan ada sesuatu yang tidak enak.


"Aku akan berkoordinasi dengan papamu. Meskipun papamu adalah manajer keuangan. Aku telah memberikannya wewenang dalam setiap pekerjaan. Mau tidak mau papamu harus memecatnya dari perusahaan Itu. Jika tidak, bisa-bisa pekerjaan itu akan menumpuk dan mereka harus mengerjakan milik Patty. Aku tidak mau itu," jelas Asmoro.


''Bagaimana dengan manajer HRD itu?'' tanya Stella. ''Aku yakin dia pasti membela habis-habisan.''


''Sepertinya. Tapi aku harus mengeluarkannya alias memecatnya dari perusahaanku. Sedari dulu dia memiliki dampak buruk buat perusahaan. Banyak sekali karyawanku yang dipecat tanpa alasan yang jelas. Katanya pekerjaan mereka sangat buruk sekali," jawab Asmoro yang meraih ponselnya lalu mengirim pesan kepada Agatha.


"Aku nggak jadi masalah. Karena dia memberikan Citra buruk kepada karyawan maupun karyawati aku," jawab Asmoro yang membiarkan sang manager HRD kehilangan pekerjaannya. "Aku ini pro sama karyawan. Jika pekerjaannya bagus, maka aku bisa memberikan bonus lebih. Aku nggak peduli dia itu bagaimana? Sebab Dia telah memajukan perusahaan ini bersamaku. Itulah aku," jelas Asmoro yang membuat Stella paham.


"Makanya orang yang kerja di sana itu sangat betah sekali. Banyak sekali pekerjaan, namun mereka tidak stres. Malahan mereka sangat asyik sekali ketika bekerja. Aku mendapatkan informasi itu dari Kak Hatori. Kak Hatori juga sangat betah bekerja di perusahaan kakak. Mau pindah tapi sayang banget dengan bonusnya. Aku tahu kakakku itu pekerja keras dan cerdas mengambil keputusan," sahut Stella.


"Kamu benar. Andai saja kakakmu enggak pernah berkunjung ke rumah Alexa. Kemungkinan besar aku tidak akan bisa menemukannya. Jujur aku sangat terkejut sekali melihat kakakmu yang mirip dengan kamu dan juga Adelia. Seandainya Hatori tidak pernah ke sana, aku harus mencarinya melalui mata-mataku," ujar Asmoro.

__ADS_1


"Ya sudahlah kalau begitu. aku sangat berterima kasih sekali sama kakak. karena hidupku telah ditolong sama kakak. Aku bersumpah akan menjadi istrimu yang baik. Jika ada kesalahan, kamu harus menegurku. kita di sini sama-sama belajar untuk membangun rumah tangga yang baik," pinta Stella.


Asmoro tersenyum mendengar kata-kata Stella. Semakin hari Stella sudah mulai menjadi dewasa. Bahkan Asmoro sendiri sangat kagum terhadap istrinya itu. Meskipun usia mereka berbeda jauh, Stella bisa mengimbangi dirinya yang sudah menjadi pria paruh baya. Ia tidak akan menyia-nyiakan Stella untuk menjadi istrinya. Asmoro tahu kalau Stella juga sangat mencintainya. Begitu juga dengan sebaliknya, Asmoro juga mencintai sang istri.


Lalu bagaimana dengan tanggapan Agatha? Sebenarnya Agatha sendiri sangat terkejut sekali ketika Asmoro melamar putrinya itu. Agatha berpikir kalau Stella tidak bisa mencari calon suami yang berumur muda. Tapi yang namanya jodoh, Agatha harus merelakan Sang Putri menikahi Asmoro.


"Apakah Kakak sedang sibuk?" tanya Stella.


"Sangat sibuk sekali. Aku harus menganalisis pekerjaan anak-anak di sini. Banyak sekali kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh mereka. Aku harus menyelamatkan perusahaan ini. Oh ya... Apakah kamu mau belajar tentang perusahaan?" tanya Asmoro balik.


"Kayaknya nggak dulu deh Kak. Kakak sedang sibuk untuk mengurusi perusahaan. Jadinya aku tidak boleh mengganggu Kakak terlebih dahulu," jawab Stella dengan jujur.


"Justru Ini yang lebih baik buat kamu. Sekarang saja kamu belajarnya. Mumpung ada kesalahan di perusahaan ini. Jadinya kamu bisa turut andil untuk memecahkan kesalahan-kesalahan ini," saran Asmoro dan memberikan beberapa dokumen tersebut ke Stella.


"Apakah aku tidak mengganggu kakak?" tanya Stella yang berdiri dan mendekati Asmoro.

__ADS_1


__ADS_2