Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kejahilan Asmoro.


__ADS_3

“Terserah kakak. Intinya adalah kamu harus mengatakan sebulan sebelum acara terjadi,” jawab Stella yang menatap wajah Asmoro.


“Baiklah,” ucap Asmoro yang menelan nasinya. “Mama tadi masak apa?”


“Siang tadi aku yang masak bersama Adelia. Menunya sangat sederhana. Papa sangat menyukai masakan aku tadi,” jawab Stella.


“Masa iya?” tanya Asmoro yang tidak percaya apa yang dikatakan oleh Stella.


“Iya... aku tadi hanya masak tumis brokoli dan ayam goreng,” jawab Stella.


“Kalau begitu kamu bisa ya masakin aku?” tanya Asmoro.


“Bisa,” jawab Stella. “Memangnya kamu mau makan apa?”


“Aku ingin makan nasi sama ayam goreng. Sayurnya tumis brokoli,” jawab Asmoro.


“Oh... menu yang tadi?” tanya Stella.


“Iya... sepertinya aku sangat tertarik memakan itu,” jawab Asmoro.

__ADS_1


“Besok kamu pulang jam berapa?” tanya Stella.


“Aku pulang?” jawab Asmoro yang menggantung. “Tidak bisa dipastikan.”


“Kalau enggak bisa dipastikan berarti bisa pulang... bisa enggak?” tanya Stella.


“Aku memang jarang pulang,” jawab Asmoro. “Tapi aku usahakan pulang cepat.”


“Kenapa nggak pulang?” tanya Stella.


“biasanya aku mengawal pabrik pas waktu ekspor. Jika kamu ikut, tidak apa-apa. Nanti aku suruh Willi untuk menjemputmu,” jawab Asmoro.


“Apakah kamu tidak marah akan hal itu?” tanya Asmoro lagi.


“Buat apa aku marah. Aku jarang sekali marah jika tidak ada yang membuat kecewa. Kamu kerja masa aku yang mengganggumu,” jawab Stella.


“Syukurlah. Seharusnya aku bisa melemparkan pekerjaan ini ke orang lain. Tapi aku orangnya jarang sekali percaya dengan orang lain. Apa yang bisa aku kerjakan di pabrik. Maka aku kerjakan dan membantu mereka. Aku juga mengecek seluruh barang-barang yang berada di gudang. Jadi aku bisa memantau seluruh barang-barang yang berada di sana,” jelas Asmoro.


“Kamu itu sangat aneh sekali. Jarang ada sang pemilik perusahaan mau turun untuk menangani barang keluar masuk. Tapi kamu sempatkan untuk mengecek ke sana,” puji Stella.

__ADS_1


“Aku putuskan bahwa malam ini, Aku tidak akan keluar malam. Aku akan mencari pengawalku dan memperkerjakan untuk melaporkan barang ekspor dan impor di pabrik tersebut. Aku ingin sekali tidur malam. Ditambah lagi aku akan sering menjamahmu seperti pria pada umumnya setelah menikah,” ledek Asmoro sambil memakan sesuap nasi goreng itu.


“Memangnya boleh ya kalau aku dijamu seperti itu?” tanya Stella dengan polos yang tidak tahu apa arti menjamah seperti itu.


“Haduh, Memangnya kamu nggak tahu apa artinya menjamah?” ucap Asmoro di dalam hati dan ingin mencium sang istri sekarang juga.


“Memang aku nggak tahu apa itu artinya menjamah? Kalaupun tahu kenapa aku bertanya sama kamu?” tanya Stella.


“Akan aku katakan, Apa artinya menjamah bagi orang yang sudah menikah? Dengarkanlah baik-baik. Aku tidak akan mengulanginya lagi setelah ini,” bisik Asmoro.


“Kamu itu ada-ada saja. Kenapa kok nggak boleh bertanya? Memangnya bertanya itu dilarang ya?” tanya Stella.


“Aku tidak marah. Tapi aku sangat gemas sekali dengan wajah cantikmu itu putih dan rupawan seperti kembang desa,” jawab Asmoro dengan jujur.


“Ayolah, katakanlah semuanya kepadaku apa artinya menjamah?” tanya Stella yang sangat penasaran sekali dengan itu.


“Masa kamu nggak tahu apa arti menjamah? Baiklah, aku jelaskan padamu Apa arti sesungguhnya menjamah bagi orang sudah berkeluarga. Gara-gara ada kata menjamah di pasangan suami istri itu, bakalan ada seseorang yang hadir di dalam keluarga kita. Tapi seseorang itu wajahnya sangat mirip aku atau kamu? Jika dia masih kecil bisa membuat kamu gemas,” jelas Asmoro.


“Berarti... Anggota baru kita itu siapa ya?” tanya Stella yang tidak paham juga Apa arti menjamah.

__ADS_1


 


__ADS_2