
"Kerja pa," jawab Hatori dengan mantap.
"Kenapa kamu kerja di sana? Bukankah di sini kamu sangat menyukainya?" tanya Agatha.
"Memang, aku sangat menyukainya. Tapi Aku ingin sekali mencari pengalaman lainnya. Semua pekerjaan telah aku lakukan satu persatu,'' jawab Hatori.
''Kenapa kamu kerja di sana? Jika kamu sangat menyukai pekerjaan di sini. Sebenarnya Papa tidak melarangmu kerja di mana. Berikanlah satu alasan,'' tanya Agatha.
''Aku hanya mencari pengalaman saja. Agar aku bisa mendapatkan pengalaman lebih banyak lagi. Pekerjaan apapun aku pasti mau," jawab Hatori.
"Tidak ada alasan yang tepat buat papa. Sebenarnya di sini kamu sudah memiliki banyak pengalaman. Papa menyuruhmu bekerja di sini demi mendapatkan ilmu dari Asmoro. Sebentar lagi kamu akan menggantikan papa di perusahaan pusat. Kamu bisa mempelajari itu semua dari Asmoro. Jika suatu hari nanti, papa pensiun dini kamu harus bisa menanganinya. Setelah itu kamu bisa menikah dan memiliki anak. Anak kamu akan menjadi penerus selanjutnya. Begitu seterusnya. Untuk adik-adikmu, sepertinya Papa tidak yakin. Karena mereka akan mengurusi suaminya masing-masing. Tapi papa akan memberikannya pekerjaan. Mereka tidak perlu lagi keluar dari rumah. Mereka papa ajarkan untuk tidak menggantung harapannya terlalu tinggi kepada suaminya. Mereka harus belajar mandiri dan memiliki uang sendiri. Mereka bisa membeli barang-barang favoritnya tanpa harus meminta kepada suaminya. Selain itu juga, mereka bisa merawat anak-anaknya dengan bebas," jelas Agatha.
"Benar apa yang dikatakan oleh papamu. Sebenarnya mereka harus diajarkan mandiri. Jika suatu hari nanti, mereka ingin memiliki mobil mahal ataupun barang-barang koleksi mahal, Mereka tidak harus memintanya kepada para suaminya masing-masing. Apakah kamu mengerti dengan papa katakan?" tanya Anita yang membuat Hatori paham dengan penjelasan sang papa.
__ADS_1
"Baiklah. Aku mengerti akan hal itu. Memang benar apa yang dikatakan oleh papa. Mereka harus diajarkan mandiri tanpa harus meminta apapun dari suaminya. Mereka juga tidak boleh manja dalam meminta sesuatu apapun. Intinya adalah mereka harus mandiri. tapi aku rasa mereka akan marah kepada papa," ucap Hatori.
"Tidak. mereka tidak akan marah dengan apa yang dilakukan oleh papa. Papa juga akan membicarakan semuanya kepada mereka. Ini demi kebaikan mereka semuanya," jelas Agatha yang membiarkan anak-anaknya berkarya dalam bidang apapun.
"Ya sudah pa. Aku akan kembali bekerja. Karena banyak dokumen-dokumen yang perlu aku periksa. Selamat siang tuan Agatha dan nyonya Anita,'' pamit Hatori.
Hatori segera meninggalkan ruangan Agatha untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Sepanjang perjalanan menuju ke ruangannya, Hatori mulai berpikir dan mulai mencerna apapun. Setelah itu Hatori menyetujui apa yang dikatakan oleh Agatha. Apa yang dilakukan Agatha semuanya demi kebaikan putra-putrinya. Karena Agatha sendiri tidak ingin memiliki anak yang bermalas-malasan.
Lalu Hatori masuk ke dalam dan melihat Kevin sudah berada di tempatnya. Pria paruh baya itu pun sangat murka atas keputusan Hatori. Namun Hatori tidak memperdulikannya. Hatori hanya tertawa dalam hati sambil bergumam, ''Ini yang dinamakan pak Kevin. Wajahnya sangat masam sekali seperti mangga yang belum matang di atas pohon. Makanya Tuan Asmoro tidak menyukainya. Dia terlalu ambisi untuk mendapatkan jabatan CEO di perusahaan ini. Akankah semuanya akan terulang lagi dan menghancurkan rumah tangga milik Kak Asmoro bersama Stella seperti kedua orang tuaku? Kalau iya pasti aku akan menghabisinya satu persatu. Kamu belum tahu siapa aku dan siapa juga Stella. Jangan sampai semua masalah ini akan terbongkar dengan sendirinya.''
''Kenapa kamu mengeluarkan Patty dari perusahaan ini?'' tanya Pak Kevin dengan nada datarnya.
''Saya telah menanyakan beberapa divisi di perusahaan ini. Mereka tidak butuh dengan anak baru. Mereka juga tidak ingin membuka lowongan baru demi merekrut satu orang di semua divisi. Ini sangat aneh sekali bagiku. Jika mereka tidak meminta orang untuk masuk ke divisinya, maka tidak ada perekrutan satu karyawan manapun. Dan Tuan Asmoro juga tidak akan pernah merekrut orang tanpa permintaan apapun. Apakah jawaban saya salah?" jelas Hatori sambil bertanya balik kepada Pak Kevin.
__ADS_1
Pak Kevin akhirnya menyadari kesalahannya itu. Memang benar apa yang dikatakan oleh Hatori semuanya tentang fakta sesungguhnya. Pak Kevin sudah tidak bisa berkata apapun.
"Aku berbicara semuanya tentang fakta. Aku tidak akan mengeluarkan orang atas nama perintah dari Tuan Asmoro begitu saja. aku sendiri tidak mau mencari muka kepada Tuan Asmoro. Aku memiliki prinsip yaitu bekerja dengan tekun dan menerima ilmu dari Tuan Asmoro. Selama Tuan Asmoro pergi, perusahaan ini akan dipegang oleh Tuan Agatha dan juga aku. Aku tidak ingin mencari kesalahan orang lain. Jika bapak memasukkan wanita itu lagi, bapak tidak akan mendapatkan SP1 maupun SP3. Bapak akan mendapatkan surat pemecatan khusus. Karena selama ini bapak telah membuat Citra kinerja sendiri sangat buruk sekali. Itulah penjelasan aku buat bapak. bapak harus bahu membahu membesarkan perusahaan ini. Sebab di sini Tuan Asmoro sering memberikan bonus kepada para karyawannya jika rajin dan membesarkan perusahaan ini bersama-sama," tutur Hatori agar pak Kevin tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.
Merasa dipermalukan oleh anak muda, Pak Kevin tiba-tiba saja mengamuk. Dirinya tidak terima mendapatkan nasehat dari Hatori. Ia keluar sambil memaki Hatori. Lalu Hatori hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pria paruh baya itu keluar dan memakinya.
"Memangnya aku salah ya? telah menegur seseorang karena salah dalam pekerjaan. Ini sangat aneh sekali. Jujur aku sendiri membuka fakta sesungguhnya. Aku nggak mau mengada-ngada soal perusahaan ini," batin Hatori sambil kembali ke tempat duduknya.
Benar apa yang dikatakan oleh Hatori. Pria muda itu sudah mendapatkan ilmu sebagian dari Asmoro. Ia tidak akan berbicara apapun kepada yang lainnya jika tidak ada fakta sedikitpun. Sungguh ini sangat aneh sekali bagi Hatori.
Akhirnya Hatori mengambil keputusan dan menunggu kejadian besok pagi. Jika sampai Pak Kevin membawa wanita tersebut, mau tidak mau Pak Kevin akan mendapatkan akibatnya. Ini tidak bisa ditoleransi lagi. Semuanya demi keamanan perusahaan dan membuat para karyawan maupun karyawati nyaman dalam bekerja.
"Ya sudah kalau begitu. Aku tunggu beberapa hari lagi. Tapi aku harus bertindak sesuai atas perintah Kak Asmoro. Karena Kak Asmoro sendiri tidak akan mau mendengar ulah dari Pak Kevin," jelas Hatori di dalam hatinya.
__ADS_1
Di ruangan divisi keuangan, semua karyawan maupun karyawati sudah sangat lega. Mereka tidak akan mendapatkan tindasan dari Patty. Mereka tidak menyangka kalau pekerjaannya terbengkalai hanya karena wanita itu. Jika tidak mau mengerjakan tugas-tugasnya, Patty akan mengamuk. Kemudian membully habis-habisan kepada mereka. Itulah kisah divisi keuangan yang tidak mau diganggu oleh siapapun.