Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Terusir Dari Dapur.


__ADS_3

“Tunggulah beberapa hari kemudian. Aku yakin kamu sangat menyukainya,” jawab Asmoro yang membuat Stella penasaran.


“Bisakah kamu mengajakku pergi ke Tokyo?” tanya Stella balik.


“Kenapa kamu memintaku untuk pergi ke sana? Apakah kamu ingin memakan mie ramen?” Tanya Asmoro.


Tiba-tiba saja mata Stella berbinar dengan bahagia. Mendengar kata mie ramen, Stella ingin memakan mie ramen asli Jepang sana. Jujur untuk saat ini Stella belum bisa mendapatkannya. Karena dirinya sangat malu untuk mengatakan kepada sang suami.


“Bolehkah aku memakannya?” tanya Stella.


“Kalau kamu ingin memakannya. Kita bisa ke sana dan memesannya. Setelah dari Manchester aku akan membelokkan pesawatku ini ke Tokyo dan menginap beberapa hari di sana,” jawab asmara yang begitu mencintai Stella. Stella mengucapkan terima kasih karena keinginan makan mie ramen terwujud. Memang sudah dari dulu, Stella sangat menginginkan mie ramen itu yang asli buatan orang Jepang. Sejujurnya Stella sudah sering membuatnya dan memakannya sendiri. Bahkan dirinya bisa berharap untuk pergi ke sana.


“Jangankan kamu. Aku sendiri Memang sangat menginginkan makan mie ramen itu. Aku akan memberikan kamu banyak rekomendasi,” jelas Asmoro.


“Memangnya Kakak pernah ke sana?” tanya Stella.

__ADS_1


“Kakak sering belajar ilmu bela diri dari berbagai negara. Kakak juga senang sekali berpetualangan untuk mencari ilmu beladiri yang tepat. Berhubung aku menyukai ninjutsu. Aku sengaja pergi ke sana dan belajar dari seseorang yang ahli. Maka dari itu aku sendiri sudah sering memakan mie ramen asal Jepang itu,” jelas Asmoro.


“Rasanya aku ingin memakannya. Apakah kakak akan mengajak mereka ke Tokyo?” tanya Stella.


“Kita harus berdiskusi untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Karena kalau kita tidak berdiskusi, mereka tidak akan pernah tahu untuk mengunjungi Tokyo. Siapa tahu kamu melihat perusahaan papamu di sana,” jelas Asmoro.


“Dengan senang hati, Aku ingin ke sana dan mengunjunginya. Sekalian aku juga ingin berburu komik yang berjudul Detective Conan. Oleh karena itu acara Detektif Conan adalah acara favoritku,” celetuk Stella.


“Kalau begitu baiklah. Aku tidak akan membiarkanmu mengkoleksi buku-buku seperti itu. Aku akan memberikan banyak blu-ray yang berhubungan dengan detective Conan film favoritmu itu,” jelas Asmoro.


Dengan senyumnya yang mengembang, Stella sangat berterima kasih kepada Asmoro. Jujur di dalam tubuh kecilnya itu. Ada darah yang mengalir dari keluarga Nakagawa. Bisa dipastikan Stella sangat ingin sekali mencicipi makanan khas Tokyo sana.


Sesampainya di bawah, Adelia langsung pergi ke dapur. Di sana Adelia menemukan Stella sedang melayani asmara. Kemudian Adelia masuk ke dalam sambil bertanya, “Apakah kalian sibuk?”


“Untuk saat ini tidak sama sekali. Perut kami sangat lapar sekali. Kami harus mengisinya terlebih dahulu. Agar kami bisa memiliki tenaga untuk bermain sesuatu,” jelas Stella.

__ADS_1


Adelia tersenyum manis dan duduk di hadapan Stella. Lalu Asmoro melihat Adelia yang sangat aneh sekali.


“Di mana Ian? Sepertinya aku tidak melihatnya sama sekali. Apa jangan-jangan dia sudah tidur?” tanya Asmoro.


“Iya Kak. Kak Ian sudah tidur karena lelah membalas semua pesan-pesan milik Kak Asmoro,” jelas Adelia.


“Itulah yang dinamakan sebagai asisten pribadi. Mau tidak mau asisten pribadi itu harus memiliki jam terbang tinggi. Mereka harus cakap untuk menangani masalah bosnya. Aku harap kamu nggak kecewa,” tutur Asmoro.


“Semuanya itu tidak menjadi masalah. Karena pekerjaan apapun kalau dikerjakan dengan tulus. Tidak akan berat sama sekali,” kata Asmoro.


Kemudian Adelia bergabung untuk makan malam. Jujur dirinya lupa ketika waktu makan malam tiba. Ia sangat asik sekali menghubungi kedua orang tuanya itu. Bahkan Agatha dan Anita sengaja mencari keberadaan Stella juga. Berhubung, Stella sedang mengadakan acara di dalam kamar. Dirinya tidak akan mengetuk pintu. Baginya mengetuk pintu sama aja menghabiskan energi cukup besar. Bahkan yang lebih parahnya lagi, Asmoro sering sekali menyalakan peredam suara dari dalam. Yang artinya bagi Adelia itu sangat membingungkan sekali.


Selesai makan Stella dan Adelia membereskan meja. Mereka tidak mau meja makannya berantakan. Bahkan Asmoro sendiri diusir dari ruang makan itu. Asmoro semakin bingung dan membiarkan mereka membersihkan meja.


“Ada-ada saja kelakuan mereka. Bisa-bisanya mereka mengusirku dari dapur,” kesel Asmoro.

__ADS_1


“Biarkanlah para wanita bekerja dengan sendirinya,” seru William yang baru saja datang dengan membawa satu keranjang buah besar.


“Maksudku bukan itu?” tanya Asmoro.


__ADS_2