
"Kamu tenang saja. Kamu tidak dalam bahaya. Mereka hanya menggertak kamu. Setelah istirahat kamu pergi ke lobi. Kamu pura-pura saja kesana. Setelah ini kamu bertemu dengan Akashi. Akashi tidak akan menyakitimu. Jika Akashi memegang kamu. Kamu pura-pura saja diam dan enggak usah bergerak. Kamu ikuti saja Akashi pergi. Nanti kamu akan dibawa ke tempatnya Pak Kevin. Yang dimana tempat itu ternyata bisa mengeksekusi para korbannya," jelas Agatha yang sengaja memberikan sebuah perintah kepada Hatori.
Hatori pun memicingkan matanya. Jujur ia bingung dengan apa yang diminta oleh papanya itu. Sedangkan Agatha hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk Hatori agar tetap tenang menjalani perintahnya.
Manchester Inggris.
"Kak," panggil Ian kepada Asmoro.
"Apa?" tanya Asmoro yang mengangkat wajahnya.
"Ada berita penting di Jakarta," jawab Ian yang masuk dan berhadapan dengan Asmoro.
"Berita penting apa?" tanya Asmoro. "Apakah aku kehilangan uang lagi?"
"Enggak. Aku hanya ingin memberitahukan kepada kakak. Kalau Pak Kevin masuk ke dalam perangkap Papa Agatha," jawab Ian.
"Hmmp... baiklah," ucap Asmoro yang tidak sadar sama sekali.
"Kakak tahu enggak sih masalahnya apa?" tanya Ian.
__ADS_1
"Kehilangan uang lima miliar," jawab Asmoro yang sudah tidak kaget lagi.
"Rasanya bukan itu. Aku bilang sama kakak. Kalau Pak Kevin bersama Patty telah merencanakan sesuatu. Mereka akan membunuh Hatori jam sepuluh malam. Mereka adalah psikopat kak," jelas Ian.
"Apa?" pekik Asmoro yang berteriak sambil matanya membola.
"Iya kak. Masalahnya ini sangat gawat sekali. Aku ingin sekali pulang ke sana. Tapi nanti malam akan ada pesta ulang tahun Joe Malti secara umum," jawab Ian.
"Mending kamu berikan Pak Kevin ke Papa Agatha. Kalau sudah menyangkut keluarga besarku pihak istri. Aku akan melepaskannya. Aku juga tidak ingin membantunya lagi," ucap Asmoro.
"Kalau Papa Agatha membunuhnya bagaimana?" tanya Ian.
"Coba deh kamu hubungi papamu itu. Kamu harus berkoordinasi dengan Kak Gio atau Martin. Bilang sama dia enaknya bagaimana. Soalnya di sini daerahnya daerah Black Horizon. Jangan sampai ada pembunuhan orang yang tidak dikenal," jawab Asmoro yang memberikan saran kepada asistennya itu.
Jakarta Indonesia.
Martin yang berada di kantornya mendengar ponselnya sedang berdering. Dengan cepat dirinya meraih pansel itu dan melihat nama yang tertera di layarnya. Lalu Martin menggeser lambang berwarna hijau itu dan menyapanya, 'Halo."
"Halo Kak," sapa Ian balik.
__ADS_1
"Ada apa Ian?" tanya Martin.
"Kak bisa nggak mengurusi kasusnya Papa Agatha dan juga Hatori?" tanya Ian balik.
''Memangnya ada apa? Apakah mereka tidak baik-baik saja di perusahaan?" tanya Martin yang menghentikan pekerjaannya terlebih dahulu.
"Begini Kak. Kak yang namanya pak Kevin itu ternyata memiliki banyak kasus di perusahaan. Kabar terakhir yang aku dengar, pak Kevin itu yang ingin melengserkan ke Asmoro dari kursi jabatannya. Tapi sampai sekarang nggak bisa-bisa. Karena Kakak dan juga Kak Gio memiliki peran penting untuk Kak Asmoro memimpin perusahaan S&T," jelas Ian.
"Sudah bertahun-tahun kasus itu berjalan. Aku sendiri nggak tahu kenapa? Padahal aku menyukai cara kerja ke Asmoro ketimbang dirinya. Begitu juga dengan Kak Gio. Jangankan Kak Gio. Alexa bersama Kak Winda juga sangat menyukai pekerjaan Kak Asmoro," ucap Martin. "Lalu apa masalahnya sekarang?"
"Apakah kakak nggak pergi ke S&T?" tanya Ian.
"Rencananya ingin pergi ke sana bersama Kak Gio. Kak Gio juga sudah disuruh sama Kak Asmoro untuk mengurusi perusahaan tersebut. Sekarang aku tahu kenapa Kak Gio ingin ke perusahaan makanan tersebut," jawab Martin.
"Masalahnya adalah pak Kevin bersama Patty ingin membunuh Hatori. Karena kejahatan yang dilakukan Pak Kevin sudah diketahui oleh Hatori. Kejahatan yang utama adalah mengambil uang sebanyak lima miliar dari kas perusahaan yang dipegang oleh papa Agatha," ungkap Ian yang membeberkan masalah serius ini ke Martin.
"Oh jadi itu. Terus mereka ingin mengejar keberadaan Hatori. Habis gitu mereka berencana untuk membunuh Hatori?" tanya Martin yang paham dengan masalah ini.
"Ya Kakak benar. Aku tahu masalah ini sangat berat sekali. Kami ingin berencana pulang setelah menghadiri pesta Joe Malti. Setelah itu kami akan pulang ke Jakarta dalam waktu dekat ini. Kak Asmoro masih membereskan pekerjaannya," jawab Ian.
__ADS_1
"Ya sudah kalian santai saja di sana. Aku akan menurunkan Derek mencari informasi tentang pak Kevin. Kalau sudah terkumpul aku akan memberikannya kepada kalian," ucap Martin yang ingin membantu Asmoro.
"Baik kak," balas Ian.