Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Bingung Dalam Menentukan Keputusan.


__ADS_3

“Tenang saja. Banyak pengawal yang sudah menjaga tempat ini. Mereka tidak akan segan-segan membunuh dan menghabisi, jika ada orang yang masuk dalam sini.”


Jawab Asmoro sambil berdiri dan meninggalkan Stella.


“Berhati-hatilah.”


Pesan Stella yang sudah mulai mengantuk.


Asmoro hanya melambaikan tangannya lalu pergi dari hadapan Stella. Sebelum pergi ia sudah meminta para pengawalnya untuk berjaga di sekitaran unit apartemennya itu. Setelah itu Asmoro menuju ke ruangan kerjanya sambil menatap Ian dan Martin. 


“Kita berangkat sekarang saja. Aku yakin Ibra jam segini sudah terbangun dari tidurnya.”


Ajak Asmoro yang mulai meninggalkan ruangan kerjanya.


Martin dan Ian akhirnya berdiri lalu menyusul Asmoro. Mereka keluar dari unit apartemen itu dan melihat beberapa orang sudah berjaga. Sebelum pergi, Asmoro berpesan kepada mereka agar tetap waspada. Para pengawalnya pun menganggukan kepalanya tanpa harus menjawab.


Malam itu mereka langsung menuju ke apartemen milik Ibra. Di dalam perjalanannya mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh. Jadi, malam ini bisa dikatakan malam yang sangat aman. Asmoro sengaja tidak meminta pengawalan dari manapun. Hingga mereka bisa bebas melakukan apapun.


Ian memacu mobilnya dengan cepat. Ia ingin segera sampai di lab tersebut. Jujur, mereka sangat penasaran sekali dengan hasil labnya itu. Apakah cairan itu sangat berbahaya sekali? 


Sementara di lab, Raka dan Ibra sedang membaca berulang kali tentang cairan biru itu. Mereka sangat bingung dengan cairan itu. Ia ingin menggolongkan ke arah mana. Sebab cairan biru itu sudah sangat berbahaya sekali melebihi sianida. Inilah mereka masih memutar otak.


“Jujur, aku baru kali ini menemukan cairan berwarna biru seperti ini. Aku sangka hoax. Sebab cairan berwarna biru itu hanya bualan saja.”


Ucap Raka yang membuat Ibra terkejut.


“Aku pun sama. Setidaknya cairan berwarna biru itu nggak berbahaya. Tapi setelah dicoba pada tikus putih itu telah menimbulkan efek yang di luar nalar. Jadinya obat itu sangat berbahaya sekali. Dibilang sianida juga tidak. Inilah yang jadi pertanyaan yang sekarang.”


Sambung Ibra yang masih membaca kertas-kertas tersebut.


‘Apakah para ilmuwan tidak mengeceknya?”


Tanya Raka yang mulai curiga kepada para ilmuwan berada di muka bumi ini.


“Tak tahu deh. Aku sendiri Sudah jarang berkumpul dengan para ilmuwan itu. Aku sengaja memisahkan diri untuk fokus dalam penyempurnaan obat-obatan untuk masa depan. Terutama pada obat herbal. Aku sudah banyak sekali meneliti tanaman-tanaman herbal yang telah kutemukan di berbagai macam daerah.”

__ADS_1


Jelas Ibra.


“Apakah tanaman herbal bisa digunakan?”


Tanya Raka.


“Manfaatnya lebih banyak dari obat kimia. Satu tanaman bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Kemungkinan besar Aku ingin membuat obat seperti itu. Yang jadi pertanyaannya, Apakah ada orang yang ingin menginvestasikan uangnya kepadaku?”


Tanya Ibra yang saat ini butuh dana.


“Kenapa kita tidak membuka obat pabrik saja ya?”


Tanya Raka balik hingga membuat Ibra pusing tujuh keliling.


“Kamu enak sekali kalau ngomong. Soalnya kita harus meminta izin kepada Tuan James, kak Martin dan juga Kak Asmoro. Ditambah lagi dengan Kak Gio. Jika mereka sudah menyetujuinya. Kita bisa membangun pabrik obat herbal. Yang dikhususkan untuk semua umur.”


Jawab Ibra. 


“Ya sudah deh. Kita buat proposalnya saja. Kita tunggu hasilnya bagaimana?” 


Sembari menunggu kedatangan Asmoro, mereka memutuskan untuk makan malam. Di saat makan malam, mereka sedang melihat berita di internet. Mereka sangat terkejut sekali ketika ada kapal yang tertangkap. Lalu mereka saling memandang dan hanya mengedikkan bahunya.


“Apakah Black Horizon sedang ekspor senjata ke luar?”


Tanya Ibra yang menyebabkan nasi ke dalam mulutnya.


“Sejauh ini tidak. Kak Asmoro maupun Kak Gio sedang menghentikan ekspor impor senjata. Masalahnya senjata di gudang masih banyak sekali. Mereka sedang bermain aman ketimbang harus ketahuan. Kalau yang ini kayaknya kak Martin deh.”


Jawab Raka dengan ragu-ragu.


“Untuk saat ini Blue Diamond sedang dibukukan untuk sementara waktu. Mereka tidak akan beroperasi menunggu keputusan dari Kak Gio. Kak Gio ingin melindungi Alexa dari Exodus. Selama ini kelompok itu ingin mencari keberadaan Alexa. karena Alexa sudah menjebol sistem keamanannya dan mencuri data-data milik Exodus. Ini sangat mengerikan sekali. Yang keduanya menganggap dirinya adalah penguasa di muka bumi ini. Maka Liam sudah membuat pernyataan yang membuat semua orang ketakutan. Jika ada yang ingin membobol data milik Exodus. Maka bisa dipastikan orang itu tidak akan selamat sama sekali. Jadi saat ini aku juga ketakutan. Karena aku sendiri pernah mencuri data-data tersebut sampai mendetail.”


Ibra menjelaskan Bagaimana dirinya telah mengambil banyak data tentang Exodus.


“Kamu gila kali ya. Bisa-bisanya Kamu mencuri data mereka!”

__ADS_1


Raka semakin kesal terhadap seniornya itu.


“Aku memang orangnya kepo banget. Jadi aku sengaja mencari informasi tersebut.


“Untung saja kamu sudah bercerai dari istrimu. Jika tidak, anak dan istrimu akan terlibat.”


“Aku memang sudah bercerai. Aku nggak kuat sama ibu mertua. Yang di mana ibu mertuaku menginginkan anaknya menikah dengan pengusaha yang terkenal. Padahal aku sendiri dokter senior. Aku telah belajar beberapa jurusan kedokteran. Tapi mereka tidak percaya akan hal itu. Maka aku putuskan untuk bercerai. Setelah itu aku kembali ke sini dan mengubur semua kenanganku bersama istriku.”


“Aku minta maaf telah membuka masa lalumu.”


“Kamu nggak salah. Sudah seharusnya seluruh orang tahu kenapa aku bercerai dari istriku. Semoga kedepannya istriku mendapatkan calon suami yang diidamkan oleh ibu mertuaku.”


“Amin.”


Ucap Raka dengan tulus. 


Beberapa saat kemudian Asmoro, Martin dan Ian datang. Mereka melihat Raka dan Ibra sedang makan malam sembari mengobrol. Lalu mereka duduk di sofa sambil menunggu mereka makan.


Ketiga orang itu memutuskan untuk bermain game online. Mereka sudah lama tidak bermain. Namun permainannya sekarang sangat ekstrim sekali. Yaitu bermain bubble shooter. Kalau dipikir-pikir permainan itu tidak aneh. Tapi mereka berhasil menghabiskan banyak warna di dalam game online itu. 


Selesai makan Raka langsung membuang sampah tersebut. Ia segera mengambil beberapa kertas tadi dan diserahkan kepada Asmoro. Raga memutuskan untuk duduk di samping Ian. Di saat membaca Asmoro mengerutkan keningnya lalu menatap Raka.


“Ini maksudnya apa ya?” 


Tanya Asmoro yang tidak paham dengan analisis kedokteran tersebut. 


“Itu hanya corat-coret saja. Aku nggak bisa menentukan bahan kimianya seperti apa. Sebab cairan tersebut sebenarnya tidak ada di muka bumi ini. Aku sudah menyelidiki berulang kali. Aku sendiri mencocokkan beberapa obat namun hasilnya nihil. Sepertinya aku harus berdiskusi dengan para ilmuwan di dunia ini. Demi menentukan rumus kimianya.”


Jawab Ibra yang baru saja datang. 


“Sepertinya itu nggak perlu. Karena Sebentar lagi kita akan melakukan petualangan. Soalnya tiga bulan ke depan sumur itu bisa ditemukan di hutan belantara pinggiran kota Tokyo. Kalau bisa menemukan dalam waktu cepat, kita bisa menghancurkan sumur itu dengan cara menutup lalu membakarnya.”


Jelas Asmoro yang tidak ingin Ibra berdiskusi dengan para ilmuwan dunia.


“Berikan satu alasan kepadaku! Kenapa aku tidak boleh berdiskusi dengan para ilmuwan?”

__ADS_1


Tanya Ibra yang menghempaskan bokongnya duduk di samping Martin.


__ADS_2