Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Masa Lalu Asmoro Terkuak.


__ADS_3

"Tuan Agatha tinggal bersama anak istrinya di apartemen di kota Jakarta. Mereka sekarang hidup bahagia dan banyak canda tawa. Meskipun jauh saya bisa merasakannya Tuan," jawab Yamada.


"Oh jadi ini... Baiklah... Kita lihat saja nanti. Aku akan mengambil ketiga cucuku dari tangan Agatha. Kemungkinan besar aku akan membawanya ke Jepang," ujar Yamato sambil membayangkan Agatha kehilangan ketiga anaknya.


Yamada hanya menganggukkan kepalanya. Ia tidak berani menolak kejahilan Tuan besarnya itu. Ditambah lagi Yamato adalah pria yang berusia senja memiliki sifat konyol.


"Persiapkan tempat tinggalku di Jakarta. Aku akan menyamar jadi orang untuk menarik anak-anaknya Agatha. Waktumu tidak banyak. Kurang lebih 2 jam dari sekarang!" perintah Yamato yang tidak main-main sambil melihat Yamada dengan wajah pucatnya. "Kenapa wajahmu pucat seperti itu? Apakah kamu takut jika aku memecatmu?"


"Maafkan aku Tuan. Saya sebenarnya salah menyembunyikan ini semuanya dari Tuan. Seharusnya saya jujur dengan keadaan Tuan Agatha," jawab Yamada.


"Kenapa kok nggak cerita dari awal? Kenapa kamu menyembunyikannya dariku? Seharusnya kamu itu jujur sama aku. Jangan pernah menutupi apa yang dilakukan oleh putraku itu. Bukannya memberitahukan kabar berita ini. Malahan menutupi pernikahan anakku!" kesal Yamato sambil beranjak berdiri dan meninggalkan Yamada.


Melihat kepergian Yamato, Yamada bernafas lega. Entah kenapa dirinya berani menyembunyikan berita ini? Kenapa tidak bilang dari dulu kalau Agatha sudah menikah? Padahal Yamada tahu, jika Yamato menginginkan banyak cucu dari Agatha.


Yamada bernafas lega karena tidak memiliki beban di dalam hatinya. Cepat atau lambat Tuan besarnya itu harus mengetahui semuanya. Namun Tuan besarnya tidak mengetahui ada kemelut di rumah tangga sang putra.


Jakarta Indonesia.


Siang ini Asmoro yang selesai mengerjakan tugasnya hanya duduk terdiam. Hari ini adalah hari pernikahannya. Di jari manisnya tidak tersemat cincin sama sekali. Lalu dirinya teringat kepada Stella. Seharusnya kalau sudah menikah pasti ada cincin yang berada di jari manisnya. Kenapa dirinya tidak mempersiapkannya terlebih dahulu? Rasanya Asmoro semakin frustasi saja.

__ADS_1


Ketika berdiri Ian datang dengan membawa beberapa dokumen. Asmoro yang melihatnya langsung memakai Ian. Bagaimana bisa di saat jam-jam istirahat Ian selalu membawa dokumen. Ingin rasanya Asmoro menghajar asistennya itu. Namun niatnya diurungkan.


"Dokumen apa itu?" tanya Asmoro.


"Dokumen tentang pemberangkatan kue kering ke Australia. Malam ini pesanan milik Mr Wang akan berangkat. Maka dari itu aku meminta tanda tanganmu," jawab Ian.


"Bolehlah kalau begitu. Aku akan menandatanganinya sekarang. Siang ini aku tidak berada di tempat," ucap Asmoro.


"Mau ke mana?" tanya Ian sambil menaruh dokumen itu di hadapannya Asmoro.


"Aku mau pergi ke pusat perbelanjaan. Di sana aku harus mencari cincin pernikahan untuk Stella. Setelah menikah masa aku tidak akan memakai cincin," jawab Asmoro yang menyunggingkan senyumnya itu.


"Aku tidak akan begini selamanya. Aku sudah diberitahu kalau mantan kekasihku itu adalah wanita bermuka dua. Jadi Kuncoro memang sengaja saat itu memisahkan aku dengannya. Jika tidak maka aku sudah menjadi pria yang menderita," jelas Asmoro yang membuka dokumen itu dan membaca semuanya.


Ian menunggu Asmoro membaca dokumen itu. Ia mendekati pintu kaca yang menghubungkan ruangan ke balkon. Dirinya tidak keluar dari sana dan hanya melihat orang-orang yang sedang hilir mudik.


"Baguslah jika kamu sudah sadar. Kak Gio udah pernah membahas soal ini sama aku. Kak Gio juga sudah mendapatkan informasinya dari teman-temannya. Banyak teman-temannya yang menjadi korbannya Bella. Aku memperingatkanmu berkali-kali. Namun kamu nggak sadar juga. Sekarang kamu lupakan saja itu namanya Bella. Tanamkan nama Stella di dalam hatimu. Semoga hubungan kamu dengan Stella awet selamanya," jelas Ian sambil mendoakan hubungan Asmoro hingga akhir hayat nanti.


''Jujur... Bella itu sangat mempesona. Tubuhnya seksi wajahnya cantik sekali. Aku sangat mengaguminya pada waktu itu. Tapi setelah mengetahuinya aku sudah tidak kagum lagi," tambah Asmoro.

__ADS_1


"Oh ya... Bella sudah memiliki seorang anak dan seorang suami. Suaminya adalah seorang ketua mafia yang sedang kita buru. Mau tidak mau kita harus melakukannya dan membunuh suaminya itu," ucap Ian.


"Kita tidak bisa membunuh Liam saja. Kita harus membunuh semuanya. Agar kita bisa menjaga kedamaian di muka bumi ini. Putrinya itu diam-diam ternyata seorang iblis. Dia sering sekali menyebarkan fitnah antar mafia maupun gangster. Yang lebih parahnya lagi dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Aku sempat mencari informasinya. Tapi hanya sedikit," imbuh Asmoro.


"Aku tidak pernah mencari informasi tentang mereka. Jika aku online Jacob bersama Imron menodongku untuk pergi ke laboratorium. Di sana Aku selalu membuat virus. Makanya aku tidak mengikuti berita dari mereka," sahut Ian.


"Aku tahu itu. Atau Aku meminta pada Alexa mencari informasi itu? Aku sangat penasaran sekali sama kedua wanita berbeda generasi itu," kata Asmoro yang meminta saran kepada Ian.


"Yang namanya mantan nggak usah diingat. Tapi ini adalah pekerjaan. Mau tidak mau kamu harus membuka tabir rahasiamu sendiri. Aku juga penasaran ketika membahas tentang Merry maupun Bella. Kemungkinan besar setelah makan siang aku akan mencarikannya untukmu. Untuk saat ini kamu jangan mengganggu Alexa terlebih dahulu. Alexa sedang sibuk mengurus si kembar dan Sean," jelas Ian.


"Rasanya kamu benar. Kita tidak bisa mengganggunya lagi. Aku tidak mau Sean ikut-ikutan mencari informasi dunia gelap. Hal ini tidak bagus untuk tumbuh kembangnya. Seharusnya dia mencari informasi tentang pelajaran," keluh Asmoro.


"Dia adalah calon ketua Blue Diamond selanjutnya. Sifatnya mirip seperti Alexa. Tapi konyolnya itu didapatkan dari sang ayah. Aku nggak habis pikir kenapa Sean memiliki sifat konyol seperti itu," ujar Ian.


"Mereka adalah perpaduan dua insan manusia yang tidak memiliki akhlak sama sekali. Coba saja kamu lihat Alexa. Wanita yang tidak pernah takut dengan apapun. Bahkan hampir setiap malam melakukan balap liar yang diadakan oleh Jacob. Aku nggak bisa membayangkan jika sifatnya itu turun ke Scarlett. Semoga saja Scarlett mendapatkan jodoh yang mengerti tentang dirinya," kata Asmoro yang sudah saya membaca dokumen itu.


"Sedari dulu Scarlett sudah banyak yang meminta untuk dijadikan jodoh masa depan. Tapi Alexa menolaknya. Alexa meminta scarlet tumbuh tanpa harus ada perjodohan. Istilahnya Alexa tidak mau membuat hidup anaknya menjadi cerita Siti Nurbaya," sambung Asmoro.


"Aku sering memberikan saran seperti itu. Jika ada yang meminta salah satu dari anaknya untuk dijodohkan. Aku menyuruhnya untuk menolaknya secara mentah-mentah. Jujur ini tidak bagus sekali buat kehidupan mereka. Biarkanlah cinta mereka tumbuh apa adanya. Nanti kalau waktunya sudah berjodoh. Mereka akan bertemu sendiri dan saling mencintai satu sama lain. Begitu juga dengan kak Gio. Kak Gio juga melarang untuk menjodohkan cucu-cucunya hanya demi kepentingan bisnis," ucap Ian.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Martin?'' tanya Asmoro.


__ADS_2