Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ketakutan Asmoro.


__ADS_3

Setelah keluar dari apartemen, banyak sekali para pengawal yang sedang berjaga. Lalu Asmoro berkoordinir dengan Leon. Asmoro meminta beberapa tempat tinggal agar mereka bisa beristirahat. Leon pun menganggukkan kepalanya dan langsung melanjutkan pekerjaannya itu.


Stella yang melihatnya hanya bisa menatap wajah mereka. Jujur saat ini dirinya ketakutan melihat mereka. Mereka termasuk pengawal yang sangat dingin dan mematikan.


Asmoro segera menarik Stella dari mereka. Lalu mengajaknya pergi ke basement untuk mengambil mobil. Di dalam lift, Asmoro berkata, "Lebih baik kamu biasakan saja hidupmu seperti ini. Cepat atau lambat kamu akan dikelilingi banyak pengawal. Mereka yang akan menjagamu ketika berada di luar. Selain itu juga aku akan memberikan pengawal untukmu."


"Jujur aku sangat risih sekali melihatnya. Bisa nggak Mereka menatapku seperti biasanya?" tanya Stella.


"Mereka sudah ditakdirkan menjadi seperti itu. Mereka akan tetap dingin dan tidak banyak bicara sama sekali. Mereka adalah anggotanya Yakuza. Jadi kamu harus siap untuk kedepannya. Beda lagi dengan milikku. Pengawal yang dinaungi oleh kak Gio. Bukan pengawal yang diam. Mereka suka bercanda dan hangat terhadap anak-anak. Bisa dikatakan mereka adalah pengawal yang sangat kocak," jawab Asmoro yang menjelaskan perbedaan para pengawal miliknya dan Agatha.


"Aku baru tahu kalau papa adalah orang yang sangat penting. Tapi kenapa papa menyembunyikan ini semuanya dari kami?" tanya Stella.


Sesampainya di lift, Asmoro mengajak Stella menuju ke mobilnya. Di sana mereka melihat basement yang sangat sepi. Ditambah lagi dengan keadaan gelap dan tidak memiliki sinar penerangan. Lalu Stella berpikir dan berkata, "Bagaimana ya jika kita bertemu dengan orang yang tidak dikenal di sini?"


"Mana ada orang yang tidak dikenal masuk ke sini? Mereka tidak akan bisa masuk sembarangan ke area seperti ini," jawab Asmoro yang membukakan pintu mobilnya untuk Stella.


"Siapa tahu ada makhluk yang tak kasat mata sedang bermain di sini," celetuk Stella.


"Eh," ucap Asmoro sambil menyalakan mobilnya.


"Memang benar apa yang aku katakan. Kalau mereka muncul bisa membuat orang jantungan dan lari terbirit-birit," ujar Stella.


"Kok menjadi horor seperti ini?" tanya Asmoro yang sebenarnya dirinya sangat ketakutan sekali.


"Lupakanlah. Nggak perlu dipikirin soal itu," jawab Stella. "Memangnya kenapa aku disuruh ke pabrik?"

__ADS_1


"Karena aku ingin mencoba kelebihanmu itu yang diberikan oleh Ratu Noe," jawab Asmoro yang membuat Stella terkejut.


"Apa kelebihanku? Perasaanku Aku hanyalah orang biasa yang tidak memiliki apa-apa. Aku hanya memiliki bakat untuk mendekor suatu ruangan," jelas Stella.


"Nanti kamu tahu sendiri," jawab Asmoro yang menancapkan gasnya menuju ke pabrik.


Di dalam perjalanan Stella bingung apa yang dikatakan oleh Asmoro. Mata sayunya memandang wajah Asmoro dari samping. Lalu Stella bertanya, "Memangnya aku memiliki kelebihan apa?"


"Apakah kau harus memanggil Kuncoro ke sini?" tanya Asmoro.


"Aku malas melihat Kuncoro tiba-tiba muncul. Dibilang setan juga bukan. Dibilang pocong juga bukan. Hadir kok tiba-tiba dan mengagetkan aku saja," kesal Stella yang membuat Asmoro tertawa meledek Kuncoro.


"Kamu jangan berkata seperti itu. Kalau muncul tiba-tiba bagaimana? Untung selama ini dirinya tidak menyuruhku mengantarkan pulang ke alamnya sana. Memang awalnya Kuncoro adalah memiliki hawa yang horor. Tapi sekarang tidak. Aku sudah terbiasa jika muncul secara tiba-tiba. Sepertinya kamu harus mencobanya. Agar kamu harus terbiasa dengan keadaan ini," jelas Asmoro.


"Terserah kamu," sahut Stella dengan paksa.


Tak lama Yudha sang asisten Rinto mendekatinya. Ia mulai berbisik sambil berkata, "Aku sudah menandainya bos."


"Baguslah. Berbaurlah kepada yang lain. Aku tahu ini ada yang tidak beres," jelas Rinto sambil berbisik.


Sang asisten itu pun langsung pergi meninggalkan Rinto. Untung saja hari ini waktunya jam istirahat. Jadi Yuda bisa leluasa untuk mengawasinya. Dan benar saja, orang itu mencampurkan sesuatu di dalam bahan makanan.


Beberapa menit kemudian Asmoro dan Stella sudah sampai. Mereka melihat pabriknya yang sedang ramai. Asmoro menggandeng tangan Stella untuk masuk ke dalam ruangannya itu.


Tiba-tiba saja, Rinto menghadangnya dan mengajak Asmoro pergi dari pabrik itu. Asmoro sempat bingung dan bertanya, "Ada apa memangnya?"

__ADS_1


"Kita nggak bisa bahas soal ini di sini," jawab Rinto.


"Di mana Ian?" tanya Asmoro lagi.


"Sedang mengurusi beberapa kontainer yang akan masuk ke sini," jawab Rinto.


"Ya udah kita ke sana aja dulu," ajak Asmoro yang mendapat anggukan dari Rinto.


Mereka akhirnya tidak jadi masuk ke dalam pabrik. Rinto sengaja membawanya ke suatu tempat. Yang di mana tempat itu adalah tempat rahasia bagi mereka. Setelah sampai Rinto membuka pintu dan menyuruh mereka masuk. Kemudian mereka menghempaskan bokongnya di kursi.


"Memangnya ada apa?" tanya Asmoro.


"Tadi Yuda menemukan seseorang yang mencampurkan sesuatu ke dalam bahan makanan. Tapi dirinya tidak tahu bahan apa yang dicampurkan. aku takut jika orang itu menjamurkan obat-obatan terlarang di dalam bahan kue kita," jelas Rinto.


Asmoro menganggukkan kepalanya. Asmoro sudah mengetahui soal itu. Namun dirinya hanya diam saja dan tidak berkata apapun. Di sisi lain Asmoro memang ingin menjebaknya. Akan tetapi Asmoro masih dalam mode santai.


"Ya sudah biarkan saja. Aku sudah tahu semuanya. Tapi aku hanya memilih diam. Jika ini diteruskan maka kita yang akan menjadi rugi. Ini adalah hari terakhir bagi mereka yang ingin menghancurkan S&T. Cepat atau lambat kita akan beroperasi malam ini," jelas Asmoro yang mendapatkan kode dari Rinto. "Kalau Ian sudah sampai ke sini. Suruh dia menemuiku. Aku akan masuk ke dalam pabrik untuk mengecek seluruh bahan makanan. Yang akan diekspor besok siang," perintah Asmoro.


Rinto akhirnya setuju dan berpamitan untuk keluar. Setelah keluar Stella menatap wajah Asmoro sambil bertanya, "Ada apa sebenarnya? Kok kamu santai saja sih jadi orang?"


"Sepertinya aku harus jujur siapa diriku sebenarnya kepada kamu. Aku nggak mau kisahku ini mirip sekali dengan papamu itu," jawab Asmoro yang sengaja mengalihkan perhatiannya.


"Maksud kamu apa?" tanya Stella yang tidak paham dengan Asmoro.


"Aku adalah ketua mafia dari Black Horizon. Yang di mana Black Horizon adalah organisasi hitam yang berada di tangan seseorang. Aku harap kamu tidak kecewa dengan pernyataanku ini," jawab Asmoro.

__ADS_1


Seketika Stella terkejut. Ia tidak menyangka karena sudah menikah dengan mafia. Memang hal ini sangat mengerikan bagi Stella. Namun apa daya dirinya sudah terikat kontrak dengan Asmoro. Akankah Asmoro menghabisi dirinya sama seperti cerita-cerita mafia lainnya? Atau Asmoro menjadikan Stella sebagai wanitanya yang utuh?


"Ke-kenapa kamu nggak bilang dari dulu?" tanya Stella ketakutan.


__ADS_2