Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Minta Adik Bayi.


__ADS_3

"Bisa jadi," ujar Lampard.


"Kalau begitu saya undur diri dulu tuan," sahut pria itu.


Lampard melihat pria itu hanya bisa menghela nafasnya. Kemudian dirinya mengusir pria itu dari hadapannya. Sementara Jacob dan Ian sudah berkoordinasi dengan anggota Blue Diamond lainnya. Mereka akan pergi siang ini juga. Lalu bagaimana dengan Lampard? Lampard masih asik saja dengan kegiatannya itu.


Jakarta Indonesia.


Alexa bersama Martin menatap kelucuan si kembar Stella dan Adelia bersama anak-anaknya. Mereka juga melihat Hatori yang asik dengan pekerjaannya. Di sisi lain Alexa memandang wajah Martin sambil bertanya, "Mereka ingin pulang ke Surabaya untuk bertemu sang mama."


"Aku tidak bisa mengijinkannya sekarang. Karena kita tahu Patty telah menyebarkan anak buahnya ke penjuru pulau Jawa. Makanya itu Aku tidak berani ngajak mereka kemana-mana," jelas Martin yang mendapat anggukan dari Alexa.


Terpaksa Alexa mengalah agar tidak terjadi perpecahan. Namun Alexa paham akan situasi dan kondisi saat ini. Tak sengaja Alexa yang menangkap wajah sedih Hatori. Wanita cantik itu hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ia tahu atau hari sangat merindukan sang mama.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Hatori segera membereskan berkas-berkas itu hingga rapi. Kemudian pria muda itu memutuskan untuk bergabung bermain bersama tiga anak kecil itu. Di sanalah Hatori menemukan kebahagiaan yang nyata.


"Kakak," panggil Sean.


"Ada apa Sean?" Tanya Hatori yang tersenyum manis.


"Begini kakak, Kakak nggak tahu ya... Kalau Kak Adelia sebentar lagi akan menikah?" tanya Sean yang membuat pria muda itu terkejut dan menatap wajah sang adik bungsunya itu.


Begitu juga dengan Stella. gadis cantik itu pun memandang wajah dan adik mulai memerah. Diam-diam ternyata Adelia sudah memiliki seorang kekasih. Namun Adelia malu-malu mengakuinya. Tak lama Scarlett yang paham soal itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar seperti orang dewasa.


Gadis kecil itu pun hanya tersenyum sambil memandang wajah Adelia. Kemudian Scarlett berkata, "Kakak Hatori harus tahu soal ini."


"Harus tahu apa?" tanya Hatori.


Diam-diam Adelia merasakan perasaannya tidak enak sama sekali. Dirinya tahu kalau Scarlett itu adalah gadis kecil yang absurd. Ia tidak ingin scarlet menyatakan apapun tentang kekasihnya itu. Adelia ingin memberikan sebuah kejutan buat sang kakak.

__ADS_1


"Sepertinya kamu sedang memiliki rahasia sama Kak Adelia ya?" Tanya Hatori yang membuat Sean dan Edward menggelengkan kepalanya. Sementara Scarlett mengganggukan kepalanya.


Melihat ketiga Kakak adik yang tidak kompak, Hatori semakin curiga. Ada apa dengan mereka? Pandangan Hatori beralih kepada Adelia dan Stella. Namun kedua gadis itu hanya mengedikkan bahunya.


"Cepat atau lambat Kak Adelia akan menikah," ucap Scarlett sekali lagi.


"Dengan siapa Kak Adelia menikah? Apakah pria itu sangat baik sekali? Apakah pria itu sangat tampan melebihi kakak? Apakah pria itu tidak pernah marah sama sekali?" tanya Hatori yang tanpa sadar bertanya kepada anak kecil.


"Pria itu sangat tampan sekali. Wajahnya membuat semua orang ingin mendekatinya. Tapi sangat disayangkan, pria itu sangat menyukai Kak Adelia," jawab Scarlett yang berkata seperti orang dewasa.


Sontak saja Hatori sangat terkejut sekali mendengar pernyataan Scarlett. Bisa-bisanya Scarlett sudah menjadi dewasa di saat usianya masih kecil. Jujur ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kenapa Scarlett bisa berubah menjadi dewasa?


Ketika ingin berbicara, Adelia menatap tajam scarlet agar tidak mengatakan apa-apa terlebih dahulu. Namun Scarlett tersenyum dan menatap wajah Adelia sambil berkata, "Jangan begitu Kakak. Mereka ingin tahu juga siapa hati Kakak sebenarnya."


"Memangnya siapa kekasih Kak Adelia?" tanya Stella penasaran.


"Tenang saja. Kekasih Kak Adelia orangnya baik sekali," jawab Scarlett yang dibarengi oleh senyuman khasnya.


Entah kenapa Hatori sangat menyukai Scarlett. Dirinya mengagumi gadis kecil itu sangat manis sekali. Mata indahnya dan rambut pirangnya membuat Hatori menjadi terbius.


Hatori sadar akan kekonyolannya. Entah kenapa dirinya menyukai anak yang masih kecil itu. Kemudian Hatori menghembuskan nafasnya secara kasar sambil berkata dalam hati, "Kalau begini caranya, aku akan mencari seorang gadis agar bisa berpacaran dengan yang lainnya."


Stella yang mengetahui kakaknya berubah langsung menatap wajah Hatori. Tangannya menang menepuk bahu Hatori sambil berkata, "Jangan macam-macam kak. Anak ini masih kecil. Jika kakak berusaha mencintainya... Maka harus tunggu Scarlett berusia dewasa."


Untung saja sang adik membuatnya sadar. Dirinya tidak mungkin mencintai anak kecil itu.kalau menunggunya dewasa kemungkinan besar usianya sudah kepala empat. Itu tidak akan mungkin terjadi. Bisa dipastikan Hatori akan menderita dalam percintaan.


"Aku nggak macam-macam. Ternyata scarlet sangat cantik sekali. Bahkan banyak sekali yang menyukainya," jelas Hatori.


"Ya jelaslah. Semenjak di kandungan mamaku, akulah gadis yang paling cantik di antara kedua pria itu. Mereka tidak akan bisa menyayangiku. Kecuali jika aku memiliki adik perempuan. Aku bakalan tersaingi. Tapi aku tidak mau memiliki adik. Kasihan mamaku yang capek-capek merawat kami sendirian bersama Kak Adelia," ujar Scarlett yang sempat didengarkan oleh Martin.

__ADS_1


"Papa ingin memiliki anak lagi Scarlett," seru Martin yang berpura-pura ingin memiliki anak lagi.


Gadis kecil itu langsung menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau memiliki adik lagi. Jujur Scarlett sangat kasihan sekali sama sang mama. Akhirnya Scarlett berkata, "Aku nggak mau punya adik lagi. Sebentar lagi aku akan memiliki seorang adik dari Kak Adelia."


Semua orang di sana langsung terkejut. Bagaimana bisa Adelia memiliki seorang anak? Sedangkan gadis itu belum menikah sama sekali. Martin semakin bingung dengan ulah Sang Putri. Semakin ke sini semakin absurd saja. Ditambah lagi Scarlett memiliki otak yang licik seperti mamanya.


"Kamu jangan mengada-ngada Scarlett," seru Alexa.


"Aku nggak mengada-ada papa. Aku ingin memiliki adik dari Kak Adelia. Boleh kan Kak?" tanya Scarlett pada Adelia.


"Boleh... Nanti ya... Aku bikinin dulu," jawab Adelia sambil mengalihkan perhatian Scarlett pada hal yang aneh.


"Sekarang aja bikinnya," pinta Scarlett.


"Baiklah kalau begitu. Kalau begitu aku akan undur diri dulu dari sini," ucap Adelia yang beranjak berdiri.


"Kamu mau ke mana?" tanya Stella yang penasaran.


"Kakak mau ikut?" tanya Adelia.


"Ya," jawab Stella yang mendekati Adelia.


"Baiklah kalau begitu. Ikutlah bersamaku ke dapur," bisik Adelia ke Stella.


Mereka akhirnya pergi ke dapur untuk membuat kue berbentuk manusia. Sementara Hatori dan Martin dibuat bingung oleh Scarlett. Semakin lama Martin semakin bingung dengan anaknya. Diam-diam anaknya itu memiliki rahasia tersembunyi.


"Apakah kalian tidak rindu aku?" tanya Imron yang menatap wajah Scarlett.


"Kami rindu paman," seru Sean.

__ADS_1


"Bergabunglah di sini paman. Kita bermain bersama," sahut Edward yang melambaikan tangannya ke arah Imron.


__ADS_2