
"Itu Benar Sayangku. Kamu nggak boleh ragu atas keputusanmu itu. Tetaplah tenang dan banyak berdoa agar masalah ini cepat selesai. Ya sudah aku akan bekerja. Nanti uangnya buat kamu semuanya," jawab Agatha lalu bekerja dengan giat.
Di divisi keuangan ada keributan kecil yang membuat semuanya pada heboh. Sementara itu Hatori telah kembali dari pabrik. Hatori membuka jasnya sambil mengusap wajahnya yang basah karena keringat. Ketika lewat di divisi keuangan, Hatori mendengar ada keributan kecil. Bukan kecil namun besar. Hatori semakin terkejut atas teriakan dari seseorang wanita. Mau tidak mau dirinya masuk ke dalam ruangan itu. Ia segera mengecek Keadaan ruangan tersebut.
Melihat ruang berantakan, Hatori langsung berteriak untuk menghentikan semuanya. Pria bermata sipit itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Keadaan ruangan yang bersih dan rapi, berubah menjadi berantakan seperti ini.
"Kalian diamlah. Jangan berteriak seperti anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak," seru Hatori dengan nada tegasnya hingga membuat mereka terdiam.
Tatapan tajam akhirnya langsung menyerbu ke setiap ruangan. Ia tidak menyangka kalau akhir bulan seperti ini. Namun ia sadar. Karena ada sesuatu yang tidak beres di dalam ruangan itu. Hingga akhirnya Agatha bertanya, "Ada apa kalian ini? Tiba-tiba saja kalian Langsung ribut seperti anak TK," kesal Agatha.
__ADS_1
Seluruh karyawan di sana sudah sangat ketakutan sekali. Dengan memakai nada tegasnya, Hatori langsung membuat mereka menunduk ketakutan. Bahkan Hatori sendiri sudah mengeluarkan aura pembunuhnya. Siap-siap saja mereka akan mendapatkan hukuman dari Hatori. Karena Hatori sendiri sangat kejam seperti Asmoro.
"Siapa yang merusak tatanan ruangan ini?" Tanya Hatori dengan nada datarnya.
Mereka diam tidak ada yang mau mengakuinya. Bahkan mereka saling tunjuk menunjukkan arah lainnya. Hatori pun menunjukkan sikap dingin kepada mereka. Hingga ada satu perempuan langsung mendekati Hatori.
"Gue?" ucap wanita tersebut yang baru saja maju dengan nada angkuhnya.
"Suka-suka gue lah. Karena gue sudah menjadi pemilik ruangan ini," jawab perempuan itu dengan angkuhnya.
__ADS_1
Dengan kesalnya Hatori meminta mereka mengusir perempuan itu dari sini. Para pengawal maupun security langsung mendekati wanita itu. Mereka melaksanakan perintah dari Hatori untuk mengeluarkan wanita tersebut dari ruangan itu. Namun wanita itu tidak terima sama sekali. Ia teriak lalu Memanggil nama seseorang agar keluar. Akan tetapi para pengawal maupun security tidak memperdulikannya. Mereka tetap saja mengeluarkan wanita itu.
"Siapa dia?" tanya Hatori.
"Dia namanya Patty Smith. Dia anak baru di sini. Sudah beberapa hari dia bekerja di sini. Sudah berani mengatur-ngatur kami dan ruangan ini. Bahkan dia tidak pernah bekerja sama sekali. Tugas yang diberikan oleh Tuhan Agatha selalu ditolaknya. Dia hanya melemparkan tugas-tugas itu ke kami. Ketika kami mengerjakan tugasnya, Wanita itu lebih memilih bermain ponsel dan tertawa tertinggi seakan gembira," Jelas salah satu karyawati di sana.
"Kenapa kamu nggak lapor pada pihak HRD? Kenapa kalian diam saja ketimbang membuat huru-hara di sini? Kamu tahu kan ini perusahaan milik siapa? Selamat Tuan Asmoro tidak berada di tempat. Aku yang memegangnya. Aku tidak suka acara seperti ini. Aku lebih suka kalian fokus bekerja dan mengerjakan tugas-tugas kalian masing-masing. Aku nggak mau kalian melemparkan tugas-tugas itu ke lainnya," perintah Hatori. "Oh ya jika kalian takut sama pihak HRD. Kalian bisa lapor kepadaku. Ceritakan keluhannya. Agar kami bisa menindak tegas orang-orang yang menyakiti kalian. Tapi dengan syarat. Ketika bukti sudah berbicara. Kalian bisa dibela secara mati-matian. Kalau kalian tidak melakukannya. Kalau kalian melakukannya dan bermain curang. Maka kami tidak segan-segan untuk menegur kalian. Surat peringatan pertama akan meluncur ke meja kalian. Apakah kalian paham dengan peraturan perusahaan? tanya Hatori dengan nada lugasnya.
Mereka berteriak lalu berkata setuju. Mereka sudah tahu tentang peraturan perusahaan di sini. Mereka tidak pernah mengecewakan Asmoro maupun yang lainnya. Mereka saling bantu membantu untuk membereskan pekerjaan. Hingga mereka sangat kompak sekali di divisi keuangan.
__ADS_1
"Siapa Manager HRD di sini?" tanya Hatori.