
"Iya aku bahagia. Kebahagiaanku ternyata telah membuat aku menjadi awet muda," jawab Asmoro sambil tersenyum manis.
"Syukurlah... kejadian tadi siang tidak terlalu pengaruh ke Stella. Aku sudah menghubungi Kak Niwa untuk memecat Patty," ucap Ian.
"Kasihan istriku. Setiap bertemu dengan dia, selalu saja istriku menderita," jelas Asmoro.
"Tapi mau bagaimana lagi. Dia tidak akan pernah berubah sama sekali. Kalaupun berubah, itu tidak akan mungkin. Soalnya aku tahu, orang itu akan selalu menyakiti sesamanya," sahut Ian.
__ADS_1
"Sekarang jangan terlalu stress memikirkan dia. buat santai saja. Toh kita semua nggak akan ganggu dia. Kecuali kalau dia sudah mengganggu kita. Jika dia melakukannya, maka pisau yang akan berbicara," jelas Asmoro.
Mendengar kata pisau, Ian langsung ketakutan. Ia tidak menyangka kalau penyakitnya Asmoro belum sembuh total. Penyakitnya yaitu menghabisi seseorang dengan cara yang kejam. Ia sangka kalau Asmoro benar-benar sembuh dan tidak akan pernah melakukannya lagi.
"Aku kira Kakak sudah sembuh dari penyakit itu. Nyatanya Kakak masih saja ingin membantai orang dengan kejam," celetuk Ian.
"Mana bisa sembuh, kalau ada seseorang yang ingin menyakiti keluargaku. Aku nggak akan bisa sembuh. Kecuali tidak ada yang menggangguku lagi dan juga anak istriku. Meskipun Ibra telah membuatkan terapi, penyakitku ini tidak akan pernah sembuh sama sekali," jelas Asmoro.
__ADS_1
Sesampainya di bandara, mereka disambut oleh para pengawal. Para pengawal itupun langsung mengantarkan ke jalur VIP. Di sana mereka langsung menuju ke apron. Jet pribadi milik Asmoro sudah siap sejam yang lalu.
Ketika berjalan menuju apron, entah kenapa banyak sekali wartawan yang menghampirinya. Asmoro yang melihat Stella langsung merangkulnya. Asmoro tahu kalau Stella tidak menyukai keadaan ini. Kemudian Asmoro meminta Leon untuk mencarikan jalan. Asmoro ingin cepat-cepat sampai ke jet pribadinya.
Dengan cepat Leon langsung mencarikan jalan keluarnya. Ia tahu bosnya juga tidak menyukai acara seperti ini. Banyak sekali wartawan bertanya tentang hubungan dengan seorang perempuan. Asmoro tidak mau menanggapinya dan memilih untuk diam. itulah seorang Asmoro. Banyak sekali yang ingin mengkonsumsi jalan hidupnya. Ditambah Asmoro adalah seorang pria yang memiliki banyak aset di mana-mana. semua orang akhirnya berbondong-bondong untuk mendapatkan kisah hidupnya. Akan tetapi Asmoro tidak mau membuka kehidupannya di depan umum.
Ketika sampai di apron, Asmoro menggandeng Stella. Asmoro tidak mau kalau sang istri jatuh. Leon dan Willi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kedua pria itu ternyata sudah mengetahuinya. Bahkan Lion sendiri tidak menyangka kalau sang bosnya bisa seromantis ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ada tiga orang pramugari sedang mendekatinya. Mereka menyambut kedatangan sang tuannya bersama asistennya. Mereka langsung mempersilahkan Asmoro untuk masuk ke dalam. Asmoro pun mulai menaiki tangga dan tangannya tidak bisa lepas dari Stella.
"Berhati-hatilah kalau berjalan. Aku nggak mau kamu terjatuh," pesan Asmoro yang menaiki tangga bersama Stella.