Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Masalah Baru.


__ADS_3

"Tenang saja.. Aku tidak akan terjatuh. Asalkan kamu memegangiku hingga ke atas," sahut Stella.


"Aku tidak akan memegangimu sampai ke atas. Tapi aku akan menggendongmu. Berhubung kita sudah di tengah-tengah tangga, Aku tidak akan menggendong. Kita berjalan bersama hingga sampai di atas," ucap Asmoro.


Stella hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Entah kenapa Stella sendiri sekarang menjadi wanita terhormat. Itu memang benar adanya. Asmoro memberlakukan dirinya dengan sangat baik sekali. Bahkan Asmoro sendiri tidak mau melihat dirinya terjatuh. Sungguh luar biasa perlakuan seorang kepala mafia sadis kepada wanita. jarang ada momen-momen seperti ini. Bahkan hanya seribu banding satu.


Sesampainya di atas, Stella sangat takjub sekali melihat kemewahan dalam pesawat jet pribadi milik Asmoro. Ruangan di dalam sana, didominasi dengan warna putih bercampurkan gold. Yang dimana gold melambangkan kemakmuran. Itulah Asmoro. sedari dulu iya memang sangat menyukai warna gold.


"Apakah kamu menyukai ruangan ini?" tanya Asmoro sambil tersenyum menatap Stella.

__ADS_1


"Ya... ini sangat mewah sekali. Aku sangat menyukainya," jawab Stella.


"Kalau begitu duduklah dengan tenang. beberapa menit lagi pesawat akan lepas landas," suruh Asmoro duduk sambil memapah Stella ke tempat duduk penumpang.


"Baiklah. Aku akan menunggumu kali ini. oh.. ya... dimana Adelia?" tanya Stella sambil mencari keberadaan kembarannya itu.


"Mungkin saja masih di bawah. Sebentar lagi dia akan naik ke sini bersama Ian," jawab Asmoro.


Tepat jam 05.00 sore, mereka akhirnya meninggalkan kota Jakarta. Sang pilot langsung menuju ke Manchester sore ini juga. Setelah di atas, Asmoro sengaja melepaskan sabuk pengamannya. Ketika setelah sadar, ia mengucapkan terima kasih dan memandang wajah Asmoro. Tiba-tiba saja, wajah Asmoro menjadi muram. Kali ini Asmoro sangat marah sekali. Sebab ia baru saja membaca sebuah pesan dari mata-matanya.

__ADS_1


"Kamu di sini saja ya. aku ingin berdiskusi dengan Ian. Sebentar lagi Adelia aku suruh ke sini untuk menemanimu," pamit Asmoro yang membuat Stella menganggukkan kepalanya.


Melihat Stella yang menurut, Asmoro tersenyum sambil mengusap puncak kepala Stella. Ia sangat bersyukur sekali mendapatkan seorang istri penurut. sebelum berdiskusi, Asmoro memberikan kode agar ian melepaskan Adelia. Dalam kode itu Ian membaca kalau Adelia disuruh menemani Stella.


Ian pun menurutinya. Ia langsung meminta Adelia untuk menemani Stella. Ian beranjak berdiri sambil mengajak Adelia. Kemudian ia langsung menuju ke tempat duduk Stella, "Kamu temani saja Stella. Aku bersama kak Asmoro akan berdiskusi. Kalau kamu mau makan makanlah terlebih dahulu. Mintalah kepada salah satu pramugari yang sedang berjaga."


"Baiklah," balas Adelia yang segera duduk di samping Stella.


Kedua pria itu langsung menuju ke tempat VIP. Disana Willi dan Leon sudah menunggunya. Mereka masuk kemudian mengambil posisi masing-masing. Lalu Asmoro terdiam terlebih dahulu sebelum mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Ada masalah serius. Aku harap kalian mau kerjasama denganku. Soal bonus nanti aku berikan secara tunai," ucap Asmoro.


"Memangnya ada apa Kak?" tanya Leon.


__ADS_2