
Anita hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ia tersenyum haru dan melihat wajah Agatha sambil berkata, “Ajarkan aku menjadi wanita tangguh.”
“Kamu sebenarnya bisa menjadi wanita tangguh. Bahkan semakin tangguh ketika kamu sudah bersamaku,” ucap Agatha sambil tersenyum manis. “Apakah Stella sedang bertengkar sama Asmoro?”
“Aku rasa hubungan Asmoro bersama Stella sama seperti kita. Mereka jarang sekali berantem,” jawab Agatha sambil tersenyum manis.
Anita tersenyum manis sambil membayangkan Stella sedang berantem sama Asmoro. Akhirnya ia tertawa sendiri sambil menatap Agatha.
“Kamu kenapa tertawa seperti itu?” tanya Agatha yang sangat penasaran sekali.
“Asmoro akan kalah dari Stella. Karakter dari Stella sama seperti aku. Sedangkan Asmoro sama seperti kamu yang super duper dingin,” jawab Anita sambil tertawa lepas.
Seketika Asmoro dan Stella melihat pasangan suami istri itu tertawa. Mereka sangat bahagia dan membiarkan mereka tertawa lepas.
“Pa,” panggil Stella.
“Ada apa?” tanya Agatha.
__ADS_1
“Mau makan apa?” tanya Stella balik.
“Menyambut kalian pulang ke rumah, kami akan mengajak kalian makan bersama. Sekalian kita akan bertemu dengan Papa James dan juga Mama Linda. Aku sangat merindukan mereka. Kakek kamu juga ingin sekali bertemu dengan mereka,” jawab Agatha sambil menghempaskan bokongnya di kursi.
Mendengar nama Linda bersama James, Asmoro hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Ia langsung merasakan pbulu kuduknya merinding. Jujur selama menikah, ia belum memberitahukan kepapda mereka. Ia menunduk sambil menoel-noel tangan Stella.
Stella mengerutkan keningnya. Ia baru sadar kalau tangan Asmoro sedang menoel-noel tangannya. Ia mengedarkan pandangannyake arah sang suami lalu bertanya, “Ada apa kak?”
“Aku enggak jadi ikut ya,” bisik Asmoro yang tiba-tiba saja ketakutan setengah mati.
“Karena aku memang tidak ingin ikut. Aku memutskan untuk beristirahat,” jelas Asmoro.
“Apakah kakak sakit?’ tanya Stella sambil memegang kening Asmoro.
Asmoro hanya menganggukkan kepalanya. Ia kebingungan mencari cara agar menghindar dari pertemuan itu. Jujur, baginya ini sangat menyeramkan sekali.
“Iya, aku sakit,” ucap Asmoro yang mulai berbohong kepada Stella.
__ADS_1
Agatha mengerutkan keningnya sambil memandang wajah Asmoro. Ia tahu kalau Asmoro sedang berbohong. Ia memberikan kode kepada Stella. Agar Stella mengajak Asmoro hanya makan malam saja. Stella pun paham dan menganggukan kepalanya lalu memegang tangan Asmoro yang dingin.
“Ikut saja ya? Hanya sebentar. Apakah kamu tidak ingin bertemu dengan Papa James? Hampir setiap hari, beliau ingin sekali bertemu dengan kamu,” tanya Stella sambil merayu Asmoro agapr ikut dengannya.
“Hmmp... menunggu aku siap bertemu dengan Papa. Kamu tahu, tadi aku diberitahukan keppada Martin untuk mengevaluasi pekerjaan seluruh divisi. Aku harus lembur dan mengecek semuanya,” jawab Asmoro.
“Sebentar saja. Kita akan bertemu dengan mereka. Aku tahu kamu kurang sehat. Setelah itu kita akan pulang kembali dan kamu bisa melanjutkna untuk hidup,” ucap Stella yang merayu Asmoro. “Atau nanti malam kita akan berolahraga di atas ranjang yang empuk?”
Mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan oleh Stella, mata Asmoro mulai berbinar. Ia seakan mendapatkan angin segar. Ia mulai memngulas senyumnya sambil tersenyum, “Aku mau.”
Hanya mendapat rayuan maut dari Stella, Asmoro akhirnya tunduk. Stella mulai tersenyum kemenangan dan menarik tangan Asmoro untuk segera mengikutinya.
“Kita mau kemana?” tanya Asmoro.
“Mencarikan kamu pakaian yang bagus untuk dipakai. Kamu harus tampan dan tampil sempurna,” jawab Stella.
“Benarkah itu?” tanya Asmoro.
__ADS_1