Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kejujuran.


__ADS_3

Asmoro memutuskan untuk keluar dari kamar. Ia sendiri tidak menyangka kalau sang istri benar-benar sangat keterlaluan sekali. Di sisi lain Asmoro memang ngerjain Stella. Mau tidak mau Asmoro harus menanggungnya.


Asmoro menuju ke ruangan kerjanya. Ia berpapasan dengan William. Sebelum menuju ke ruangan kerjanya, William berkata, "Tuan Agatha sedang mencari kakak."


"Ada apa lagi?" tanya Asmoro.


"Semuanya ini berhubungan dengan perusahaan. Mending Kakak tanyakan saja langsung. Ketimbang aku menjelaskan semuanya. Soalnya aku tidak tahu apa-apa," jawab William dengan jujur.


"Kamu memang asistenku yang paling jujur. Saking jujurnya kamu sampai nggak tahu apa-apa. Tapi pertahankan lah kejujuranmu itu. Aku tidak akan memarahimu," puji Asmoro sambil menepuk-nepuk punggung William.


"Masalahnya tidak di aku Kak. Masalahnya ini tentang perusahaan. Yang konon katanya pak Kevin mengambil uang. Begitulah ceritanya. Maksudku inti dari permasalahan di kantor tersebut," jelas Wiliam.

__ADS_1


"Apa benar begitu?" pekik Asmoro yang benar-benar terkejut.


"Iya itu benar. Aku sendiri juga terkejut. Kak Adrian tidak bisa dihubungi sama sekali. Selain itu juga tuan Agatha tidak memiliki nomor siapapun," jelas William.


"Lalu bagaimana soal perusahaanku itu? Apakah ada huru-hara di sana?" tanya Asmoro bertubi-tubi.


"Maaf Kak. Aku hanya mendapatkan informasi seperti itu," jawab William.


Asmoro sangat kesal terhadap pak Kevin. Tiba-tiba saja amarahnya mulai memuncak. Ia memutuskan untuk memanggil Ian terlebih dahulu.


"Kenapa ini bisa terjadi? Semakin lama Kevin sialan itu Semakin menjadi. Aku tahu pak Kevin tidak akan pernah menghiraukan Papa Agatha. Dengan berat hati aku harus berbicara pada Kak Gio dan juga Martin. Masalah ini harus selesai sebelum aku pulang. Karena aku sendiri sudah muak melihat wajahnya di kantorku," kesal Asmoro.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian datang Ian. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam. Sungguh ia sangat terkejut sekali melihat ruangan kerjanya Asmoro sangat berantakan. Bagaimana ini bisa terjadi pada dirinya? Sebab hari ini ia tidak memegang pekerjaan sekalipun. Sungguh ini sangat mengerikan sekali baginya.


"Kak ada apa?" tanya Ian. "Maaf hari ini aku memutuskan untuk cuti bekerja dalam sehari."


"Semuanya nggak jadi masalah buat kamu. Kamu tahu pak Kevin melakukan kesalahan fatal di perusahaan kita. William mengatakan kalau pak Kevin sudah mengambil uang perusahaan. Aku harus menghubungi papa Agatha," jawab Asmoro sambil menarik rambutnya itu tanda frustasi berat.


"Benarkah itu Kak? Berapa uang yang diambilnya? Dari mana dia mengambil uang itu? Sementara uang Itu disimpan di sistem keamanan perusahaan," tanya Ian secara bertubi-tubi.


"Nggak mungkin papa memberikan sistem keuangan yang berada di sana ke pak Kevin. Soalnya papa itu orangnya sangat hebat. Biasanya orang Jepang itu dapat dipercaya pekerjaannya. Makanya aku suruh memegang keuangan di perusahaan utama maupun cabang," jelas Asmoro.


"Aku juga berpikiran yang sama denganmu. Papa Agatha tidak pernah mengenal siapa itu pak Kevin. Karena Pak Kevin sendiri orangnya sombong dan tidak mau bergaul dengan siapapun," ucap Ian dengan jujur.

__ADS_1


"Aku merasa curiga kalau pakai Kevin sedang mengancam anak IT," ujar Asmoro yang mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres.


"Bukankah manajer IT itu yang megang Jacob?" tanya Ian.


__ADS_2