
Melihat Stella tertawa lucu, Asmoro sangat gemas sekali dengan apa yang dilihatnya. Andai saja kalau dirinya sudah sah akan membawa Stella ke kamar hotel dan mengurungnya. Akan tetapi Asmoro menahannya.
Setelah itu Asmoro mengajaknya ke area parkir. Ternyata mobil Patty masih terparkir di samping mobil Asmoro. Patty sengaja tidak pergi dari area parkir itu. Karena Patty ingin membuat Stella merasakan akibatnya.
"Kenapa o orang itu tidak pergi dari sini ya?" tanya Stella.
"Entah," jawab Asmoro yang mengajak Stella mendekati mobil sambil membukakan pintu mobil itu dan menyuruhnya masuk. "Masuklah."
Stella masuk ke dalam sambil tersenyum bahagia, "terima kasih."
"Sama-sama," sahut Asmoro sambil menutup pintu.
Lalu Asmoro memutari mobil itu dan masuk ke kursi pengemudi. Setelah itu mereka terdiam dan saling memandang satu sama lain.
Asmoro yang tidak mengenal cinta langsung terbius dengan wajah cantik Stella. Kemudian Asmoro berkata, "Andaikan kita sudah menikah."
"Apakah kamu mau menikah dengan wanita lemah sepertiku?" tanya Stella yang masih tidak percaya kalau ada pria baik di hadapannya.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Asmoro balik sambil menatap wajah Stella.
"Aku takut kamu kecewa," jawab Stella.
"Kecewa bagaimana?' tanya Asmoro.
"Aku bukan wanita yang sempurna," jawab Stella.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu?" tanya Asmoro lagi.
__ADS_1
"Karena aku tidak ingin melihat kamu kecewa," jawab Stella.
"Jangan berpikiran seperti itu. Tidak semuanya orang menilai kamu wanita yang tidak sempurna. Semua orang pasti punya masa lalu yang kelam. Begitu juga dengan diriku. Tapi aku sudah menutupnya dengan rapat dan tidak mau mengingat itu lagi. Kamu juga harus menutup ingatan Itu agar tidak teringat selalu dengan masa lalu sialanmu," ujar Asmoro.
"Aku tidak habis pikir. Kenapa aku bisa bertemu dengan orang itu?" tanya Stella.
"Kita tidak bisa memprediksi kapan dipertemukan oleh musuh. Janganlah kamu takut menghadapi mereka. Kalau takut kamu bisa dimanfaatkan. Apalagi sifat Patty itu adalah merendahkan orang lain," jawab Asmoro yang membuat Stella mengangguk paham.
"Katanya kamu mengajakku ke kantor?" tanya Stella.
"Tunggulah dia pergi terlebih dahulu. Aku tahu orang itu masih menunggumu dan membuntuti kita. Kamu tahu kan Patty memiliki sifat yang ingin tahu. Bisa dikatakan kepo," jawab Asmoro.
"Apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Stella lagi.
"Berpacaran sama kamu," jawab Asmoro dengan asal.
"Beneran kamu nggak pernah berpacaran dengan siapapun? Menurutku kamu cukup unik sekali. Ditambah lagi kamu sangat jujur untuk mengatakan sesuatu."
"Memang benar apa yang aku katakan itu. Memangnya aku sering bohong apa ke setiap orang?"
"Kalau begitu ayo kita berpacaran saja."
Sementara mereka duduk dengan santai di dalam mobil. Asmoro mulai membuka dashboard dan mencari CD untuk disetelnya. Kemudian:Asmoro menemukan lagu Ballad yang sangat manis sekali. Lagu itu berjudul After All These Years dari Journey.
Meskipun lagu itu sangat lama sekali. Akan tetapi lagu itu mengandung makna yang dalam. Intinya lagu itu bercerita tentang awal-awal pernikahan mereka hingga detik ini.
Jujur Asmoro sangat menyukai lagu itu. Ditambah lagi Asmoro memang pria yang sangat romantis ketika memilih lagu. Kata demi kata dialunkan oleh sang vokalis membuat hati Stella tersentuh. Lalu Stella berkata dalam hati, "Aku ingin merasakan hidup seperti lagu itu."
__ADS_1
Bagaimana dengan Asmoro? Asmoro hanya diam saja dan merasakan hatinya bertautan dengan Stella. Ternyata Tuhan mengirimkan seorang bidadari yang sangat cantik.
Sementara di mobil sebelah, Patty sangat geram melihat adegan tadi. Bagaimana bisa saudaranya sepupunya itu mendapatkan perlakuan yang baik dari seorang pria. Apalagi pria itu sangat tampan. Di dalam hatinya peti ingin merebut pria itu untuk dijadikan suaminya?
Sementara Aldo yang masih berada di sampingnya itu merasa geram. Pria asal Nigeria itu sudah membaca pikiran Patty. Dirinya tidak akan melepaskan Patty sedikitpun. Karena Patty pernah mengucapkan kata-kata cinta pada waktu berhubungan.
"Rasanya aku ingin merebut pria itu," kesel Patty.
"Apa yang kamu katakan?" Tanya Aldo sambil menatap Patty dengan tajam.
"Yang ku katakan itu benar. Aku akan merebut pria itu dari Stella. Aku tidak akan membiarkan wanita j4l4ng itu bahagia bersamanya!" geram Patty.
"Lalu bagaimana dengan anakku? Kamu yang mengandung anakku?" tanya Aldo dengan nada meninggi.
"Jangan harap anak ini hidup. Aku akan membuat rencana baru. Aku akan menggugurkan anakmu ini dan merebut pria itu untukku. Kamu?" Ketus Patty. "Seorang pengangguran yang ingin mendapatkan nama di panggung hiburan."
Aldo tidak terima apa yang dikatakan oleh Patty. Jujur perkataan Patty sangat merendahkan dirinya. Akan tetapi Aldo tidak sebodoh itu yang menuruti keinginan Patty. Dengan matanya yang menyala Aldo berucap sambil mengeluarkan sumpah serapah
"Kamu nggak tahu siapa aku sebenarnya! Jika kamu tahu siapa aku sebenarnya! Kamu akan menyesal seumur hidupmu! Aku adalah orang terkaya di dunia! Ibuku adalah seorang artis Hollywood yang cukup terkenal. Sedangkan ayahku adalah seorang pemilik tambang minyak di negara Eropa. Sedangkan kekayaanku di sini tidak pernah aku publishkan ke semua orang. Karena aku ingin menjadi pria rendah hati. Tapi percuma saja ngomong sama orang yang haus kekuasaan dan uang! Dikasih segini aja kurang. Tapi aku bersyukur. Meskipun keluargaku bergelimang harta dan pakaianku branded, Aku tidak pernah lupa berkumpul sama orang-orang yang kurang mampu. Aku tahu kekayaan orang tuamu tidak sekaya aku. Dan perusahaan itu adalah hasil rampasan orang tuamu! Iya kan! Sorry, gue jadi pria Nggak sebodoh yang lu pikirin. Dan elu mau ngelepasin gue gitu aja! Gue nggak akan pernah. Oh iya satu lagi yang harus aku buka. Keluargamu bekerja sama dengan pamanku Liam Knock. Kamu tahu kan Liam itu siapa? Liam itu adalah ketua mafia Exodus. Yang di mana Liam itu memiliki sifat kasar dan kejam terhadap sesamanya. Jika kamu sedikit bergerak dan mengadukan aku kepada Liam untuk membunuhku. Aku yang akan berbalik arah untuk menghancurkan keluargamu itu! Camkan itu wanita sombong yang pernah aku temui! Sekarang keluar dari mobilku! Mulai sekarang mobil ini aku ambil. Dan kamu sudah tidak berhak lagi memiliki mobil ini!" tegas Aldo yang membuat Patty matanya membulat sempurna.
"Apa yang kamu katakan itu Aldo?" tanya Patty yang masih memandang rendah Aldo.
"Aku mengatakan sejujurnya bukan kebohongan semata. Selama ini aku tidak pernah mengatakan itu kepadamu. Karena aku tahu kamu adalah orang yang haus akan kekuasaan. Apakah kamu paham soal itu Patty?" tanya Aldo dengan jujur.
"Aku nggak percaya kalau kamu adalah keponakan Liam. Yang aku tahu kamu adalah pria miskin yang pernah aku temui," jawab Patty.
"Terima kasih atas makianmu. Kalau begitu nanti malam rumahmu akan habis denganku! Jika kamu tidak percaya maka tunggulah nanti malam," ucap Aldo dengan serius.
__ADS_1
Dengan senyuman sinisnya, Patty masih merendahkan Aldo. Kemudian Aldo membuka pintu dan memutari mobilnya. Lalu Aldo membuka pintu penumpang itu dan menarik tangan Patty, "Keluar kamu dari sini!"