
"Lima bulan lagi setelah pertemuan ini. Dan bangsaku akan menetralisir cairan biru itu. Aku harap dengan cara menetralisir cairan biru itu. Efeknya tidak seburuk yang kita kira. Semoga saja mereka tidak terjadi apa-apa," jelas Kuncoro.
'Memang nggak ada apa-apa efeknya. Tapi bisakah kalian menetralisir cairan biru itu untuk selamanya?" tanya Asmoro sambil menatap wajah Kuncoro.
"Mana bisa aku melakukannya hingga akhir kiamat nanti? Maka dari itu aku sengaja melakukannya. Agar tidak jatuh banyak korban. Kekuatan kami bukan kekuatan orang sakti. Kami bisa mati dengan konyol jika melakukannya hingga akhir kiamat," kesal Kuncoro kepada mereka.
"Ini semuanya gila. Kita harus menunggu gerhana bulan total. Aku nggak tahu apa yang terjadi nanti setelah kita gagal melakukannya," jelas Asmoro.
"Bukankah sebentar lagi akan ada gerhana matahari total?" tanya William.
"Semuanya tidak akan pernah terpengaruh akan hal itu. Bisa sih kita menutup bertepatan dengan gerhana matahari total. Tapi kekuatan Merry tidak akan bisa lenyap begitu saja. Merry akan menderita kesakitan yang sangat parah sekali. Dia mencoba untuk menghilangkan rasa sakit itu. Jangka waktunya tidak main-main. Kurang lebih selama sepuluh tahun lamanya. Jika waktunya sudah habis. Maka Merry akan menjadi lebih hebat," ucap Kuncoro.
"Sama saja. Kalau kita melakukannya juga akan sia-sia," jelas Asmoro.
"Yang ada saja kita kerjakan. Kalian nggak usah mikirin soal itu. Beberapa hari sebelum gerhana bulan. Aku akan menghubungi kalian untuk menuju ke hutan itu," ucap Leon yang sengaja memberikan rencana terbaiknya.
"Yang dikatakan Leon benar. Kalau gitu aku pamit ya. Aku ingin bertapa untuk menyalurkan kekuatanku kepadamu," pamit Kuncoro yang tiba-tiba saja menghilang.
__ADS_1
William dan Leon tidak sengaja melihat Kuncoro menghilang. Untung saja mereka tidak takut sama sekali. Mereka hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Karena mereka baru sadar kalau ada orang suka menghilang seperti itu.
"Bagaimana Kak selanjutnya?" tanya William.
"Pergilah tidur. Nggak usah terlalu memikirkan hal-hal seperti itu dulu. Sekarang kita harus membekuk Boni terlebih dahulu. Jika kita tidak melakukannya. Maka Boni bisa menghancurkan bisnisku yang berada di sini," perintah Asmoro yang kemudian berdiri dan meninggalkan mereka.
Mereka pun setuju lalu meninggalkan ruangan kerja itu. Mereka akhirnya beristirahat di kamar yang berbeda.
Jakarta Indonesia.
"Ada yang tidak beres dengan Kak Asmoro. Kita harus pergi ke Manchester pagi ini juga. Tapi aku sedang malas sekali untuk pergi ke sana," perintah Jacob namun dirinya sangat kesal.
"Sebaiknya kita harus turun dan menyapa mama dan papa terlebih dahulu. Aku tahu mereka sangat merindukan kita. Dan aku juga merindukan mereka," jelas Imron.
Sebelum turun, mereka akhirnya membersihkan tubuh terlebih dahulu. Kedua pria itu sangat menyukai sekali tentang kebersihan. Meskipun di rumah, mansion atau di manapun berada. Mereka selalu tampil bersih dan wangi. Hingga membuat semua orang sangat kagum kepada mereka.
Sementara di bawah, James dan Linda sedang mempersiapkan sarapan paginya. James sangat suka sekali dengan urusan memasak. Begitu juga dengan Linda, Linda tidak segan-segan membantu James memasak.
__ADS_1
"Si kembar Kok tidak pernah ke sini ya?" tanya Linda kepada James.
"Iya kamu benar. Alexa Belum sempat ke sini karena sibuk. Begitu juga dengan Martin. Mereka sepasang suami istri yang gila dengan kerja," ucap James.
"Yang belum menikah adalah Imron dan juga Jacob. Asmoro sekarang sudah menikah. Tinggal Ian yang akan menyusul Asmoro. Mama bisa tenang sekarang. Karena Asmoro sudah menemukan belahan jiwanya," sahut Linda sambil tersenyum manis.
"Kenapa mereka tidak memberitahukan pernikahan ini kepada kita?" tanya James yang agak menyesali perbuatan Asmoro itu.
"Kak Asmoro sebenarnya ingin memberitahukan kepada dunia. Kalau dirinya sudah memiliki calon istri pada waktu itu. Berhubung ada musuh Stella menjadi dia tidak akan berbicara apapun kepada dunia. Jadinya mereka memilih untuk tutup mulut terlebih dahulu," sahut Jacob yang berada di ambang pintu.
"Apakah yang dimaksud adalah Tutik dan John?" tanya James.
"Iya itu benar pa. Mereka sering sekali merebut kebahagiaan orang. Mereka tidak tanggung-tanggung untuk menyakiti banyak orang," jelas Imron.
"Ternyata sama saja ya mereka selalu merebut kebahagiaan orang," ucap James.
"Jadi Papa sudah tahu semuanya ya tentang mereka berdua?" tanya Jacob yang masuk ke dalam dapur.
__ADS_1