Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Masalah Selesai.


__ADS_3

"Ya... aku harus melaporkan kasus ini ke pihak berwajib," jawab Stella.


"Bisa-bisa terlepas?" tanya Adelia.


"Benar juga. Diakan sangat licik sekali," ucap Stella. "Dia masih ada sekutu lagi yang bernama John Smith. Tunggu aku membumihanguskan hingga ke akar-akarnya. Dengan begitu aku bisa menghabisinya. Terima kasih kamu sudah memperingatkan aku."


Stella pun tersenyum licik dan mendekati Bella. Ia memandang wajah Bella yang banyak kerutannya. Ia pun menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Jangan harap kamu mendekati Lampard. Jika kamu mendekati Lampard, aku bisa saja membunuh sekutu kamu itu yang bernama John Smith. Atau juga aku bisa memberitahukan kebusukan kamu kepada Liam. Karena kamu hanya memanfaatkannya dan mengambil tambang uangnya."


Bella pun terkesiap apa yang didengarkannya. Bagaimana bisa sang bocah ingusan mengetahui kalau dirinya memang mengambil uangnya saja?


Seketika pesta ulang tahun yang diadakan sangat meriah sekali bubar. Banyak pengunjung kecewa dengan Joe. Jujur, sampai saat ini Joe tidak mengetahui kalau di dalam makanannya sengaja dicampur dengan obat-obatan terlarang. Yang lebih parahnya lagi, obat-obatan terlarang itu berdasarkan cairan biru.


Joe yang melihat para tamu undangan pergi langsung marah. Ia mendekati Stella dan memicingkan matanya sambil kesal, "Sudah puaskah kamu menghancurkan pesta aku?"


"Apakah kamu sudah puas menghancurkan satu keluarga yang sekarang hidup di jalanan menjadi gelandangan?" tanya Stella dengan tegas. "Sekarang kamu harus merasakan tinggal di dalam penjara beserta dinginnya angin malam."


"Hey... apa maksud kamu?" tanya Joe yang belum paham dengan keadaan.


"Tetsuya, tolong anda urus pemindahan aset-aset tersebut atas nama Pearl," pinta Stella ke Tetsuya.


"Baik nona... segera laksanakan semuanya," seru Tetsuya dengan bangga.


Hari itu juga Tetsuya langsung menghubungi pengacaranya untuk membantu Pearl. Stella tersenyum elegan dan memandang wajah Bella yang semakin pucat. Ia tidak mengerti apa yang dilakukannya sekarang. Ia benar-benar kalah telak dari Stella. Begitulah, jika seorang istri menang banyak dan menghempaskan para pelakor dengan cara mudahnya.


"Apakah kamu sudah selesai disini?" tanya Asmoro.


"Hehehe... sudah. Maafkan aku Pestanya sudah rusak," ucap Stella yang menatap ke arah Asmoro.


Asmoro hanya bisa menghela nafasnya dengan menatap wajah sulit diartikan. Ingin marah tapi tidak bisa. Karena dirinya menatap wajah sang istri sangat menggemaskan sekali.


Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang ke mansion. Begitu juga dengan lainnya, mereka mengekori Stella dan menuju ke lobby.

__ADS_1


Sungguh luar biasa hari ini. Seorang wanita yang dulu lemah menjadi wanita kuat dan juga tangguh.


Di dalam perjalanan menuju ke mansion, Asmoro menghentikan mobilnya. Ia menatap ke arah luar sambil berkata, "Kamu itu sangat berani membubarkan pesta ulang tahun konglomerat."


"Sudah aku tegaskan! Dia bukan pria konglomerat. Dia pria benalu di dalam keluarganya sendiri. Kamu tahu, selama dua puluh lima tahun menikah. Dia sengaja mengincar aset perusahaan sang istrinya. Dia memang sengaja mengambil keuntungan dalam pernikahan itu. Dia menunggu ayah mertuanya meninggal. Lalu dia dengan mudahnya mengambil seluruh aset yang dimiliki oleh istrinya. Padahal aset itu akan diberikan ke anak-anaknya Pearl," jelas Stella yang tidak ingin disalahkan semuanya.


"Kamu benar. Aku tidak ingin menyalahkan semuanya. Jujur selama ini aku sudah mengetahuinya. Aku masih mencari celah untuk membantu Pearl," ucap Asmoro.


"Kamu kelamaan. Kasihan mereka yang hidupnya terlantar di jalanan," jelas Stella.


"Ya kamu benar. Sebenarnya aku ingin gerak cepat. Berhubung aku berada di Jakarta. Bagaimana aku bisa membantunya? Sedangkan Pearl masih memiliki hubungan darah dengan aku," ujar Asmoro.


"Bukannya Pearl adalah sepupu kamu?" tanya Stella.


"Kamu kok tahu sih?" tanya Asmoro.


"Iya aku tahu semuanya. Aku kan mencari semua data-datanya dengan dibantu sama Kak Natalie," jawab Stella.


"Ternyata istriku memang juara. Maafkan aku yang tidak bergerak lebih cepat," ucap Asmoro sambil menggenggam tangan Stella.


Cup.


Asmoro sengaja mencium mulut Stella sambil berkata, "Manis seperti buah anggur."


"Kamu merayuku?" tanya Stella.


"Ya... itu benar. Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan di atas ranjang bersama kamu," jawab Asmoro.


"Wait?' pekik Stella.


"Ya... aku memang rindu akan kehangatan kamu itu," jawab Asmoro.

__ADS_1


"Astaga, baru beberapa jam saja kamu mengeluh. Kamu itu benar-benar sih?" ujar Stella yang gemas dengan Asmoro.


"Kamunya sih memiliki tubuh yang sangat seksi sekali. Apalagi kamu orangnya sangat enerjik ketika di atas ranjang," puji Asmoro.


"Mau berapa ronde?" tanya Stella.


"Dua ronde pertandingan. Aku ingin mengalahkan kamu," jawab Asmoro.


"Cih, mengalahkan aku? Bagaimana bisa aku mengalahkan kamu?" tanya Stella yang menatap wajah Asmoro.


"Lihat saja nanti!" kesal Asmoro namun hatinya bersorak kegirangan.


Asmoro akhirnya tersenyum manis dan melihat wajah Stella. Ia menancapkan gasnya menuju ke mansion.


Jakarta Indonesia.


Semua masalah di Jakarta semuanya bisa di atasi. Pak Kevin mendapatkan karma yang sangat parah sekali. Sang istri meninggal dunia setelah mendengar perselingkuhan sang suami bersama Patty. Sedangkan anak-anaknya sangat kecewa sekali. Mereka tidak menyangka, papa yang selama ini dibanggakan akhirnya menusuk dari belakang.


Lalu Gio, Gio sudah mendapatkan berkas-berkas dari kaki tangannya bernama Anthony, Anthony bekerja hanya beberapa jam untuk menemukan semua data kejahatan. Memang saat ini Anthony bisa diandalkan.


Martin yang sangat menghormatinya sebagai seniornya, hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Ia baru tahu kalau sang senior melakukan banyak kesalahan. Ia tidak mengerti apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Bagaimana ini?' tanya Martin.


"Aku akan memecatnya. Percuma kalau aku memeliharanya sampai detik ini. Dia tidak bisa diandalkan untuk menjadi seorang panutan. Oh... ya... kamu panggil lagi orang-orang terbaik milik S&T yang sudah dipecat. Aku ingin sekali mereka bekerja di perusahaan," jawab Gio sembari memberikan sebuah perintah ke Martin.


"Bagaimana kalau semuanya sudah bekerja di tempat lain?" tanya Martin.


"Kamu berikan saja gaji yang lebih besar dari perusahaannya. Aku ingin mereka menjadi milik perusahaan S&T. Atau jika mereka menanyakan tentang keberadaan Pak Kevin. Kamu harus bilang ke mereka. Pak Kevin sudah dipecat dan tidaka akan bekerja kembali," jawab Gio yang memberikan semua akses ke Martin.


"Hmmmp... baiklah. Aku setuju," jelas Martin.

__ADS_1


Mereka akhirnya bekerja sama dengan baik. Gio akan menunggu Asmoro pulang terlebih dahulu. Sedangkan Martin mengerjakan tugas-tugasnya yang diberikan oleh Gio.


Lalu Agatha, Agatha mendapatkan tugas untuk mencari keberadaan uang yang selama ini diambil oleh Pak Kevin. Agatha sangat-sangat bekerja keras untuk memulihkan semua keadaan. Sementara Hatori memang tidak mendapatkan tugas apapun dari Gio. Gio memang menyuruh Hatori untuk menyelesaikan tugas-tugas Asmoro.


__ADS_2