
"Apakah kamu akan pergi ke sana?" tanya Asmoro.
"Kalau kamu mengizinkannya. Kalau kamu tidak mengizinkannya, pasti aku tidak akan pergi. Aku hanya menurutimu saja. Aku juga hanya bertanya kepadamu. Kalau boleh aku akan pergi bersama Adelia. Kalau tidak boleh aku akan tinggal di ruangan kerjamu untuk belajar," jawab Stella dengan jujur.
"Semuanya itu tidak jadi masalah. Kalau kamu ke sana ya sudah tidak apa-apa. Kalau kamu nggak ke sana. Aku akan tetap di sini. Aku hanya ingin menuruti permintaanmu saja. Besok kita akan pergi ke perusahaan. Kekacauan sudah semakin parah. Kamu boleh ikut ke sana bersama Adelia dan mulai mengecek satu persatu orang-orang yang ingin membuat aku celaka," jelas Asmoro kepada Stella.
"Baiklah aku tidak apa-apa. Kita lihat saja nanti malam. Kalau nggak males kita akan berangkat ke sana," ucap Stella. "Habis ini bersihkan tubuhmu. Aku ingin membersihkan ranjang ini selagi kamu berendam di dalam bathtub."
Lalu Stella berdiri dan meninggalkan Asmoro. Dengan cepat tangan kekar itu menarik tangan setelah hingga jatuh ke dalam pelukannya. Mata tajamnya seakan berubah menjadi sayu. Stella hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Mau tidak mau pasangan suami istri itu melanjutkan aksinya semalam.
Adelia yang selesai membereskan piring-piringnya lalu menaruhnya di tempat cucian piring. Kemudian Leon datang sambil membawa sabun pencuci piring. Ia menaruh sabun itu di wastafel sambil mencari keberadaan Asmoro.
__ADS_1
"Ke mana Kak Asmoro?" tanya Leon.
"Yang namanya orang sudah menikah Bagaimana sih? Yang biasanya bangun pagi atau subuh. Bahkan dini hari sekarang bangunnya siang. Dia hanya menghubungiku dan meminta untuk menyelidiki pamannya. Sudah itu saja informasinya. Aku hanya bilang ya sudahlah," jelas Ian yang membuat Adelia tersenyum dan menahan tawanya.
"Bukannya Kak Leon begitu ya setelah menikah?" tanya Adelia yang membuat Leon tergagap dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Ah kamu itu buka kartu saja. Memang iya sih apa yang dikatakan olehmu. Kok aku lupa ya. Boleh nggak aku menikah lagi dengan wanita lain? Agar aku bisa memiliki istri dua di dalam satu atap," tanya Leon kepada Ian.
"Satu saja nggak akan habis-habis. Kalau punya dua buat apa. Lagian istri Kakak itu orangnya baik. Dulu sebelum tinggal bersama mama papa. Istri kakak sering bermain ke mansion milik ke Alexa. Dia adalah wanita lembut. Jangan pernah sakiti hatinya Kak. Nanti dia tidak akan mendoakan kakak yang baik. Percayalah, pria sukses itu ada wanita hebat di belakangnya. Aku tahu istri Kakak sangat tulus mendoakan di setiap langkahmu. Itu sih saranku," saran Adelia agar Leon tidak memiliki istri banyak.
"Memang benar apa yang dikatakan oleh Adelia. Ya sudah aku putuskan memiliki istri satu saja. Aku sendiri sudah memiliki apapun. Semua itu karena doa sang istri," jelas Leon.
__ADS_1
"Nah itu dia. Jangan terlalu berambisi memiliki istri dua jika tidak bisa merawatnya dengan baik," pesan Ian.
"Thanks bro sudah ngingetin aku. Memangnya ada apa dengan pamannya Kak Asmoro?" tanya Leon.
"Iya ya. Aku hampir lupa dengan hal itu. Dulu Kak Asmoro pernah bercerita kalau sang Paman sering mengintimidasinya hingga mentalnya menjadi mental tempe. Dan asal muasal Kak Asmoro memiliki iblis ya dari pamannya itu. Terus ditambah dari mantan pacarnya yang telah menghianatinya. Jadi mantan iblisnya itu menyempurnakan jiwa iblisnya Kak Asmoro. Jika saja Kak Asmoro nggak begitu, kemungkinan besar Kak Asmoro menjadi pria yang sangat baik sekali. Itulah asal muasal k Asmoro yang memiliki jiwa iblis sesungguhnya," jelas Ian yang membocorkan rahasia sesungguhnya Asmoro kepada Adelia.
"Jadi, Apakah Kak Stella dalam bahaya?" tanya Adelia yang benar-benar cemas dengan keadaannya Stella.
"Nggak juga. Kak Ibra pernah berpesan kepadaku. Jiwa iblis itu akan hilang dengan sendirinya ketika ada seorang wanita yang tulus mencintainya. Kak Asmoro akan luluh dengan wanita itu. Dia yang akan menghentikan segala aksinya. Itulah kenapa Kak Asmoro jika sudah menemukan jodohnya. Kamu tenang saja soal ini. Stella bisa menguasai jiwa iblisnya itu. Bahkan Stella sendiri akan mengatur jiwa iblis itu untuk balas dendam kepada mereka semuanya. Jika itu terjadi maka mereka akan habis ditangan Asmoro. Betapa kejamnya jiwa iblis itu ketika hadir di dalam tubuhnya. Aku sendiri saja tidak berani melihatnya apalagi mendekat. Jangankan aku, Kak Gio ataupun sia lainnya tidak akan berani melakukannya kecuali Kak Ibra. Itulah kenapa aku nggak pernah dan nggak mau mengusik keberadaan jiwa iblis itu kecuali Dia bangkit sendiri dalam tubuhnya," jelas Ian yang membuat Leon bergidik ngeri sambil mencuci piring. "Jika kamu nggak percaya tanyakan saja pada Leon. Mumpung dia masih sibuk mencuci piring."
"Aku saranin jangan pernah mengganggu kenyamanan jiwa iblis itu. Jika itu terjadi maka aku sendiri maupun lainnya tidak bisa menyelamatkanmu. Aku yakin jiwa iblis itu akan hilang dengan sendirinya jika mendapatkan cinta yang tulus dari Stella," ucap Leon yang berharap Asmoro menjadi pria baik.
__ADS_1
"Bagaimana dengan para musuh Kak?" tanya Adelia.