
"Karena kamu adalah orang sangat teristimewa di mata papa Asmoro," jawab Natalie. "Papa tidak ingin kamu dalam celaka yang besar."
"Bisakah aku masuk ke dalam bahaya itu?" tanya Stella.
"Maksud kamu apa?" tanya Natalie yang menatap wajah Stella.
"Aku harus menghadapi musuh bebuyutannya," jawab Stella.
"Sepertinya itu ide yang sangat bagus sekali," celetuk Adelia. "Bukankah kita adalah Klan Kanagawa yang ditakuti oleh semua musuh?"
"Ya itu benar," jawab Stella.
Natalie langsung mulutnya menganga. Ia tidak menyangka pernyataan dari Stella dan Adelia membuatnya terkejut. Natalie memegang kepalanya sambil menghempaskan bokongnya dan duduk.
"Kak Natalie kenapa?" tanya Stella bingung.
"Kemungkinan besar Kak Natalie terkejut mendengar nama Klan Kanagawa. Yang aku tahu Klan Kanagawa itu adalah Klan yang cukup besar di negara Eropa maupun Asia. Jika ada yang menyebut nama itu bisa dipastikan semua orang akan takut mendengarnya," jelas Dilla yang sengaja membawa air mineral di gelas lalu memberikannya ke Natalie. "Kak minum dulu."
Natalie meraih air itu dan meminumnya hingga habis. Natalie menghela nafasnya lalu menatap wajah Stella dan Adelia dan menaruh curiga, "Apakah kamu mengenal Klan itu? Apakah Papa Asmoro yang memberitahukan kamu tentang dunia bawah tanah?"
Mereka meenganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Tidak seharusnya papanya itu memberitahukan dengan lugas siapa itu klan Kanagawa?
"Kamu tahu siapa itu Klan Kanagawa?" tanya Natalie.
"Ya... aku tahu siapa itu Klan Kanagawa. Bahkan kami adalah keturunannya. Kak Asmoro dan Kak Ian sudah menceritakan siapa itu Klan Kanagawa," jelas Adelia yang membuat Dilla dan Natalie terkejut lagi.
"Jadi kalian adalah penerus Klan Kanagawa selanjutnya?" tanya Natalie yang membuat mereka menganggukkan kepalanya dengan kompak.
"Ya itu benar. Kami adalah dari Yamato Kanagawa. Nama anaknya Pak Yamato adalah Agatha Kanagawa. Dan Kami adalah putra putrinya Agatha Kanagawa," ucap Stella sambil memperjelas asal usulnya itu.
__ADS_1
Natalie dan Dila sangat terkejut mendengar pernyataan mereka. Natalie baru sadar kalau mereka adalah keturunan dari Kanagawa. Ia sekarang sedang mencari cara untuk membantu mereka agar bisa menyelesaikan masalah Asmoro.
"Jika kamu adalah keturunan dari Kanagawa. Kamu bisa menghubungi kakekmu untuk meminta para pengawal yang akan mengajakmu pergi ke perusahaan papa Asmoro. Aku yakin kamu bisa melakukannya dan melawan itu yang namanya Boni," jelas Natalie yang membuat mereka menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana kalau aku keluar dari sini? Terus mereka mencari aku entah ke mana. Jika mereka mencari aku, aku nggak ada, mereka akan marah terhadapku," ucap Stella yang memandang wajah Natalie.
Natalie tersenyum jahil lalu mendapatkan sebuah ide. Natalie meminta mereka mendekatinya dan berdiskusi. Memang ide ini sangat konyol. Tapi mereka bisa keluar dan menuju ke perusahaan Asmoro dengan tenang.
"Bagaimana?" tanya Adelia.
"Lebih baik aku akan membeli obat tidur dengan dosis tinggi. Lalu aku akan mencampurkan obat itu ke dalam makanannya. Kita nggak usah makan biarkan mereka makan semuanya. Kalau kita makan, kita bisa tidur dan rencana itu tidak akan berjalan lancar," jawab Natalie yang meraih ponselnya untuk menghubungi pengawalnya untuk datang ke sini.
Mereka menurut apa yang dikatakan oleh Natalie. Hanya cara inilah yang membuat mereka tertidur terlelap. Setelah itu mereka menunggu Natalie untuk mendapatkan obat tersebut. Sambil menunggu mereka mulai menyiapkan adonannya untuk membuat sandwich.
Beberapa saat kemudian datang salah satu pria bertubuh kekar. Pria itu membungkukkan badannya sambil menyapa Natalie. Kemudian Natalie memberikan sebuah perintah. Pria itu menganggukkan kepalanya lalu pergi begitu saja.
"Apakah Kak Leon dan Kak William marah jika pengawal Kakak berada di sini?" tanya Stella yang meraih ponselnya untuk menghubungi Yamato.
Sementara itu Yamato sedang bekerja dikejutkan dengan ponselnya sedang berdering. Yamato melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. Ia terkejut sekaligus bahagia ketika sang cucu menghubunginya. Pria berusia senja itu mengangkat ponselnya.
"Halo," sapa Yamato.
"Halo Kakek apa kabar?" tanya Stella sambil menanyakan kabarnya dengan lembut.
''Kabar kakek baik-baik saja. Kamu bagaimana kabarnya dengan Adelia?" tanya Yamato balik.
"Kami baik-baik saja kakek. Dek bisakah aku meminjam para anggota Klan Kanagawa yang berada di Eropa?" Tanya Stella yang berhati-hati agar Yamato tidak marah.
"Buat apa?" tanya Yamato.
__ADS_1
"Aku ingin menyerang seseorang yang telah membuat suamiku menderita seperti ini. Seharusnya suamiku mengurus perusahaannya. Tapi mereka menghalanginya. Aku merasa ini ada sesuatu yang aneh di dalam perusahaannya itu. Aku tidak akan mungkin menyerang sendirian. Karena aku tidak bisa melakukannya," jawab Stella.
Yamato pun tersenyum dan merasakan hatinya bahagia. Bagaimana tidak? Stella sudah memperlihatkan kepemimpinannya di dalam dunia bawah. Kemudian Yamato berkata, "Nanti aku akan menyuruh Tetsuya untuk mengirimkan lima puluh orang sekaligus."
"Apa kakek serius?" tanya Stella.
"Iya kakek serius. Kalau bisa kamu membantai saja orang-orang seperti itu. Jangan biarkan mereka hidup. Mereka tidak perlu diampuni. Karena mereka adalah seorang penipu ulung," jawab Yamato yang memberikan tiket untuk Stella agar menghabisi para musuh Asmoro.
Dengan penuh kebahagiaan Stella tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Kemudian Stella mematikan ponselnya sambil berkata, "Ayo kita laksanakan rencana itu. Aku tidak ingin Kak Asmoro bersedih seperti ini."
"Baiklah. Aku akan melacak keberadaan Boni di mana. Aku harus menemukannya sekarang juga. Karena jika tidak menemukannya dengan cepat, kita tidak bisa mengeksekusi orang itu," jelas Natalie yang segera meraih ponselnya lalu melacak keberadaan.
Dalam hitungan menit, pengawal yang disuruh oleh Natalie akhirnya datang. Kemudian pengawal itu memberikan pesanan yang diminta oleh Natalie. Setelah memberikan obat itu, pengawal itu akhirnya meninggalkan mereka.
"Kalau kayak gini, Apakah aku akan berbuat dosa kepada suamiku sendiri?" tanya Stella.
"Sebenarnya sih nggak dosa juga ya. Kalau kamu menganggap itu dosa, bagaimana dengan misimu untuk menghabisi Boni?" tanya Natalie balik.
"Ah sudahlah. Kalau kita nggak terjun secara langsung. Kemungkinan besar Kak Asmoro akan tertidur pulas dalam waktu beberapa jam. Kalau begini Ayo kita gerak cepat," ajak Stella sambil bersemangat untuk membuat isi adonan sandwich tersebut.
Tak lupa Natalie mencampurkan obat tidur itu ke dalam makanan maupun minuman para pria. Setelah itu Natalie membuang botol itu dengan cara dilempar ke melalui jendela terbuka di dapur ini..
"Sebentar lagi mereka akan kembali tidur. Rasanya aku sudah lama tidak melakukan hal-hal gila seperti ini lagi. Mari kita bangunkan pada pria untuk sarapan pagi," jelas Natalie yang kemudian pergi meninggalkan dapur lalu diikuti dengan ketiga wanita tersebut.
Para wanita itu membangunkan kekasihnya untuk diajak sarapan. Para pria pun sangat bahagia dan mencuci wajahnya pergi ke dapur. Mereka berkumpul dan melihat sandwich itu sangat enak sekali.
Sedangkan para wanitanya menunggu di belakang mereka masing-masing. Dengan hati yang membuncah, mereka berharap kalau kekasihnya itu menghabiskan semua makanannya.
Tak sampai membutuhkan waktu lama, makanan itu sudah berpindah ke dalam perutnya masing-masing. Tiba-tiba saja Asmoro berkata, "Rasanya aku mengantuk lagi. Untuk acara hari ini kita batalkan saja."
__ADS_1
"Batalkan bagaimana?" tanya Imron yang mulai menguap karena mengantuk lagi.