
Melihat Asmoro yang masuk ke dalam toilet, hati Stella sangat bahagia. Ia berdiri dan membereskan ranjangnya itu. Akhirnya Stella pergi ke dapur lalu melihat Natalie, Adelia dan Dila sedang menyiapkan bahan makan malamnya.
"Kalian masak apa?" tanya Stella.
"Di luar sangat dingin sekali. Lebih baik kita membuat makanan berkuah saja. Aku mau masak masakan Indonesia. Yaitu memasak soto ayam Lamongan. Makanan itu sangat cocok buat malam-malam begini yang dingin sekali," jawab Adelia yang membuat mereka menatapnya.
"Memang ada ya? Rempah-rempah yang berada di sini?" tanya Natalie.
"Ada. Aku tadi meminta para pengawal untuk membelinya. Mereka memburunya hingga ke kedutaan besar. Hingga aku mendapatkan bahan-bahan seperti ini," jawab Adelia sambil menunjuk rempah-rempah dari Indonesia.
"Kamu ini pintar sekali. Sepertinya aku harus belajar memasak darimu. Agar Kak Asmoro betah bersamaku," puji Stella kepada sang adik.
"Aku pun sama. Aku juga ingin kak Jacob berada di pelukanku. Sepertinya kita harus belajar memasak agar menjadi pandai," ajak Natalie.
"Itu benar. Kita harus melakukannya sekarang juga. Mulai dari pembuatan soto ayam kita harus mengingatnya satu persatu. Begitu juga dengan cara memasaknya yang sangat asik itu," tambah Stella yang semakin semangat untuk belajar memasak dari Adelia.
Malam itu juga mereka memasak dengan hati bahagia. Mereka melupakan kejadian tadi pagi. Memang mereka sengaja melupakannya agar jejaknya tidak diketahui oleh Asmoro.
__ADS_1
Mereka sangat unik sekali dan bisa menjadi wanita banyak cara. Mereka bertiga akan berbagi ilmu dan bagaimana caranya bertahan di dunia ini. Natalie yang sudah makan asam garam akan membagi trik-triknya supaya mereka bisa menjadi wanita tangguh. Begitu juga dengan Adelia, Delia akan membagi resep makanannya kepada mereka. Sedangkan Stella, Stella akan belajar pertahanan khusus. Ia sekarang lebih aktif melihat film-film yang menantang adrenalinnya. Bahkan diam-diam Stella sudah mencatat trik-triknya agar bisa dibagikan ke sang adik perempuannya itu.
Beberapa saat kemudian para pria masuk ke dalam. Mereka tidak sama sekali menaruh curiga. Masalah tadi itu sangat aman sekali. Jadi para wanita pun tidak akan pernah terkena omelan para pria.
"Kalian sedang memasak apa?" tanya Asmoro yang duduk di hadapan mereka.
"Berhubung di luar sudah sangat dingin sekali. Kami memutuskan untuk memasak yang ada kuahnya. Kuahnya ini sangat segar jika dimakan dengan nasi panas-panas. Kami juga tidak akan membuat mie. Karena mie tidak baik untuk kesehatan. Mengingat kalian adalah seorang pekerja keras. Maka dari itu kalian harus makan makanan yang bergizi. Kalian tenang saja dan keluar dari tempat ini. Agar kalian tidak mengganggu kami saat memasak," pinta Stella agar mereka keluar dari dapur.
"Ceritanya nyonya besar mengusir kami?" tanya Ian sambil meledek Asmoro.
"Ya mau bagaimana lagi. Kami harus memasak dengan tenang agar bisa menciptakan rasa yang sangat lezat. Agar kalian ketagihan dan menambah makanan itu," jawab Stella sambil menatap tajam ke arah mereka.
Sedangkan para pria memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya. Mereka tidak mengeluh namun tertawa. Mereka hanya bisa mengusap wajahnya.
"Bagaimana Kak?" tanya Ian.
"Biarkan saja mereka berekspresi. Lagian di sini tidak ada pelayan perempuan. Mereka berhak untuk memasak dan membagikannya kepada kalian semuanya. Aku yakin mereka sangat pandai memasak setelah ini," jawab Asmoro sambil tersenyum manis dan membuka dokumen yang berada di depannya itu.
__ADS_1
"Kecuali Natalie yang tidak bisa memasak sama sekali," ucap Jacob dengan jujur.
"Meskipun tidak memasak. Bagiku itu tidak menjadi masalah. Bisa jadi Natalie ada yang menonjol di bidang lainnya. Contohnya dia sangat pandai berbisnis. Mulai dari fashion hingga parfum, Natalie mendominasi di dunia fashion. Jadi nggak ada yang salah untuk perempuan zaman sekarang. Aku juga tidak akan menuntut Stella untuk memasak. Suatu hari nanti istriku memiliki bakat yang tidak bisa ditebak oleh banyak orang. Sebenarnya sih bakatnya sudah ada. Yaitu mendekor ruangan untuk dijadikan pesta. Dia sangat suka sekali dengan seni seperti itu. Aku tidak akan mengekangnya sama sekali. Apalagi sekarang dia memiliki hobi merajut pakaian. Sekali rajutan pakaian itu laku, bisa menghasilkan banyak uang. Apakah aku harus membuang seluruh benang-benang yang berada di sini?" tanya Asmoro sambil menatap mereka.
"Kalau soal rajutan baju seperti itu nggak bisa dipandang sebelah mata. Sekali jual bisa menghasilkan beberapa juta dolar. Aku sering melihat benang sulam yang dirajut seperti pakaian lalu dijual di online. Harganya sangat menggiurkan sekali. Bisa membeli sebuah mobil baru yang sedang happening sekarang," jelas Ian.
"Nah itu dia. Makanya bebaskanlah ekspresi para wanita kalian. Kalau sudah memiliki anak kita nggak akan mungkin menyuruhnya bekerja di kantor. Boleh saja di kantor. Asalkan nyaman buat para istri," tambah Asmoro.
"Kakak semakin hari semakin bijak untuk menghadapi masalah besar. Dahulu kakak sering banget memakai kekerasan. Kalau nggak suka Hajar saja. Sekarang tidak sama sekali. Malahan Kakak sendiri memilih untuk diam," puji Imron yang melihat perubahan Asmoro sangat drastis sekali.
"Usia sudah tua. Nggak boleh seenaknya melakukan kekerasan. Semuanya itu harus dipikirkan secara matang. Yang namanya mafia tetap mafia. Mafia itu adalah perisai untuk menolong dan melindungi orang-orang sekitarnya. Sudah seharusnya manusia itu kembali normal dan hidup bahagia tanpa harus kekerasan," jelas Asmoro.
"Bener juga Kak. Begitu juga dengan Kak Gio dan kak Martin. Aku sendiri sangat terkejut melihat perubahan mereka. Biasanya dulu sering banget membantai. Sekarang sudah tidak lagi," tambah Jacob.
"Nggak semuanya seperti itu. Lihat saja mereka. Mereka juga tidak akan melakukan hal-hal konyol. Mereka memikirkan masa depan keluarganya. Atau juga mereka akan berhenti dari dunia bawah tanah. Hanya mereka yang tahu bagaimana kelanjutan hidupnya," jelas Asmoro.
"Yang dikatakan Kakak itu benar. Selama ini kita sering menantang masalah. Jadinya kita selalu terbelit dengan masalah itu sendiri. Gesekan-gesekan yang terjadi di Eropa Sebenarnya bukan kita yang membuatnya. Tapi mereka. Mereka sengaja membuat black Horizon bangun dan berantem," ujar Leon.
__ADS_1
"Biarkanlah saja mereka mau berbuat apa. Kita memang punya hak untuk meneladaninya. Tapi dengan cara kekerasan Apakah semuanya sudah beres? Mereka hanya memancing dan menyulut api untuk membakar dunia bawah tanah. Dan orang-orang seperti itu bukanlah orang-orang lama. Orang-orang seperti itu orang-orang yang baru saja mendirikan kelompok mafia. Mereka tidak tahu kejamnya dunia bawah tanah seperti apa. Mereka hanya sok-sokan ingin menjadi mafia yang sangat cukup terkenal," tambah Asmoro.
"Apakah itu benar Kak?" tanya Ian.