Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kebingungan Gio.


__ADS_3

“Ada,” jawab Sean.


Namo yang sedang membawa cangkul tidak sengaja melihat interaksi Sean, Hatori dan Adelia. Nano berhenti karena ingin memanggil Sean. Tidak sengaja Nano terkejut dengan kedua manusia yang berbeda jenis kelamin itu. Pria tua itu menatap wajah Adelia dan Hatori sangat mirip bagaikan pinang dibelah dua. Menurutnya Hatori itu adalah Adelia versi pria.


“Apakah kalian bersaudara?” tanya Nano.


“Ah... Tidak. Aku dan dia bukan saudara... Tuan,” jawab Hatori.


“Tapi aku boleh jujur nggak? Kalian sangat mirip sekali dengan pinang dibelah dua. Tapi kamu adalah Adelia versi cowok,” jawab Nano.


Hatori dan Adelia menggeleng secara serempak. Mereka menampik kalau dirinya masing-masing sangat mirip. ASEAN yang memiliki perasaan peka menarik Nano segera pergi dari sana. Kedua pria berbeda generasi itu pun menghilang dari hadapan Adelia.


“Maafkan aku atas kelakuan Tuan Nano,” ucap Adelia yang tidak enak pada Hatori.


“Tak apa. Aku malah tersanjung sekali bisa mengobrol dengan salah satu keluarga Snowden. Aku sangka mereka adalah keluarga yang sombong,” ucap Hatori.


“Tidak. Menurutku mereka bukan orang sombong.mereka adalah orang-orang baik seperti malaikat. Jika ada orang kesusahan dengan cepat mereka menolongnya,” jelas Adelia.


“Syukurlah. Di sini masih banyak orang baik. Semoga keluarga Snowden diberkati oleh Tuhan,” ucap Hatori dengan tulus.


“Amin,” balas Adelia.


Di satu sudut Ian melihat Adelia mengobrol dengan Hatori. Ia merasa curiga dengan Hatori beberapa hari terakhir. Sebelum kasus ini mencuat Ian sering melihat Hatori datang ke sini. Pria yang memiliki tinggi badan seperti tiang listrik selalu memperhatikan wajah Hatori.


“Beberapa hari ini aku selalu curiga dengan Hatori. Meskipun Aku jarang sekali bertemu Adelia. Tapi wajah Adelia tersimpan jelas di hatiku. Aku merasakan ada sesuatu ketika mereka pertama kali bertemu. Jujur mereka sangat mirip sekali bagai pinang dibelah dua. Apakah mereka bersaudara ya?” tanya Ian dalam hati.


Markas Black Horizon.


“Gimana kabar Stella?” tanya Gio.


“Masih sama seperti hari kemarin. Belum ada perubahan sedikitpun. Aku harap gadis itu segera sadar,” jawab Ibra.

__ADS_1


“Apakah Stella akan cacat?” tanya Gio.


“Kemungkinan besar iya. Kamu tahukan peluru yang menembus hampir mengenai tulang ekornya itu sangat parah. Aku nggak bisa memprediksi Apakah Stella bisa bertahan hidup?” jawab Ibra dengan serius.


Gio tidak tahu bagaimana lagi. Ia berharap setelah bisa cepat sadar dan berkumpul bersama ketiga cucunya. Entah kenapa Gio tidak tega dengan Stella. Pria paruh baya itu pun mendapati dua pilihan. Antara mempertahankan atau melepaskan.


“Sepertinya kakak ada masalah ya?” tanya Ibra.


“Aku sama seperti Lampard. Antara melepaskan dan mempertahankan,” jawab Goo.


Seketika Ibra terperanjat karena membaca sebuah pesan. Ia sangat terkejut karena klan Tatsuya diserang oleh Exodus. Tangannya mengepal dan memukul meja.


“Kamu kenapa Bra?” tanya Gio.


“Salah satu temanku diserang oleh Exodus. Banyak pengawal yang meninggal dunia,” geram Ibra.


“Jadi Exodus sudah mengusik ketenangan antara geng mafia di Asia? Kalau begitu kita tidak bisa membiarkan begitu saja. Kita harus melakukan sesuatu untuk membuat pertemuan antara geng mafia dan gangster mengusir Exodus dari Asia!” tegas Gio.


“Kalau boleh secepatnya. Kalau dibiarkan terus maka mereka akan membuat ulah. Kalau begitu atur saja waktunya Kak. Aku akan mengkoordinir seluruh pertemuan geng mafia dan gangster,” ujar Ibra.


Gio menghembuskan nafasnya secara kasar. Ternyata akhir-akhir ini memprediksi akan ada penyerangan. Ternyata prediksi itu benar. Meskipun Exodus tidak menyerang Black Horizon secara langsung itu tandanya seluruh anggota mafia terancam bahaya. Dengan terpaksa Gio akan mengundang seluruh organisasi bawah tanah untuk berkumpul.


“Apakah itu hanya daerah Asia saja?” tanya Ibra.


“Apa maksudmu?” tanya Gio balik.


“Apakah kakak tahu Exodus sudah mengancam daerah Eropa juga?” tanya Ibra lagi.


“Semakin lucu saja ini kasus,” jawab Gio.


“Meskipun kakak membekukan Black Horizon , Goerge tidak pernah tidur dari organisasi itu. Jujur mereka sangat terancam atas kehadiran Exodus,” ucap Ibra.

__ADS_1


“Mau tidak mau! Suka tidak suka! Enak tidak enak aku harus menggabungkan Blue Diamond dengan Black Horizon. Kemungkinan besar mereka akan merambah ke benua Eropa,” ujar Gio yang menginginkan agar Martin dan Alexa berkembang.


“Jika mereka memegang Black Horizon, Bagaimana dengan kak Lampard?” tanya Ibra.


“Aku tidak akan membeda-bedakan Martin, Alexa maupun Lampard. Karena aku ingin mereka bekerja sama untuk membangun Black Horizon. Dan satu lagi aku berharap Lampard akur dengan Martin. Begitu juga dengan lainnya, seperti Raka, Leon, Willi dan lainnya berpegangan tangan untuk saling menguatkan satu sama lain. Tidak perlu harus bertengkar dan bermusuhan. Kamu juga harus mempersiapkan diri dan bergabung bersama mereka,” jawab Gio sambil memberikan perintah.


Tokyo Jepang.


Seorang pria paruh baya sedang menatap bulan. Pria itu mengingat momen indah bersama sang istri. Pria itu diam sambil menahan air matanya. Andai saja pria itu tidak mengakrabkan diri dengan kakak iparnya itu mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Jujur dirinya ingin menolong ekonomi sang kakak malah tertimpa masalah. Sang kakak bersama suaminya bisa membalikkan keadaan dalam waktu cepat. Hingga pria itu jatuh miskin dan disingkirkan dari perusahaannya sendiri.


Pria itu memutuskan untuk masuk ke dalam dan melihat keadaan mansion. Meskipun ia memiliki mansion mewah namun hatinya kosong. Ketika dirinya melangkah naik ke atas tangga, seorang asisten memanggilnya.


“Tuan,” panggil asisten itu.


“Ada berita apa malam-malam begini ke sini?” tanya pria itu dingin.” Apakah kamu menemukan istri dan anak-anakku?”


“Sampai sekarang aku belum menemukannya tuan. Hanya tuan muda Hatori saja kami berkomunikasi. Tuan muda selalu menanyakan anda kapan pulang ke Indonesia?”


“Lalu, kamu jawab apa?” tanya pria itu.


“Aku bilang tuan sedang bekerja di proyek,” jawab sang asisten hingga membuat mata tuannya melalak sempurna.


“Apakah kamu bisa mencari pekerjaan yang lebih bagus lagi buat aku?” tanya pria itu dengan kesal.


“Itu pekerjaan yang paling bisa dipahami oleh Tuan Muda. Aku rasa pekerjaan itu tidak buruk,” jawab asisten itu sambil menunduk ketakutan.


“Bagaimana aku pulang dikatakanku halus seperti ini?” tanya pria itu sampai sang asisten menganga tidak percaya.


“Kamu itu selalu membuat masalah aku dengan Hatori saja. Kamu tahu kenapa aku bilang seperti itu? Karena aku sengaja menggembleng Hatori untuk menjadi CEO Kurumi Company,” kesel pria itu.


Mendengar nama Kurumi, sang asisten itu menggelengkan kepalanya. Ia menunjukkan wajahnya sambil merasakan jantungnya berdenyut hebat. Akhir-akhir ini sang asisten tersebut sering mendengar bahwa John mengganti sistem lama menjadi sistem baru.

__ADS_1


“Tuan, apakah anda yakin jika Tuan Muda Hatori bisa merebut Kurumi Company?” tanya asisten itu.


 


__ADS_2