
“Yang mama katakan itu benar. Mama nggak habis pikir kenapa Tutik bisa melakukan semua ini. Padahal Tutik sendiri adalah anak kesayangan dari kakek nenekmu. Sedangkan mama tidak pernah disayangi begitu saja. Tapi mama tidak dendam sama mereka. Mama selalu menyayangi mereka dengan tulus. Apa yang dilakukan sama dia. Semuanya didukung oleh nenek dan kakekmu. Mama sendiri hanya bisa meringis dan tidak mendapatkan kasih sayang. Andai saja waktu bisa berputar. Mama ingin mengatakan kepada mereka. Kalau mama bukanlah anak yang jahat,” jawab Anita.
“Kenapa dia melakukan seperti itu ma? Kenapa dia ingin melihat Mama hancur? Padahal mama sendiri adalah orang yang sangat baik sekali,” tanya Hatori bertubi-tubi.
__ADS_1
“Sebelum kematian pengasuh mama karena diracun oleh Tutik. Beliau bercerita, kalau Tutik itu sangat cemburu atas kelahiran Mama di dunia ini. Bahkan dia tidak pernah menganggap Mama sebagai adiknya. Dia memprovokasi nenek dan kakekmu untuk membenci mama. Banyak sekali cara yang dilakukan agar mereka percaya dengan omongannya. Selain itu juga kakek nenekmu nggak pernah mencari bukti yang konkret. Siapa yang salah dan siapa yang benar? Ketika pulang ke rumah, Mama selalu terkena pukulan dari kakek nenekmu. Yang Mama ingat dia memberitahukan hal-hal yang tidak pernah terjadi. Dia menganggap seolah-olah itu terjadi. Misalnya memecahkan piring. Padahal mama tidak pernah melakukannya. Mama makan selalu disuapi sama pengasuh. Tapi yang memecahkan piringnya adalah dia. Bisa dikatakan mama sebagai kambing hitam oleh dia. Ketika Mama beranjak dewasa. Dia malah lebih tidak menyukai mama. Dia berusaha untuk memutar balikan fakta. Ya Kamu tahu kan cerita Patty dari Stella. Dia sudah melakukan hubungan intim dengan pria bule ketika lulusan SMP. Kejadian itu memang diketahui oleh kakekmu. Kakekmu marah besar dan menghukum dia. Namun otaknya berpikir dengan cepat. Dia ngomong Kalau aku menjebaknya. Usia kami hanya berbeda setahun saja. Makanya dia berani melakukan hal itu. Bahkan yang lebih parahnya dia langsung menuduhku dengan cepat. Katanya sih Mama yang sengaja menyuruh orang bule itu untuk menidurinya. Terpaksa kakek memanggil mama lalu menghajar habis-habisan. Mama nangis dan tidak kuat merasakan penyiksaan itu. Mama berteriak karena tidak bersalah sama sekali. Kakekmu malah berpihak kepada dia. Setelah itu Mama diusir dari rumah. Hingga bertemu dengan papamu. Itulah kisah sebenarnya. Kenapa dia sangat menginginkan keluarga kita hancur. Mereka tidak menyukai kalau mama bahagia. Mereka juga tidak menyukai kalau anak-anak mama juga bahagia dengan pernikahan masing-masing. Mama berharap semuanya ini cepat selesai. Agar kalian tidak merasakan hal yang perih yang pernah dirasakan oleh Mama,” ungkap Anita yang berbicara dengan Hatori panjang lebar.
“Kalau soal kematian mereka. Dia memang sengaja memberikan obat tidur dengan dosis tinggi. Sang pengasuh mama menceritakan kalau kakek nenekmu sudah mengetahui kehancuran rumah tangga mama. Ketika ingin menegurnya, dia datang dan langsung membunuhnya. Tapi dia sangat licik sekali. Harusnya dia tertangkap polisi. Dia sudah menyita aset Kurumi dan membayar pengacara untuk tidak dipenjara. Alhasil sampai sekarang dia masih bisa tersenyum dan membuat rencana untuk menghancurkan kami,” tambah Anita.
__ADS_1
“Apakah mama sempat bertemu dengan mereka?” tanya Hatori dengan suara agak melemah.
Hatori bersedih mendengar kisah Anita. Ternyata ia dapat menyimpulkan kalau Tutik memiliki kecemburuan sosial tinggi. Ditambah Tutik hatinya iri ketika melihat orang-orang sukses. Seharusnya Tutik bisa meraih semua ini tanpa ada yang harus dikorbankan. Namun apa daya? Yang namanya orang memiliki penyakit iri dengki tidak akan bisa sembuh walau sudah diobati berkali-kali.
__ADS_1
“Tapi papa sudah menamparnya buat mama. Papa juga tidak akan membiarkan Mama menderita hanya karena dia. Kita lihat saja nanti apa yang dilakukannya. Aku juga sedang melihat pergerakan dia sampai mana. Aku tidak akan memaafkannya sama sekali. Apalagi ini menyangkut tentang hidup Stella. Seandainya kita dipersatukan. Aku akan melawannya,” ucap Hatori yang meluapkan emosinya itu.
“Kamu nggak akan bisa melakukannya. Bener apa yang dikatakan oleh papamu. Jika kalian disatukan, dia akan melakukan hal yang di luar nalar kita. Siapa tahu kamu dijual ke orang lain dengan harga mahal. Terus Adelia juga dijual. Atau dibesarkan lalu disiksa. Bisa saja Adelia memiliki nasib yang sama. Yaitu dijual ke tangan mafia. Bagaimana menurutmu?” tanya Anita.
__ADS_1