
"Memang kamu nggak punya salah sama dia. Tapi dia yang akan mengusik kalian berdua. Masalahnya adalah kalian memiliki wajah kembar dan ahli waris Kurumi Company. Aku yakin dia akan mencarimu. Inilah yang membuat kalian tidak akan bisa tenang," terang Alexa.
"Kita harus bagaimana Kak? sungguh aku sangat pusing sekali menghadapi orang gila itu. Bukan gila sih Kak tapi kayak orang gimana gitu? Lebih baik aku menghadapi orang benar-benar dinyatakan oleh dokter gila," sambung Adelia yang sangat sedih sekali.
"Biarkan saja. Jika kamu melawannya Aku pastikan tidak akan sanggup. Coba saja... Karena seluruh keluarga Patty tidak mau diusik. Meskipun dia salah, orang tuanya akan membela habis-habisan. Aku harap kamu bersabar saja dulu. Nggak gampang menghadapi orang itu. Jika kamu tidak mau selamat ya sudah lakukanlah. Aku saja sebagai pengusaha terbesar di Indonesia maupun dunia tidak berani. Karena mereka akan melakukan cara yang licik untuk membuat perusahaanku bangkrut. Makanya aku nggak mau gegabah melakukan ini semua," jelas Alexa yang menggebu-gebu ingin menghancurkan keluarga Tutik.
"Ya sudah deh Kak kalau begitu. Aku akan bersabar untuk selanjutnya. Aku rindu sama Kak Ian," Adelia tersenyum sambil membayangkan ada Ian di depannya.
"Kalian memang pasangan yang cocok. Aku harap kalian bisa langgeng selamanya," Alexa mendoakan Adelia bersama Ian.
"Kak Stella sama siapa ya?" tanya Adelia yang ingin tahu sang kakak berpacaran sama siapa.
"Aku belum memiliki kekasih sampai saat ini. Entahlah pria mana yang mau bersamaku kelak?" tanya Stella dengan sendu.
"Kakak bersama kakek Lampard saja. Scar... Yakin kalau Kakek sangat baik sekali sama kakak," jawab Scarlett yang masuk ke dalam tanpa permisi.
"Kamu ini ada-ada aja. Kalau kakekmu nggak mau sama aku gimana?" tanya Stella dengan jujur.
"Pasti mau. Kakek Lampard itu orangnya nggak pilih-pilih. Aku harap Kak Sheila mau jadi nenekku yang paling cantik sedunia," jawab Scarlett yang membuat ketiga wanita itu melongo.
Ketiga wanita itu saling memandang dan bingung sendiri. Kenapa scarlet sangat menginginkan Stella menjadi neneknya? Dengan cepat Alexa menggendong Scarlett dan meminta maaf kepada Stella.
"Maafkanlah putriku Stella. Scarlett tidak sengaja mengatakan itu. Aku tahu hatimu pasti sakit," hibur Alexa yang tidak ingin melihat Stella sedih.
"Iya Kak maafkan aku ya... Jika nggak jadi sama kakekku nggak apa-apa. Aku akan mencari nenek lain buat kakek Lampard," celetuk Scarlett dengan senyum yang merekah.
__ADS_1
"Nggak apa-apa. Justru itu aku jadi terhibur sama kamu Scar... Jarang sekali aku mendapatkan hiburan yang lucu ini. Ditambah lagi sama kedua kakakmu itu. Sepertinya kamu akan menjadi seorang komedian yang sangat terkenal sekali," puji Stella.
"Aku tidak mau menjadi komedian. Aku hanya ingin menjadi pengusaha seperti mama dan papa. Atau enggak Aku mau menjadi model seperti oma Niwa dan tante Natalie. Rasanya aku akan cantik seperti mereka," ucap Scarlett yang memperagakan gadis berkelas.
Alexa Adelia dan Stella menggelengkan kepalanya. Jujur scarlet adalah gadis yang sangat lucu. Terkadang sang Mama juga tidak bisa menghadang kelucuannya itu. Ditambah lagi dengan kekonyolan Sean, Edward dan Martin. Memang mereka pantas dinobatkan sebagai keluarga komedian.
"Kakak buat apa ya?" Tanya Scarlett tanpa berdosa.
"Lagi buat adik bayi. Adik bayinya bisa dimakan loh," jawab Adelia sambil tersenyum sumringah.
"Aku nggak mau minta adik bayi itu. Aku ingin minta adik bayi beneran," jawab Scarlett.
Adelia dan Alexa saling memandang dan bertanya melalui telepati. Tiba-tiba saja Scarlett minta adik bayi sungguhan ke Adelia. Alexa semakin bingung lalu menghembuskan nafasnya secara kasar. Kemudian Alexa menatap wajah Scarlett sambil bertanya, "Kamu kenapa minta adik bayi sama Kak Adelia?"
"Kalau aku minta adik bayi sama mama, kasihan Mama karena sudah capek mengurus kami. Kalau begitu aku minta adik bayi ke Kak Adelia atau Kak Stella," jawab Scarlett yang sudah mulai berulah.
"Hehehe," Scarlett tertawa jahat dan menatap wajah Alexa. "Yang ngajarin adalah paman Ian."
"Pasti kamu telepon-teleponan sama paman Ian semalam ya?" tanya Alexa yang menghembuskan nafasnya secara kasar. Jujur saja Alexa semakin bingung sama putrinya.
"Iya Ma. Ditambah lagi telepon-teleponan sama kakek Lampard. Mereka ingin meminta adik bayi ke Kak Adelia dan Kak Stella. Itulah mengapa aku disuruh meminta adik bayi ke kakak-kakak ini," jawab Scarlett dengan jujur walau membuat kedua gadis itu kebingungan.
"Astaga... Sepertinya mereka membuat ulah. Kalau begitu ayo kita keluar dari sini. Ketimbang kamu membuat ulos sama kakak berdua itu yang sedang memasak roti," kesal Alexa kepada Scarlett.
Kemudian Alexa dan scarlet keluar dari dapur. Alexa tidak tahu harus bilang bagaimana lagi. Mau tidak mau Alexa harus menghubungi kedua orang itu untuk bertanggung jawab. Tak lama datang Martin yang ingin mengambil air minum.
__ADS_1
"Mau ke mana?" tanya Alexa.
"Aku ingin mengambil air minum," jawab Martin sambil membawa botol.
"Kalau begitu kamu bawa gih Scarlett. Biar aku yang mengambilkan air minum itu," jawab Alexa sambil menukar Scarlett dengan botol air minum.
Martin pun setuju dan segera meninggalkan Alexa. Kemudian Alexa masuk sambil melihat kedua gadis itu sedang melanjutkan membuat kue.
"Maafkan aku ya... Scarlett sekarang berada dipengaruhi oleh Kak Ian dan papa Lampard. Aku harap kalian mengerti," ucap Alexa yang menyesal.
"Nggak apa-apa Kak. Aku nggak marah kok. Aku tahu Kak Ian ingin sekali memiliki seorang anak. Tapi Kak Ian sangat takut sekali sama ibu. Ketika ingin melamarku. Sementara ibuku nggak apa-apa kalau Kak Ian melamarku dengan cepat. Berhubung usiaku sudah dua puluh lima tahun. Ibuku takut jika aku menjadi perawan tua," ujar Adelia dengan jujur.
"Nanti kalau ketemu Kak Ian aku suruh ngelamarmu dengan cepat. Kalau bisa hari itu juga aku suruh berangkat ke Surabaya untuk meyakinkan ibumu," timpal Alexa yang mengisi botol minum milik Martin.
"Kalau nggak mau gimana Kak? Aku nggak mau adikku kecewa," tanya Stella.
"Kak Iyan mah nggak pernah bohong sama Adelia. Aku tahu Kak Ian sangat menyayangi Adelia seperti jiwa raganya itu. Aku harap mereka secepatnya melamar Adelia. Rasanya akan ada pernikahan lagi. Sepertinya aku yang akan menjadi wedding organizer Adelia," jawab Alexa dengan semangat yang selesai mengisi air. "Kalau begitu aku ke depan ya."
Selesai mengisi air Alexa pergi dari hadapan mereka. Lalu kedua gadis itu tersenyum bahagia. Hingga akhirnya Stella menatap Adelia sambil mengucapkan, "Selamat ya... Sebentar lagi kamu akan menjadi milik orang."
"Iya Kak... Aku harap semuanya lancar jaya. Kasihan Ibu yang mengharapkan Kak Ian untuk melamarku. Ibu paling takut jika aku dan kakak menjadi perawan tua," sahut Adelia.
"Jangan takut soal itu. Jodoh sudah ada yang mengatur. Tenang saja.. aku juga akan mendapatkan jodohku setelah ini," hibur Stella.
"Iya Kak. Maafkanlah aku ya... Jika aku mendahuluimu," Adelia meminta maaf terlebih dahulu karena tidak enak hati sama sang kakak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan," balas Stella yang mendoakan sang adik bahagia selamanya.