Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kepolosan Asmoro dan Stella.


__ADS_3

Stella sudah malas ketika harus berhadapan dengan Pattu malam ini. Ia mendekati Asmoro dan mendekatinya. Lalu ia pergi dari sana tanpa berkata apapun. 


Ketika naik lift Asmoro memuji kehebatan Stella. Asmoro sangat bangga kepada istri kecilnya itu. Lalu asmara memeluknya sambil berkata, "Aku tidak akan menyukai gadis seperti itu."


"Dia bukan gadis lagi Bang," kesal Stella yang mengetahui status Patty. 


"Iya ya kamu benar. Kalau dia bukan gadis lagi dan nggak segel. Apakah kamu tahu? Ketika Leon sedang merayunya. Dia sangat lihai sekali merayu Leon habis-habisan. Untunglah saat itu Leon tidak bergeming sama sekali," ucap Asmoro. 


"Yang kakak katakan itu benar. Dia memang sangat melihat sekali merayu orang. Bahkan setiap laki-laki yang dirayunya langsung jatuh ke dalam pelukannya. Aku pernah disuruh belajar darinya. Tapi aku nggak mau. Jika tidak aku dihajarnya habis-habisan. Soalnya hidupku tidak bisa menghasilkan uang untuk mereka," ujar Stella. 

__ADS_1


"Makanya… dia ingin sekali menghancurkanmu melalui pekerjaan itu. Jujur saja aku tidak menyukai perempuan seperti itu. Setelah aku putus dari pacarku. Aku tidak pernah berpacaran dengan wanita manapun. Tapi aku mengenal tipe-tipe perempuan seperti itu. Jujur saja aku lebih sial kalau ketemu perempuan mirip Patty. Mereka ingin menjadikanku seorang suami," ungkap Asmoro dengan jujur.


"Tapi kenapa kamu nggak mau mengambilnya satu?" Tanya Stella. 


Pintu lift terbuka. Mereka langsung menuju ke unit apartemen Asmoro. Sebelum masuk Asmoro berhadapan dengan Stella. Asmoro memegang pundak Stella sambil berkata, "Aku bukan tipe pria yang suka mengambil wanita tanpa status yang jelas. Jujur aku mendapatkan reward ketika kamu menjadi istriku. Bukan masalah harta atau status. Kamu memiliki jiwa yang baik dan tidak silau apapun terhadap banyaknya kekayaanku. Kamu memang pantas menjadi istriku."


"Berikan satu alasan kalau kamu benar-benar jatuh cinta kepadaku?" Tanya Stella yang masih bertanya-tanya dalam hatinya kalau Asmoro itu benar-benar jatuh cinta. 


"Aku paham akan hal itu. Terima kasih kau telah mencintaiku. Begitu juga dengan aku. Aku juga mencintaimu," jawab Stella dengan lirih yang membuat Asmoro tersenyum.

__ADS_1


Asmoro segera membukakan pintunya dan menyuruh setelah masuk. Pria bertubuh kekar itu langsung mengunci pintu dan mendekap erat tubuh mungil Stella. Meskipun usianya sudah tua, namun Asmoro masih sangat polos dalam hal percintaan. Begitu juga dengan Stella, Stella malah tidak tahu apa-apa. Rasanya jatuh cinta pun membuatnya memiliki perasaan lebih terhadap Asmoro. Jujur ia bingung ketika mengatakan rasa tintanya kepada Asmoro. Hingga akhirnya, "Maaf aku mengantuk. Aku ingin tidur dulu ya."


"Apakah kamu tidak ingin membuat beberapa junior yang akan menghiasi apartemen ini?" Tanya Asmoro. 


"Maksud kamu apa?" Tanya Stella yang masih polos. 


"Di dalam pernikahan pasti ada anggota baru. Nah anggota baru itu adalah keturunan kita untuk menghiasi rumah ini," jawab Asmoro.


"Oh begitu ya… Bagaimana caranya?" Tanya  Stella. 

__ADS_1


"Masa kamu nggak tahu sih. Bukankah malam kemarin kita sudah melakukannya? Maka dari itu kita akan melakukannya lagi," jawab Asmoro. 


"Maksud kamu tidur?" tanya Stella. 


__ADS_2