
“Kalau bakatmu di situ, kamu tinggal bilang saja ke papamu
untuk beberapa ilmu tentang ekspedisi.Sekalinya belajar kamu
langsung paham dengan itu semua,” batin Asmoro
“Nanti aku akan mencari pagarnya untuk melarang kamu
belajar mengekspor barang,” jawab Asmoro.
“Bolehkah aku pulang ke apartemen papa Agatha?”tanya
Stella.
"Tidak apa apa.Maafkan Aku.Dua hari aku tidak akan
pulang ke apartemen terlebih dahulu.Sebelum barang-barangku itu berangkat ke
kota Chicago USA,” ucap Asmoro.
“Baiklah.Ada kesempatan dua hari untuk belajar memasak
dari mama.Jujur aku ingin belajar memasak dan bisa membuat perutmu kenyang
terus,” ujar Stella.
“Ide yang sangat bagus sekali.Baiklah... Saya setuju
dengan pendapatmu,” jawab Asmoro.“Sudah deh.Aku mau mandi dulu.”
Asmoro bangun lalu tidak sengaja melihat tubuhnya yang
tidak memakai benang sehelai pun.Ia langsung berlari ke toilet.Untung saja
Stella tidak melihatnya.Karena wanita muda itu memejamkan matanya dan
merasakan tubuh masih sakit.
Apartemen Agatha.
Adelia sedang duduk manis di sofa bersama Anita.Adelia
sangat cemas sekali karena Stella.Entah mengapa dirinya wadah pada masa lalu
Asmoro.Kemudian Adelia sangat gelisah sekali dan berdoa tidak terjadi apa-apa
pada sang kakak kembarnya itu.Melihat sang Putri sedang gelisah, Anita pun
bertanya, “Kamu ada apa?Sepertinya kamu sangat gelisah sekali?”
“Tiba-tiba Aku mengingat siapakah Asmoro sebenarnya.Masa
lalunya sangat kejam sekali kepada wanita.Yang pernah aku dengar dari kak Ian,
Kak Asmoro itu tipe pria yang sangat kejam sekali.Bahkan Kak Asmoro sering
menghempaskan Banyak wanita yang berada di sampingnya.Kecuali orang-orang
terdekatnya,” jelas Adelia.
“Kamu jangan takut seperti itu.Kamu berdoa saja agar
kakakmu baik-baik saja.Semoga Stella mendapatkan kebahagiaannya.Mama yakin
kalau Asmoro bisa melindungi kakakmu itu.Mama masih ketakutan dengan apa
rencana yang dimiliki oleh Tutik.Gara-gara wanita ular itu, keluarga kita
menjadi hancur.Makanya Mama sangat kecil sekali dengan nasib kalian,”
ujar Anita yang masih takut dengan Tutik.
“Bagaimana dengan kakak?Apakah kakak akan merasa aman
setelah tinggal bersama Kak Asmoro?”tanya Adelia.
“Kamu tahu, suaminya itu orang yang sangat penting
negeri ini.Beliau orang berpengaruh di dunia.Mama sudah mendapatkan informasi
dari papamu sendiri.Bahwa kekayaan beliau bisa membeli apapun itu.Jika mereka
mengusik kehidupan kakakmu.Mereka akan mendapatkan ganjarannya,” ucap Anita
__ADS_1
yang mengetahui siapa itu Asmoro.
Adelia diam-diam mendoakan Stella agar bahagia.Dirinya
juga masih ketakutan karena Stella.Meskipun Adelia tidak mengenal siapa itu Tutik,
Ia berharap agar orang-orang seperti itu tidak mendekatinya.Ia ingin hidup
dengan damai tanpa ada beban di dalam hidupnya.
Kembali lagi ke kehidupan pasangan suami istri yang baru
saja melangsungkan pernikahannya itu.
Asmoro yang baru saja membersihkan tubuhnya keluar dari
toilet.Ia hanya keluar memakai handuk yang melingkar di pinggang.Setelah
selesai membersihkan tubuhnya, Asmoro terlihat sangat tampan.Bahkan rambut coklat
tembaga masih basah.Karena ujungnya membasahi itu, Asmoro semakin seksi saja.
Sebelum memakai baju, Asmoro mendekati Stella dan
membangunnya.Ia tidak sengaja mengingat kejadian malam tadi.Canderin
indahnya malam itu.Hanya gara-gara nasi goreng laknat itu, Asmoro baru
rasakan indahnya olahraga malam di sisi baiknya.Kemudian Asmoro duduk di tepi
Selain itu.Ia segera membangunkan istri kecilnya itu untuk mandi terlebih dahulu.
“Stella,” panggil Asmoro yang menatap wajah ayu Stella.
Perlahan Stella membuka matanya.Ia melihat Asmoro yang
sudah membersihkan tubuhnya.Aroma sabun yang menempel di tubuh Asmoro membuat wajah
Stella merah.Ia langsung membuang wajahnya dan tidak ingin melihat wajahnya
Asmoro.
“Mandilah sana.Nanti aku antarkan ke apartemen Papa
Stella mencoba bangun dan merasakan area bawahnya yang sangat sakit
sekali.Ia berbaring untuk tidak bangun dan menetap di wajah Asmoro.Kemudian
Stella berkata, “Aku tidak bisa bangun.Bawahku sangat sakit sekali.”
“Apakah itu benar?”tanya Asmoro.
“Itu benar.Saya tidak bisa bangun sama sekali,”jawabnya
Stella.
“Ya sudah kalau begitu.Aku hari ini absen terlebih
dahulu.Semoga pekerjaan ini di handle oleh Ian dan juga Rinto.Mereka
sudah bisa mengatasi hal-hal seperti ini,” ucap Asmoro sambil berdiri dan
Meraih ponselnya.
Kemudian Asmoro menghubungi Ian untuk menghandle semua
ya.Setelah menghubungi Ian, Asmoro memakai baju santai dan mendekati
Stella.Asmoro mengambil baju Stella yang berhamburan di lantai.Saya memberikan ke
Stella untuk segera memakainya.
“Pakailah baju ini.Nanti saya akan turun ke bawah untuk
mengambilkan pakaianmu,” suruh Asmoro sambil menyerahkan baju tersebut ke
Stella.
“Baiklah.Lebih baik kamu menghadap ke sana saja.Aku
ingin memakai baju terlebih dahulu,” pinta Stella.
“Mengapa saya tidak boleh melihatnya?Padahal semalam kita
__ADS_1
sudah melawan beberapa ronde yang menyakitkan,” celetuk Asmoro.
“Aish... Kakak ini.Aku malu tahu,” kesal Stella
membuat Asmoro tersenyum.
“Jangan malu seperti itu.Kita bisa melakukannya
semalam,” kata Asmoro yang mengingatkan peristiwa semalam kepada Stella.
“Ish...kakak ini.Tiba-tiba saja Kak Asmoro kok omes
banget,” kesal Stella yang semakin bertambah.
Melihat sang istri kecilnya kesal, mau tidak mau Asmoro
mengalah dan melindungi tubuhnya.Ia sedang menunggu Stella memakai baju
terlebih dahulu.Setelah selesai, Stella mencoba bergerak.Namun dirinya
tidak dapat bergerak sedikit pun.Alhasil Stella memanggil Asmoro untuk
membantunya berdiri.
“Kakak,” panggil Stella.
“Apakah kamu sudah selesai memakai baju?”tanya Asmoro.
“Aku sudah selesai memakainya.Bantu aku ke toilet.Aku
ingin membersihkan bermasalah di dalam sana,” jawab Stella dengan malu-malu meminta
bantuan kepada Asmoro.
“Kalau begitu ayolah,” ajak Asmoro yang mendekati Stella
lalu tiupkan badannya dan raih tubuh mungil itu.
“Kakak mau apa?”tanya Stella yang penasaran sekali
dengan Asmoro.
“Mau gendong kamu,” jawab Asmoro yang mengangkat tubuh Stella
dan menggendongnya hingga masuk ke dalam toilet.
“Memangnya Kakak nggak berat apa menggendong aku?”tanya
Stella sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Asmoro.
“Nggak ada kata berat buat kakak.Untung saja aku sudah
menyiapkan air hangat dan memakai aroma terapi lavender.Kamu bisa berendam
lebih lama di sana.Sementara aku akan turun ke bawah untuk mengambil baju,” ucapku
Asmoro yang menurunkan Stella untuk berdiri.
“Baiklah.Kalau begitu keluarlah terlebih dahulu,” pinta
Stella lagi.
“Kamu bisa melakukannya?”tanya Asmoro yang masih
khawatir dengan keadaan Stella.
“Saya tidak apa-apa.Aku bisa masuk ke sana dengan
pelan-pelan,” jawab Stella.
Dengan terpaksa Asmoro keluar dari toilet.Setelah itu
Asmoro memegang ponselnya dan membaca pesan dari Ian.Untung saja Rinto hari ini
sedang bebas tidak melaksanakan pekerjaannya.Ian malah memikirkan semangat untuk
melakukan olahraga tambahan.Namun saat itu keadaan mood-nya sangat baik sekali.
Jadi hari ini Asmoro tidak marah kepada Ian.Saya mengucapkan terima kasih atas
ucapan selamatnya itu.
“Syukurlah.... Semuanya bisa dikendalikan dengan aman,”
__ADS_1
batin Asmoro.