Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kebahagiaan Yang Tidak Bisa Dihitung.


__ADS_3

“Kalau bakatmu di situ, kamu tinggal bilang saja ke papamu


untuk beberapa ilmu tentang ekspedisi.Sekalinya belajar kamu


langsung paham dengan itu semua,” batin Asmoro


“Nanti aku akan mencari pagarnya untuk melarang kamu


belajar mengekspor barang,” jawab Asmoro.


“Bolehkah aku pulang ke apartemen papa Agatha?”tanya


Stella.


"Tidak apa apa.Maafkan Aku.Dua hari aku tidak akan


pulang ke apartemen terlebih dahulu.Sebelum barang-barangku itu berangkat ke


kota Chicago USA,” ucap Asmoro.


“Baiklah.Ada kesempatan dua hari untuk belajar memasak


dari mama.Jujur aku ingin belajar memasak dan bisa membuat perutmu kenyang


terus,” ujar Stella.


“Ide yang sangat bagus sekali.Baiklah... Saya setuju


dengan pendapatmu,” jawab Asmoro.“Sudah deh.Aku mau mandi dulu.”


Asmoro bangun lalu tidak sengaja melihat tubuhnya yang


tidak memakai benang sehelai pun.Ia langsung berlari ke toilet.Untung saja


Stella tidak melihatnya.Karena wanita muda itu memejamkan matanya dan


merasakan tubuh masih sakit.


Apartemen Agatha.


Adelia sedang duduk manis di sofa bersama Anita.Adelia


sangat cemas sekali karena Stella.Entah mengapa dirinya wadah pada masa lalu


Asmoro.Kemudian Adelia sangat gelisah sekali dan berdoa tidak terjadi apa-apa


pada sang kakak kembarnya itu.Melihat sang Putri sedang gelisah, Anita pun


bertanya, “Kamu ada apa?Sepertinya kamu sangat gelisah sekali?”


“Tiba-tiba Aku mengingat siapakah Asmoro sebenarnya.Masa


lalunya sangat kejam sekali kepada wanita.Yang pernah aku dengar dari kak Ian,


Kak Asmoro itu tipe pria yang sangat kejam sekali.Bahkan Kak Asmoro sering


menghempaskan Banyak wanita yang berada di sampingnya.Kecuali orang-orang


terdekatnya,” jelas Adelia.


“Kamu jangan takut seperti itu.Kamu berdoa saja agar


kakakmu baik-baik saja.Semoga Stella mendapatkan kebahagiaannya.Mama yakin


kalau Asmoro bisa melindungi kakakmu itu.Mama masih ketakutan dengan apa


rencana yang dimiliki oleh Tutik.Gara-gara wanita ular itu, keluarga kita


menjadi hancur.Makanya Mama sangat kecil sekali dengan nasib kalian,”


ujar Anita yang masih takut dengan Tutik.


“Bagaimana dengan kakak?Apakah kakak akan merasa aman


setelah tinggal bersama Kak Asmoro?”tanya Adelia.


“Kamu tahu, suaminya itu orang yang sangat penting


negeri ini.Beliau orang berpengaruh di dunia.Mama sudah mendapatkan informasi


dari papamu sendiri.Bahwa kekayaan beliau bisa membeli apapun itu.Jika mereka


mengusik kehidupan kakakmu.Mereka akan mendapatkan ganjarannya,” ucap Anita

__ADS_1


yang mengetahui siapa itu Asmoro.


Adelia diam-diam mendoakan Stella agar bahagia.Dirinya


juga masih ketakutan karena Stella.Meskipun Adelia tidak mengenal siapa itu Tutik,


Ia berharap agar orang-orang seperti itu tidak mendekatinya.Ia ingin hidup


dengan damai tanpa ada beban di dalam hidupnya.


Kembali lagi ke kehidupan pasangan suami istri yang baru


saja melangsungkan pernikahannya itu.


Asmoro yang baru saja membersihkan tubuhnya keluar dari


toilet.Ia hanya keluar memakai handuk yang melingkar di pinggang.Setelah


selesai membersihkan tubuhnya, Asmoro terlihat sangat tampan.Bahkan rambut coklat


tembaga masih basah.Karena ujungnya membasahi itu, Asmoro semakin seksi saja.


Sebelum memakai baju, Asmoro mendekati Stella dan


membangunnya.Ia tidak sengaja mengingat kejadian malam tadi.Canderin


indahnya malam itu.Hanya gara-gara nasi goreng laknat itu, Asmoro baru


rasakan indahnya olahraga malam di sisi baiknya.Kemudian Asmoro duduk di tepi


Selain itu.Ia segera membangunkan istri kecilnya itu untuk mandi terlebih dahulu.


“Stella,” panggil Asmoro yang menatap wajah ayu Stella.


Perlahan Stella membuka matanya.Ia melihat Asmoro yang


sudah membersihkan tubuhnya.Aroma sabun yang menempel di tubuh Asmoro membuat wajah


Stella merah.Ia langsung membuang wajahnya dan tidak ingin melihat wajahnya


Asmoro.


“Mandilah sana.Nanti aku antarkan ke apartemen Papa


Stella mencoba bangun dan merasakan area bawahnya yang sangat sakit


sekali.Ia berbaring untuk tidak bangun dan menetap di wajah Asmoro.Kemudian


Stella berkata, “Aku tidak bisa bangun.Bawahku sangat sakit sekali.”


“Apakah itu benar?”tanya Asmoro.


“Itu benar.Saya tidak bisa bangun sama sekali,”jawabnya


Stella.


“Ya sudah kalau begitu.Aku hari ini absen terlebih


dahulu.Semoga pekerjaan ini di handle oleh Ian dan juga Rinto.Mereka


sudah bisa mengatasi hal-hal seperti ini,” ucap Asmoro sambil berdiri dan


Meraih ponselnya.


Kemudian Asmoro menghubungi Ian untuk menghandle semua


ya.Setelah menghubungi Ian, Asmoro memakai baju santai dan mendekati


Stella.Asmoro mengambil baju Stella yang berhamburan di lantai.Saya memberikan ke


Stella untuk segera memakainya.


“Pakailah baju ini.Nanti saya akan turun ke bawah untuk


mengambilkan pakaianmu,” suruh Asmoro sambil menyerahkan baju tersebut ke


Stella.


“Baiklah.Lebih baik kamu menghadap ke sana saja.Aku


ingin memakai baju terlebih dahulu,” pinta Stella.


“Mengapa saya tidak boleh melihatnya?Padahal semalam kita

__ADS_1


sudah melawan beberapa ronde yang menyakitkan,” celetuk Asmoro.


“Aish... Kakak ini.Aku malu tahu,” kesal Stella


membuat Asmoro tersenyum.


“Jangan malu seperti itu.Kita bisa melakukannya


semalam,” kata Asmoro yang mengingatkan peristiwa semalam kepada Stella.


“Ish...kakak ini.Tiba-tiba saja Kak Asmoro kok omes


banget,” kesal Stella yang semakin bertambah.


Melihat sang istri kecilnya kesal, mau tidak mau Asmoro


mengalah dan melindungi tubuhnya.Ia sedang menunggu Stella memakai baju


terlebih dahulu.Setelah selesai, Stella mencoba bergerak.Namun dirinya


tidak dapat bergerak sedikit pun.Alhasil Stella memanggil Asmoro untuk


membantunya berdiri.


“Kakak,” panggil Stella.


“Apakah kamu sudah selesai memakai baju?”tanya Asmoro.


“Aku sudah selesai memakainya.Bantu aku ke toilet.Aku


ingin membersihkan bermasalah di dalam sana,” jawab Stella dengan malu-malu meminta


bantuan kepada Asmoro.


“Kalau begitu ayolah,” ajak Asmoro yang mendekati Stella


lalu tiupkan badannya dan raih tubuh mungil itu.


“Kakak mau apa?”tanya Stella yang penasaran sekali


dengan Asmoro.


“Mau gendong kamu,” jawab Asmoro yang mengangkat tubuh Stella


dan menggendongnya hingga masuk ke dalam toilet.


“Memangnya Kakak nggak berat apa menggendong aku?”tanya


Stella sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Asmoro.


“Nggak ada kata berat buat kakak.Untung saja aku sudah


menyiapkan air hangat dan memakai aroma terapi lavender.Kamu bisa berendam


lebih lama di sana.Sementara aku akan turun ke bawah untuk mengambil baju,” ucapku


Asmoro yang menurunkan Stella untuk berdiri.


“Baiklah.Kalau begitu keluarlah terlebih dahulu,” pinta


Stella lagi.


“Kamu bisa melakukannya?”tanya Asmoro yang masih


khawatir dengan keadaan Stella.


“Saya tidak apa-apa.Aku bisa masuk ke sana dengan


pelan-pelan,” jawab Stella.


Dengan terpaksa Asmoro keluar dari toilet.Setelah itu


Asmoro memegang ponselnya dan membaca pesan dari Ian.Untung saja Rinto hari ini


sedang bebas tidak melaksanakan pekerjaannya.Ian malah memikirkan semangat untuk


melakukan olahraga tambahan.Namun saat itu keadaan mood-nya sangat baik sekali.


Jadi hari ini Asmoro tidak marah kepada Ian.Saya mengucapkan terima kasih atas


ucapan selamatnya itu.


“Syukurlah.... Semuanya bisa dikendalikan dengan aman,”

__ADS_1


batin Asmoro.


__ADS_2